Peranan penting Google BigQuery  dalam Data Science

Oleh Universitas Cakrawala

07 January 2025

Article Image

Dalam era big data, kebutuhan akan teknologi yang mampu menangani data dalam jumlah besar semakin mendesak. Google BigQuery muncul sebagai solusi cerdas, memberikan kecepatan, efisiensi, dan skalabilitas dalam analisis data. 

Google BigQuery adalah layanan data warehouse berbasis cloud yang dirancang untuk analisis data dalam skala besar. Dengan teknologi ini, ada beberapa keunggulan yang bisa pengguna dapatkan 

  • Kecepatan Analisa

Dengan arsitektur serverless, Google BigQuery memungkinkan query pada miliaran baris data hanya dalam hitungan detik. Ini sangat membantu data scientist saat membutuhkan hasil cepat untuk pengambilan keputusan.

  

  • Skalabilitas Tanpa Batas

BigQuery dirancang untuk tumbuh seiring kebutuhan. Baik untuk startup maupun perusahaan besar, BigQuery dapat menangani dataset yang terus berkembang tanpa menurunkan performa.

  • Integrasi dengan Tools Data Science

BigQuery terintegrasi dengan Python, R, dan berbagai tools populer seperti TensorFlow dan Tableau, sehingga memudahkan analisis lanjutan dan visualisasi data.

 

Google BigQuery menjadi favorit di kalangan data scientist karena kemampuannya mengolah data tanpa memerlukan infrastruktur fisik yang rumit.

 

 

Cara Menggunakan Google BigQuery untuk Data Science

1. Persiapan Awal

Pastikan memiliki akun GCP aktif. BigQuery tersedia di GCP. Pada dashboard GCP, aktifkan API BigQuery di bagian API & Services.kemudian Pilih project yang sudah ada atau buat project baru.

2. Mengunggah Dataset

Masuk ke konsol BigQuery melalui BigQuery Console.Pilih dataset yang ingin diunggah atau buat dataset baru di dalam project. Lalu Klik “Create Table” untuk mengunggah data. Format yang didukung mencakup CSV, JSON, atau langsung dari Google Cloud Storage.

 

3. Mengeksekusi Query

Gunakan SQL (Structured Query Language) untuk mengeksekusi query di BigQuery. Dimana Query dapat digunakan untuk filter, agregasi, atau penggabungan data. 

4. Integrasi dengan Tools Data Science

Gunakan library seperti google cloud bigquery untuk mengintegrasikan BigQuery dengan Python. BigQuery juga  mendukung integrasi dengan Jupyter Notebook untuk eksplorasi data interaktif.

5. Analisis Data

Gunakan query untuk memahami data, seperti distribusi, outlier, atau missing values.BigQuery mendukung fungsi SQL untuk membersihkan atau mengubah data sebelum analisis lebih lanjut.BigQuery ML memungkinkan membangun dan melatih model ML langsung di BigQuery menggunakan SQL.

6. Optimasi dan Biaya

Untuk meningkatkan performa query dan menekan biaya, gunakan partisi atau clustering pada tabel. BigQuery menggunakan sistem bayar-per-query. Kemudian, Monitor biaya melalui GCP Billing.

7. Visualisasi

BigQuery dapat diintegrasikan langsung dengan Google Data Studio untuk visualisasi data. Data dari BigQuery dapat diekspor ke alat visualisasi lain seperti Tableau atau Power BI.

 

 

 

Contoh Kasus Penerapan  Google BigQuery dalam Analisis Pelanggan

Sebuah e-commerce menggunakan Google BigQuery untuk menganalisis perilaku pelanggan. Dengan data transaksi harian:

  • Mereka mengidentifikasi pola pembelian berdasarkan wilayah.
  • Menentukan produk paling laris untuk setiap segmen pelanggan.
  • Memprediksi churn rate menggunakan BigQuery ML.

Hasilnya, mereka berhasil meningkatkan efisiensi kampanye pemasaran hingga 25%.

Kesimpulannya Google BigQuery memberikan keunggulan kompetitif bagi data scientist dengan kemampuannya mengolah data besar secara cepat dan efisien. Dalam dunia yang semakin terobsesi dengan data, BigQuery menjadi alat yang wajib dikuasai

Tertarik mencoba Google BigQuery untuk proyek data science kamu ? Ambil jurusannya di Cakrawala University ya 

 

 

 

Baca Juga:

Register Banner

Share

Berita Terkait

Logo Cakrawala Black

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.