Semua Tentang Bisnis Ritel: Definisi, Manfaat, Jenis, dan Contohnya!

Oleh Universitas Cakrawala

25 December 2023

Article Image

Bisnis ritel atau retail mungkin sudah tidak terdengar asing lagi, ya? Mungkin kamu bahkan berencana memulai bisnis ritel sendiri? Tapi kamu sudah tahu belum sama arti dari bisnis ritel? Atau apa saja manfaat, jenis, dan contoh dari bisnis ritel yang ada di Indonesia?

 

Bisnis ritel menjadi salah satu pilihan yang populer bagi pengusaha. Bahkan, bisnis ritel dinilai sebagai bisnis paling menjanjikan dan berpotensi menghasilkan keuntungan yang banyak.

 

Untuk kamu yang ingin memulai bisnis ritel sendiri, atau sekedar penasaran dengan bisnis ritel, yuk simak artikel ini untuk tahu semua tentang bisnis ritel! 

Apa Itu Bisnis Ritel?

Sebelum membahas lebih dalam tentang bisnis ritel, ada baiknya kamu mengetahui arti dari bisnis ritel. Bisnis ritel adalah kegiatan usaha yang melibatkan proses jual beli produk atau jasa dari sebuah bisnis kepada konsumen untuk digunakan atau dikonsumsi oleh pembeli sendiri. 

 

Lebih lanjut, penjualan produk atau jasa tersebut dilakukan secara eceran atau satuan langsung kepada konsumen untuk penggunaan pribadi atau rumah tangga. Jadi, produk yang sudah dibeli bukan untuk diperjualbelikan kembali, ya. 

 

Jadi, nantinya kalau kamu menjadi pemilik bisnis ritel, kamu perlu membeli produk atau jasa dalam jumlah yang banyak, kemudian bisa kamu jual kembali ke konsumen dalam jumlah satuan.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Manfaat Bisnis Ritel

Dengan bisnis ritel, konsumen dimudahkan dalam membeli barang satuan. Konsumen juga lebih mudah menemukan produk yang diinginkan karena terdapat berbagai jenis produk dalam satu tempat. 

 

Selain kedua manfaat tersebut, berikut adalah beberapa manfaat dari bisnis ritel bagi konsumen dan produsen:

 

  1. Memudahkan Konsumen Mendapatkan Barang

Keuntungan bisnis ritel bagi konsumen adalah memudahkan konsumen dalam menemukan produk yang diinginkan. Cukup pergi ke toko yang sesuai, maka konsumen bisa langsung membeli produk yang diinginkan. Tanpa bisnis ritel, konsumen akan kesulitan mendapatkan produk kebutuhan sehari-hari karena harus membeli langsung dari produsen. 

 

Ada juga keunggulan bisnis ritel dibandingkan bisnis online yaitu produk yang dibeli bisa langsung didapatkan dan digunakan. Konsumen tidak perlu lagi menunggu produk yang dipesan hingga sampai di alamat tujuan. 

 

Selain itu, konsumen juga bisa melihat langsung tampilan dan kualitas produk yang hendak dibeli. 

  1. Ujung Tombak Pemasaran Produk

Bisnis ritel menjadi tombak utama produsen dalam menjual dan memasarkan produknya. Bisnis ritel sangat penting bagi produsen agar mereka bisa fokus pada kegiatan produksi tanpa harus melayani konsumen yang ingin membeli produk secara satuan. 

 

Dengan begitu, produsen bisa lebih fokus menjaga kualitas produk. Mereka juga bisa fokus menciptakan, memperbaiki, dan mengevaluasi produk agar mampu bersaing dengan kompetitor. 

 

Bisnis ritel juga membantu produsen dalam pemasaran produk dengan bantuan sales dan tim pemasaran. 

  1. Observasi Pasar

Karena bisnis ritel berhubungan langsung dengan konsumen, maka bisnis ritel juga menjadi sarana bagi produsen untuk mengetahui perilaku konsumen dan tren pasar. 

 

Misalnya, produk apa yang paling banyak dicari, seberapa sering produk tersebut dicari, dan lain-lain. 

 

Jenis Bisnis Ritel

Ada beberapa jenis bisnis ritel yang bisa ditemukan. Jenis-jenis bisnis ritel dibagi berdasarkan produk yang dijual, kepemilikan, dan lokasi penjualan. Berikut jenis-jenis bisnis ritel:

 

  1. Berdasarkan Produk yang Dijual

Berdasarkan produk yang dijual, bisnis ritel dibagi menjadi tiga. Ada product retail yang menjual produk tertentu, contohnya pakaian.Kemudian, ada service retail yang menjual jasa, contohnya bengkel. 

Terakhir, ada non-store retail yang menggunakan media tertentu seperti mesin untuk menjual produk. Contohnya adalah vending machine yang tidak menggunakan tenaga manusia untuk menjual produk.

 

  1. Berdasarkan Kepemilikan

Kategori ini juga dibagi menjadi 3 jenis. Ada ritel mandiri yang tidak bergantung pada pihak lain, seperti warung atau toko kelontong. 

 

Kemudian ada ritel waralaba (franchise) yang menawarkan produk yang sama dengan perusahaan pusat setelah membeli hak franchise. Dengan begitu, pemilik bisnis franchise tidak perlu memulai bisnis dari nol.

 

Terakhir, ada kelompok usaha seperti department store atau swalayan yang terikat dalam satu manajemen.

  1. Berdasarkan Lokasi Penjualan

Ritel yang beroperasi di daerah ramai penjual yang menawarkan berbagai produk dan jasa disebut dengan ritel strip atau lahan komersial.

 

Contoh Bisnis Ritel di Indonesia

  1. Toko Serba Ada (Toserba)

Toko ini bertujuan untuk menyediakan kebutuhan sehari-hari bagi calon konsumen. Contohnya department store, supermarket, dan mini market

  1. Toko Khusus

Ritel jenis ini berfokus pada satu jenis produk saja. Contohnya toko buku, showroom mobil, apotek, restoran, dan lain-lain.

  1. Pengecer Non-toko

Bisnis ritel yang satu ini tidak menawarkan produk melalui toko. Contohnya adalah penjualan door to door, penjualan melalui pos, telepon, atau internet. 

 

Itu dia penjelasan lengkap tentang bisnis ritel yang wajib kamu ketahui sebelum memulai bisnis ritel milikmu sendiri. Ingin memulai bisnis sendiri? Yuk, kuliah di Cakrawala University jurusan bisnis digital!

 

Pelajari semua ilmu yang kamu perlukan untuk bisa sukses berbisnis hanya di Cakrawala University. Kamu akan dapat banyak ilmu mulai dari perilaku konsumen, e-commerce, digital marketing, manajemen, dan masih banyak lagi!

 

Tunggu apa lagi? Buruan daftar di Cakrawala University jurusan bisnis digital!

 

Link Banner

Share

Berita Terkait

Logo Cakrawala Black

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.