26 November 2024
Setiap aktivitas bisnis tentunya melibatkan pengeluaran sejumlah dana. Pengeluaran ini dapat dikategorikan menjadi berbagai jenis, salah satunya adalah biaya tetap atau fixed cost. Fixed cost merupakan komponen biaya yang bersifat konstan dan tidak berfluktuasi secara signifikan dalam jangka pendek, terlepas dari perubahan tingkat aktivitas produksi.
Artinya, berapapun jumlah produk yang dihasilkan, fixed cost akan tetap dibayar. Konsep biaya ini sangat penting dalam perencanaan keuangan perusahaan, karena akan mempengaruhi keputusan-keputusan strategis seperti penetapan harga jual, pemilihan metode produksi, dan perencanaan ekspansi bisnis.
Dalam artikel ini, kami akan membahas mengenai fixed cost, beserta jenis dan contohnya. Simak informasi selengkapnya di bawah ini!
Fixed cost atau biaya tetap adalah jenis biaya yang jumlahnya tidak berubah, terlepas dari volume produksi atau tingkat aktivitas bisnis. Biaya tersebut adalah biaya pengeluaran usaha. Dengan kata lain, meskipun sebuah perusahaan memproduksi banyak atau sedikit barang, fixed cost akan tetap sama dalam jangka waktu tertentu.
Fixed cost sangat berbeda dari variable cost, dimana jumlahnya berubah sesuai dengan volume produksi. Memahami perbedaan antara kedua jenis biaya ini sangat penting untuk menganalisis laba dan merancang strategi bisnis yang efektif.
Contoh biaya fixed cost adalah biaya sewa gedung. Terlepas dari apakah perusahaan berhasil menjual seribu produk atau hanya sepuluh produk dalam sebulan, biaya sewa gedung tetap harus dibayar sesuai jumlah yang telah disepakati.
Ada beberapa jenis fixed cost yang umum ditemui di dalam bisnis. Berikut diantaranya:
Committed fixed cost merupakan salah satu jenis biaya fixed cost yang wajib dikeluarkan. Beberapa biaya yang termasuk pada jenis ini diantaranya sewa bangunan, pajak, asuransi, serta peralatan yang memiliki peran penting untuk produksi. Committed fixed cost disebut juga sebagai biaya wajib bagi perusahaan untuk menjaga kestabilannya.
Jenis fixed cost ini berperan sangat penting karena berhubungan dengan struktur organisasi dan investasi fasilitas perusahaan. Maka dari itu, meskipun perusahaan bangkrut, biaya ini harus wajib dibayarkan.
Discretionary fixed cost adalah jenis biaya pengeluaran yang terkelola atau terprogram. Discretionary fixed cost ditentukan oleh keputusan kebijakan manajemen. Pengeluaran ini spesifik untuk periode tertentu serta dapat disesuaikan berdasarkan kebijakan perusahaan.
Sebagai contoh jenis discretionary fixed cost yaitu biaya untuk iklan, pemasaran, pelatihan karyawan, penelitian, atau developing produk. Manajemen perusahaan berhak meninjau setiap tahunnya untuk biaya-biaya ini, dan memutuskan apakah akan meningkatkannya atau menguranginya berdasarkan anggaran perusahaan.
Misalnya, jika perusahaan akan meluncurkan produk baru, mungkin saja manajemen akan meningkatkan anggaran untuk penelitian serta pengembangan produk.
Separable fixed cost adalah jenis fixed cost yang secara khusus berkaitan dengan sebuah bagian atau departemen tertentu dalam perusahaan. Dalam arti lain, biaya ini tidak akan bercampur dengan fixed cost lainnya di dalam bisnis tersebut.
Sebagai contoh, dalam sebuah perusahaan terdapat dua departemen, yakni departemen X dan departemen Y. Setiap departemen memiliki fixed cost masing-masing. Katakanlah perusahaan tersebut memutuskan untuk menutup departemen X, maka fixed cost yang berkaitan dengan departemen X secara otomatis akan berhenti. Akan tetapi, fixed cost yang terkait dengan departemen Y tidak akan terpengaruh dan akan tetap berjalan seperti biasanya.
Setelah memahami pengertian dan jenis-jenis fixed cost d iatas, penting bagi kamu untuk mengetahui apa saja contoh-contoh fixed cost yang umumnya didapatkan di dalam sebuah perusahaan.
Biaya sewa adalah salah satu fixed cost yang paling umum. Setiap bulan, perusahaan harus membayar biaya sewa sesuai kontrak, terlepas dari volume produksi atau penjualan.
Gaji karyawan yang memiliki status tetap adalah fixed cost karena jumlahnya tidak dipengaruhi oleh hasil produksi atau tingkat penjualan perusahaan.
Perusahaan yang membayar asuransi secara berkala juga termasuk ke dalam fixed cost. Besarnya biaya biasanya tetap dalam jangka waktu tertentu.
Jika perusahaan memiliki aset tetap seperti mesin atau kendaraan, biaya penyusutan yang dihitung secara akuntansi termasuk ke dalam kategori fixed cost.
Biaya administrasi umum seperti biaya internet, telepon, atau layanan keamanan juga termasuk fixed cost.
Terdapat perbedaan antara fixed cost dan variable cost. Jika disimpulkan, beberapa perbedaan tersebut antara lain:
Fixed cost adalah biaya tetap berdasarkan waktu terkait, yakni tetap atau konstan dan tidak akan berubah selama suatu periode. Berbeda dengan variable cost yang berhubungan dengan volume dan dapat berubah sesuai dengan perubahaan volume.
Fixed cost tidak memiliki hubungan atau kaitan erat dengan kapasitas produksi. Sedangkan hubungan antara proses produksi dengan variable cost sangat erat sekali.
Fixed cost bersifat konstan atau pasti, sedangkan variable cost tidak bisa dikatakan pasti atau cukup bervariasi.
Dengan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa fixed cost merupakan elemen penting dalam pengelolaan keuangan bisnis. Memahami pengertian fixed cost membuat para pelaku usaha bisa merencanakan strategi yang lebih efektif untuk menjaga kestabilan keuangan dan meningkatkan efisiensi operasional.
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang pengelolaan biaya dan strategi investasi, serta mengembangkan karir di bidang keuangan, sebaiknya pertimbangkan untuk kuliah di jurusan Keuangan dan Investasi Cakrawala University.
Dengan kuliah di Cakrawala University, kamu akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi seorang profesional keuangan yang sukses. Jadilah bagian dari Cakrawala University dan raih mimpimu bersama kami!
Baca Juga :
Berita Terkait