Oleh Universitas Cakrawala
•
21 May 2024
Menghitung biaya produksi adalah langkah yang sangat penting untuk dilakukan. Setiap usaha wajib menghitung biaya produksi secara terperinci. Ini karena biaya produksi merupakan komponen yang penting dalam menentukan harga penjualan.
Jadi apa itu biaya produksi sebenarnya? Biaya produksi merupakan dana yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan produk. Biaya produksi memiliki banyak manfaat bagi sebuah perusahaan. Selain membantu menentukan harga jual di pasaran, masih ada beberapa manfaat lain yang membuat biaya produksi sangat penting untuk dihitung.
Ingin tahu lebih banyak tentang apa itu biaya produksi? Simak artikel ini untuk mengetahui apa itu biaya produksi, termasuk jenis-jenis, dan cara menghitungnya.
Dalam operasional bisnis, biaya produksi bisa diartikan sebagai sejumlah dana yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membuat sebuah produk. Pengolahan dan produksi bahan baku merupakan bagian dari biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan.
Seperti yang telah disebut sebelumnya, biaya produksi perlu dihitung agar dapat menentukan harga jual suatu produk. Setelah menghitung seluruh biaya produksi, biaya tersebut bisa dibagi dengan total produk yang dihasilkan. Barulah kemudian perusahaan bisa menetapkan harga, lengkap dengan margin labanya.
Biaya produksi juga bisa membantu perusahaan melakukan analisa dan evaluasi laba rugi. Dengan begitu, laporan keuangan perusahaan menjadi lebih terstruktur. Agar terhindar dari kerugian, biaya produksi harus dihitung secara terperinci, mulai dari bahan baku hingga biaya tak terduga lainnya.
Secara umum, ada dua jenis biaya produksi, yaitu biaya produksi langsung (eksplisit) dan tidak langsung (implisit). Ini dia penjelasannya mengenai kedua jenis biaya produksi tersebut.
Biaya eksplisit atau langsung merupakan biaya produksi yang dialokasikan perusahaan untuk membeli sejumlah kebutuhan dengan pembayaran tunai. Contoh biaya produksi adalah pembelian bangunan, tanah, mesin, bahan baku, hingga gaji karyawan.
Jenis biaya produksi eksplisit akan dicatat secara langsung dalam laporan keuangan. Besarnya biaya produksi langsung biasanya berbeda setiap waktunya. Hal ini disebabkan karena harga bahan baku atau kebutuhan lainnya tidak selalu sama, melainkan sering mengalami naik turun.
Jenis biaya produksi yang ke dua adalah biaya implisit atau biaya tersembunyi. Biaya implisit merupakan dana yang dikeluarkan perusahaan untuk memberikan fasilitas produksi yang tidak mempengaruhi proses produksi atau manufaktur secara langsung. Meskipun tidak mempengaruhi proses produksi secara langsung, namun hasilnya akan dirasakan dalam jangka panjang.
Biasanya, biaya implisit atau tidak langsung ini masuk ke dalam biaya overhead. Contoh biaya produksi implisit (tersembunyi) yaitu perawatan mesin, pelatihan SDM, biaya sewa, dan lain sebagainya.
Setelah mengetahui kedua jenis biaya produksi, sekarang kita akan membahas tentang cara menghitung biaya produksi. Perhitungan biaya produksi nantinya akan berguna untuk mengetahui nilai dari harga pokok produksi (HPP). Berikut langkah-langkah menghitung biaya produksi yang akan membantu dalam menentukan harga jual nantinya.
Langkah pertama yang perlu kamu lakukan untuk menghitung biaya produksi adalah menyusun dan menjumlahkan total biaya untuk pembelian bahan baku.
Pertama-tama, kamu perlu membuat daftar seluruh bahan baku yang sudah dibeli dengan harga per satuannya. Kemudian, jumlahkan seluruh harga pembelian bahan baku.
Berikut rumus yang bisa kamu gunakan:
Sisa awal bahan baku + pembelian bahan baku – sisa akhir bahan baku = biaya bahan baku telah digunakan
Langkah selanjutnya, kamu perlu membuat perhitungan rinci terkait jumlah pekerja beserta posisi dan gaji dari masing-masing pekerja. Lalu, jumlahkan seluruh gaji dari masing-masing tenaga kerja. Hasil akhir yang didapatkan adalah biaya sumber daya manusia, dan akan digunakan dalam perhitungan harga produksi.
Berikutnya, perhitungan biaya produksi yang perlu kamu lakukan adalah biaya overhead. Besarnya biaya overhead bisa berbeda setiap periode produksi.
Catat seluruh pengeluaran biaya overhead secara lengkap dan rinci baik kuantitas maupun harganya. Kemudian, buatlah perhitungan biaya dari seluruh pengeluaran tersebut.
Setelah menghitung dan mendapatkan seluruh total biaya bahan baku, SDM, dan overhead, selanjutnya kamu juga perlu menjumlahkan ketiga biaya tersebut. Dengan begitu, akan didapatkan biaya produksi.
Kamu bisa menggunakan rumus berikut ini untuk menghitung total biaya produksi:
Total Biaya Produksi = Total Biaya Bahan Baku + Total Biaya Sumber Daya Manusia + Total Biaya Overhead Produksi
Terakhir, kamu perlu menetapkan harga pokok produksi (HPP) setiap produk dengan cara membagi total biaya produksi akhir dengan total kuantitas produk.
Selain itu, kamu bisa juga menggunakan rumus berikut ini:
Harga Pokok Produksi = (Jumlah biaya produksi + Sisa awal persediaan barang saat proses produksi – sisa akhir persediaan barang saat proses produksi) / kuantitas produk
Nah, itu dia penjelasan lengkap mengenai biaya produksi! Sekarang kamu sudah mengetahui pentingnya menghitung biaya produksi bagi sebuah bisnis, kan? Tidak hanya itu, kamu juga sudah tahu caranya menghitung biaya produksi dengan benar.
Apakah kamu tertarik untuk mempelajari biaya produksi dan banyak ilmu lain di bidang ekonomi dan bisnis? Kamu bisa banget, nih, kuliah di Cakrawala University fakultas Ekonomi dan Bisnis. Dengan 2 pilihan jurusan yang menarik seperti Bisnis Digital dan Keuangan dan Investasi, kamu akan menjadi profesional di bidang bisnis dengan prospek karir yang luas.
Tunggu apa lagi? Yuk, cari tahu informasi lengkap tentang Cakrawala University dan segera daftarkan diri kamu GRATIS melalui website https://www.cakrawala.ac.id/
Baca Juga :
Berita Terkait
Cakrawala University Hadir Menjawab Tantangan Pendidikan Digital di Era Industri 4.0
Adimas Herviana
•
27 October 2025
Cakrawala Festival: Semarak Acara Perdana Angkatan Pertama Cakrawala University (Part 2)
22 August 2025
Cakrawala Festival: Semarak Acara Perdana Angkatan Pertama Cakrawala University
22 August 2025
Tiga Program Studi Universitas Cakrawala Jakarta Selatan Raih Akreditasi "Baik" dari LAM INFOKOM
Dwi Winarno, S.E., M.B.A., CIFM
•
22 August 2025
Program Studi Ekonomi Keuangan dan Perbankan Universitas Cakrawala Resmi Terakreditasi oleh LAMEMBA
Dwi Winarno, S.E., M.B.A., CIFM
•
08 August 2025