Oleh Universitas Cakrawala
•
01 February 2025
Keamanan data pribadi kini menjadi perhatian utama, terutama dengan meningkatnya kasus penyalahgunaan data oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Mulai dari penjualan data pribadi hingga peretasan akun media sosial, ancaman terhadap privasi semakin nyata. Untuk menghadapi tantangan ini, teknologi keamanan terus berkembang, salah satunya melalui penerapan sistem biometrik.
Jadi, apa sebenarnya biometrik? Biometrik adalah teknologi identifikasi atau otentikasi yang memanfaatkan karakteristik unik seseorang, baik fisik maupun perilaku.
Keunikan ini menjadikan biometrik sebagai salah satu metode keamanan yang sangat akurat dan sulit untuk dipalsukan. Selain itu, biometrik juga menawarkan kemudahan, karena pengguna tidak perlu mengingat password atau PIN yang seringkali mudah dilupakan atau diretas.
Teknologi biometrik telah diaplikasikan dalam berbagai bentuk, seperti pemindaian sidik jari, pengenalan wajah, hingga pemindaian iris mata. Dengan tingkat akurasi yang tinggi dan penggunaan yang praktis, biometrik memberikan solusi keamanan yang lebih baik untuk melindungi data pribadi.
Namun, biometrik bukan hanya teknologi modern yang muncul tiba-tiba. Ada sejarah panjang di balik pengembangan dan adopsi teknologi ini sebagai solusi keamanan.
Untuk memahami bagaimana biometrik dapat menjadi alat yang efektif dalam melindungi data dan privasi kita, penting untuk mengeksplorasi lebih jauh sejarah dan perkembangannya. Dengan begitu, kita dapat melihat potensi penuh teknologi biometrik dalam menjaga keamanan di dunia yang semakin terhubung.
Biometrik, berasal dari gabungan kata "bio" (hidup) dan "metrik" (ukuran), adalah teknologi yang memanfaatkan data biologis unik individu untuk keperluan autentikasi. Data ini mencakup ciri fisik seperti sidik jari, iris mata, wajah, dan suara, hingga pola perilaku seperti cara mengetik atau gerakan tertentu.
Meskipun terdengar modern, konsep biometrik telah ada sejak lama. Sejarah mencatat bahwa Kaisar Ts’In She dari China menggunakan sidik jari untuk mengesahkan dokumen sejak abad ke-2 sebelum Masehi.
Di era modern, William James Herschel memperkenalkan sidik jari untuk pengesahan dokumen bisnis pada tahun 1858, yang menjadi salah satu penerapan biometrik pertama dalam skala besar.
Keunggulan biometrik terletak pada keunikan data biologis setiap individu, sehingga sangat sulit untuk dipalsukan atau direplikasi. Hal ini menjadikannya salah satu metode keamanan yang paling efektif dan personal.
Namun, biometrik tidak lepas dari tantangan, seperti risiko kebocoran data atau upaya penipuan menggunakan topeng, replika, maupun teknologi deepface.
Meski demikian, perkembangan teknologi yang terus berlangsung memungkinkan biometrik untuk terus berevolusi menjadi solusi keamanan yang lebih aman, canggih, dan dapat diandalkan, memberikan perlindungan optimal bagi pengguna maupun penyedia layanan digital.
Penggunaan sidik jari untuk absensi kerja memastikan bahwa hanya karyawan resmi yang dapat mencatat kehadiran. Teknologi ini menggantikan sistem manual, sehingga meminimalkan risiko kecurangan dan memastikan data kehadiran lebih akurat.
Aplikasi modern menggunakan biometrik, seperti scan wajah dan KTP, untuk mengaktifkan fitur premium. Sistem ini menambahkan keamanan ekstra dan membantu mengurangi risiko penipuan identitas pada pengguna.
Teknologi liveness detection digunakan untuk memastikan bahwa individu yang terdeteksi kamera benar-benar orang hidup. Metode ini mencegah pemalsuan identitas menggunakan foto atau video palsu.
Biometrik menggantikan kata sandi dan kunci fisik dengan sistem seperti pengenalan wajah atau sidik jari untuk membuka akses ke smartphone, laptop, atau gedung, memberikan perlindungan yang lebih aman.
Teknologi biometrik memudahkan proses identifikasi warga, memungkinkan layanan kependudukan seperti pendaftaran atau validasi data dilakukan dengan cepat dan tepat.
Lembaga hukum memanfaatkan biometrik untuk identifikasi kriminal melalui deteksi wajah di CCTV atau pengumpulan data sidik jari dalam penyelidikan.
Militer mengadopsi biometrik untuk identifikasi personel dan memperkuat sistem keamanan dalam operasional mereka.
Paspor biometrik yang mencakup foto, sidik jari, dan tanda tangan memungkinkan proses identifikasi lebih cepat dan akurat saat melewati perbatasan internasional.
Program kesehatan pemerintah menggunakan biometrik untuk memastikan bahwa layanan hanya diterima oleh pihak yang berhak, menghindari penyalahgunaan.
Biometrik, seperti scan sidik jari atau wajah, digunakan dalam transaksi perbankan dan eKYC untuk membuka rekening baru, memberikan pengalaman yang lebih aman dan praktis.
Berbagai penerapan teknologi biometrik di atas membuktikan betapa pentingnya inovasi dalam dunia teknologi untuk menjawab kebutuhan keamanan di berbagai sektor.
Dengan terus berkembangnya teknologi, peluang untuk berkontribusi dalam pengembangan solusi canggih seperti biometrik semakin terbuka lebar.
Jika Anda tertarik untuk mendalami dunia teknologi dan informasi, kini saatnya memilih langkah yang tepat untuk masa depan Anda! Bergabunglah dengan Cakrawala University, khususnya di Jurusan Sistem Teknologi dan Informasi.
Di sini, Anda akan belajar tentang teknologi terkini, termasuk keamanan data, pengembangan sistem, dan inovasi teknologi lainnya yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Mari wujudkan mimpi menjadi ahli teknologi yang mampu menciptakan solusi masa depan bersama Cakrawala University!
Baca Juga:
Berita Terkait