Oleh Universitas Cakrawala
•
20 May 2024
Cost of Goods Sold, atau biasa disingkat COGS, wajib diketahui oleh pemilik perusahaan. Hal ini karena COGS memiliki peran yang sangat penting bagi perusahaan. Dengan menghitung COGS, perusahaan bisa memperkirakan seluruh biaya produksi, dan juga menentukan harga jual produk.
Dalam bahasa Indonesia, Cost of Goods Sold (COGS) juga dikenal sebagai Harga Pokok Produksi (HPP).
Jadi, apa itu Cost of Goods (COGS) sebenarnya? Secara singkat, COGS merupakan seluruh biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam setiap kegiatan produksi. Ingin tahu penjelasan lengkap mengenai COGS dan cara menghitungnya? Yuk, simak artikel ini sampai habis untuk mendapatkan penjelasan lengkap mengenai COGS, termasuk formula, dan cara menghitungnya!
Seperti yang telah dijelaskan secara singkat, Cost of Goods Sold atau COGS merupakan seluruh biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam setiap kegiatan produksi. COGS mencakup seluruh biaya produksi barang atau jasa suatu perusahaan, mulai dari proses pembuatan hingga pendistribusian.
COGS wajib dihitung untuk mengetahui perkiraan biaya produksi perusahaan. Umumnya, perhitungan COGS mencakup beberapa komponen biaya yang dibutuhkan dalam proses produksi. Beberapa di antaranya yaitu biaya overhead, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya bahan baku.
Sementara itu, biaya yang tidak menjadi bagian dari kegiatan produksi bukan termasuk komponen COGS. Misalnya biaya iklan, riset dan pengembangan, penjualan, dan lainnya.
Sebelum membahas rumus dan cara menghitung COGS, kamu juga perlu mengetahui manfaat dari menghitung COGS. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, COGS perlu dihitung sebelum memulai proses produksi. Ini dia beberapa manfaat dari menghitung COGS bagi perusahaan.
Manfaat COGS yang pertama yaitu membantu perusahaan dalam menentukan harga jual suatu produk atau jasa. COGS dapat menjadi patokan yang akurat bagi perusahaan untuk menentukan harga jual.
Harga jual akhir pastinya sudah disesuaikan dengan biaya produksi, tinggi rendahnya permintaan, dan spesifikasi produk.
Manfaat COGS selanjutnya adalah untuk menjaga realisasi pembiayaan produksi. Informasi biaya produksi yang sebenarnya pasti akan dibutuhkan saat perusahaan menerima pesanan produk.
Dengan menghitung COGS, maka informasi biaya produksi menjadi mudah untuk dikumpulkan. Dengan begitu, seluruh aktivitas produksi dapat dipantau untuk memastikan apakah produksi sudah sesuai dengan anggaran biaya produksi atau belum.
COGS juga bermanfaat untuk mengetahui secara akurat besar kecilnya laba dan rugi yang akan diterima. Jika harga jual produk lebih besar dari nilai COGS, maka itu lah yang menjadi laba perusahaan.
Sebelum mengetahui cara menghitung COGS, ada baiknya kamu mengenal sejumlah rumus yang akan digunakan nanti. Beberapa rumus untuk menghitung COGS yaitu sebagai berikut:
Rumus:
Penjualan bersih = penjualan kotor - retur penjualan - potongan penjualan
Rumus:
Pembelian bersih = pembelian - biaya pengantaran - retur pembelian - potongan pembelian
Rumus:
HPP = persedian awal barang = pembelian bersih - persediaan akhir
Rumus:
Laba kotor = penjualan bersih - harga pokok penjualan
Sedangkan untuk menentukan laba bersih sebelum pajak menggunakan rumus:
Laba bersih = laba kotor - akumulasi biaya
Berdasarkan rumus-rumus di atas, kamu bisa menerapkan langkah-langkah berikut ini untuk menghitung COGS.
Pertama-tama, kamu perlu membuat daftar seluruh biaya yang dibutuhkan. Biaya ini termasuk tenaga kerja, bahan baku dan persediaan, serta kebutuhan produksi lainnya.
Selanjutnya, kamu bisa mengelompokkan jenis pembiayaan tersebut menjadi dua, yaitu langsung dan tidak langsung.
Biaya langsung mencakup tenaga kerja langsung, operasional, dan bahan baku. Sementara itu, pembiayaan tidak langsung mencakup pekerja tidak langsung seperti staf pengemasan atau pengiriman.
Selanjutnya, kamu juga perlu menentukan biaya operasional. Biaya operasional dapat ditentukan berdasarkan persentase biaya fasilitas untuk setiap produk dalam periode tertentu. Yang termasuk dalam biaya fasilitas yaitu seperti sewa gedung, listrik, dan air.
Persediaan inventory terdiri dari bahan baku, produk setengah jadi, dan juga barang sisa pada periode sebelumnya. Umumnya, barang persediaan akan terus ditambahkan, sehingga kamu juga perlu untuk mengetahui setiap penambahannya.
Kamu bisa menyimpan faktur atau dokumen yang berkaitan. Selain itu, kamu juga perlu menentukan biaya pajak untuk produk yang dibuat. Selanjutnya, kamu juga perlu menentukan persediaan akhir yang berupa pengurangan dari barang rusak, hilang, atau usang.
Langkah terakhir, kamu bisa mulai menghitung COGS setelah memperoleh seluruh informasi berdasarkan langkah sebelumnya. Kamu bisa melakukan ini menggunakan Google Sheets atau Microsoft Excel.
Itu dia penjelasan lengkap seputar Cost of Goods Sold (COGS) termasuk manfaat, rumus, dan cara menghitungnya! Jika kamu bercita-cita menjadi pemilik bisnis atau bekerja di bidang keuangan di masa depan, maka kamu perlu mengetahui istilah COGS ini.
Jika setelah membaca artikel ini kamu menjadi semakin tertarik untuk mempelajari bidang ekonomi dan bisnis, maka kamu bisa mendaftar kuliah di Cakrawala University, nih! Kamu bisa memilih salah satu dari dua jurusan yang ditawarkan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yaitu Bisnis Digital atau Keuangan dan Investasi.
Untuk tahu informasi lebih lanjut mengenai jurusan yang kami tawarkan dan melakukan pendaftaran, kamu bisa langsung mengunjungi website https://www.cakrawala.ac.id/ .
Baca Juga :
Berita Terkait