Syarat Masuk Jurusan Televisi dan Film, Panduan Lengkap!

School of Communication and Design
Tayang 24 November 2025
Diperbarui 24 November 2025
Waktu Baca 7 Minutes

Sudah Direview Oleh Expert

Ditulis oleh

Hasna Latifatunnisa

Kalau kamu suka dunia film, suka ngulik cara bikin video, atau ingin tahu gimana proses di balik layar acara TV, berarti kamu cocok banget buat masuk ke Jurusan Televisi dan Film. Di jurusan ini, kamu bakal belajar banyak hal menarik, mulai dari menulis naskah, mengatur pencahayaan dan kamera, sampai menyutradarai film atau program televisi.

Yuk, cari tahu dulu apa aja syarat dan persiapan yang perlu kamu punya sebelum daftar ke Jurusan Televisi dan Film!

 

Key Takeaways

 

  • Masuk Jurusan Televisi dan Film perlu persiapan matang. Pahami syarat umum, portofolio, dan tes seleksi agar kamu bisa menonjol di antara calon mahasiswa lain.
  • Skill kreatif dan kemampuan teknis sama pentingnya. Mahasiswa film dituntut untuk menguasai storytelling, sinematografi, kerja tim, dan adaptasi terhadap teknologi digital.
  • Dengan kurikulum berbasis industri, dosen praktisi, serta program magang sejak semester pertama, Universitas Cakrawala menyiapkan mahasiswa agar siap kerja di dunia media, komunikasi, dan industri kreatif.

 

Syarat Masuk Jurusan Televisi dan Film

Masuk ke Jurusan Televisi dan Film nggak cuma soal bisa bikin video atau punya kamera keren. Banyak hal yang perlu kamu siapin supaya bisa bersaing dan lolos seleksi.

Secara umum, ada tiga jenis syarat yang perlu kamu perhatikan. Yuk, kita bahas satu per satu:

 

1. Syarat Umum

Untuk bisa daftar di Jurusan Televisi dan Film, kamu harus memenuhi beberapa persyaratan dasar yang berlaku di hampir semua kampus, baik negeri maupun swasta.

Berikut syarat pentingnya:

 

  • Lulusan SMA, SMK, atau MA sederajat, dari jurusan apa pun.
  • Mengikuti proses seleksi akademik (bisa lewat SNBP, SNBT, atau jalur mandiri kampus).
  • Punya minat dan bakat di bidang seni, komunikasi, dan media.
  • Siap mengikuti tes minat atau wawancara yang menilai motivasi dan kemampuan kreatifmu.

 

2. Syarat Khusus

Nah, di bagian ini biasanya kampus mau lihat seberapa besar ketertarikan dan kemampuanmu di bidang film dan televisi. Syarat khusus ini bisa berupa:

 

  • Tes portofolio: kamu diminta menunjukkan karya visual, seperti video pendek, ide program TV, storyboard, atau naskah film pendek.
  • Tes wawancara: penguji bakal nanya seputar motivasimu masuk jurusan ini, referensi film yang kamu suka, atau pengalaman bikin proyek visual.
  • Tes praktik dasar (di beberapa kampus): misalnya tes observasi visual, pembuatan ide cerita, atau uji kreativitas.

 

3. Dokumen Administratif

Selain kemampuan dan portofolio, kamu juga perlu siapin berkas-berkas penting buat pendaftaran. Biasanya mencakup:

 

  • Ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL)
  • KTP atau Kartu Keluarga (KK)
  • Pas foto terbaru ukuran 3x4 atau 4x6
  • Formulir pendaftaran kampus
  • (Opsional) Surat keterangan sehat dari dokter

 

Pastikan semua dokumen ini lengkap sebelum jadwal pendaftaran dibuka, supaya proses seleksimu lancar.

 

Jalur Masuk ke Jurusan Televisi dan Film

 

Syarat Masuk Jurusan Televisi dan Film

Sumber: Freepik

 

Setiap kampus punya cara sendiri buat menerima mahasiswa baru di Jurusan Televisi dan Film. Ada yang lewat jalur nasional, ada juga yang pakai seleksi mandiri.

Inilah beberapa jalur yang paling umum buat masuk ke jurusan ini:

 

1. Jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi)

Kalau kamu punya nilai rapor yang bagus dan aktif ikut kegiatan sekolah, kamu bisa coba daftar lewat SNBP. Jalur ini nggak pakai tes tulis, tapi seleksinya lebih ke prestasi akademik dan non-akademik.

Untuk jurusan seni seperti Televisi dan Film, biasanya kampus juga minta portofolio digital yang diunggah ke sistem resmi SNBP (https://snpmb.bppp.kemdikbud.go.id).

 

2. Jalur SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes)

Buat kamu yang lebih percaya diri lewat ujian tulis, bisa pilih jalur SNBT (dulu dikenal dengan SBMPTN). Di sini kamu akan ngerjain Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Literasi.

Beberapa kampus seperti Institut Kesenian Jakarta (IKJ) atau Universitas Padjadjaran (Unpad) bisa aja nambah tes keterampilan seni dan portofolio, khusus buat jurusan seperti Televisi dan Film.

 

3. Jalur Mandiri Perguruan Tinggi

Kalau kamu belum berhasil lewat jalur nasional, masih ada kesempatan lewat jalur mandiri. Setiap kampus punya ketentuan sendiri, tapi umumnya mereka ngadain:

 

  • Tes minat bakat
  • Tes kreativitas atau wawancara
  • Penilaian portofolio visual

 

Contohnya, di kampus seni dan media seperti IKJ, calon mahasiswa jurusan film biasanya diminta bikin video pendek atau naskah ide film sebagai bagian dari seleksi.

 

4. Jalur Beasiswa dan Rekomendasi Sekolah

Beberapa kampus juga buka jalur beasiswa buat siswa berprestasi atau yang punya karya di bidang film dan televisi. Biasanya kamu perlu mengirim portofolio karya dan surat rekomendasi dari sekolah.

Ini cocok buat kamu yang udah punya pengalaman bikin film pendek, ikut lomba video, atau aktif di kegiatan ekstrakurikuler multimedia.

 

Baca juga: 15 Universitas yang Ada Jurusan Televisi dan Film

 

Persiapan Masuk Jurusan Film bagi Pemula tanpa Pengalaman

Bagi kamu yang baru tertarik masuk ke Jurusan Film tapi belum punya pengalaman sama sekali, tidak perlu khawatir. Hampir semua mahasiswa film berawal dari nol.

Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:

 

1. Pelajari Jurusan dengan Detail

Sebelum kamu mantap daftar ke Jurusan Televisi dan Film, penting banget buat tahu dulu apa yang sebenarnya dipelajari di dalamnya. Banyak yang mengira kuliah film cuma soal bikin video atau belajar kamera, padahal lebih dari itu.

Kamu juga akan belajar tentang bagaimana media bekerja, cara membangun cerita, hingga memahami pengaruh film terhadap masyarakat.

Di Universitas Cakrawala, bidang Televisi dan Film termasuk dalam jurusan Ilmu Komunikasi. Jadi, selain belajar produksi dan penyutradaraan, kamu juga akan memahami bagaimana media membentuk opini publik dan budaya populer di Indonesia.

Selama kuliah, kamu akan menelusuri berbagai mata kuliah yang relevan dengan dunia media dan perfilman Indonesia, seperti:

 

  • Media dan Masyarakat: Mempelajari hubungan antara media, audiens, dan budaya, serta bagaimana televisi dan film bisa memengaruhi cara berpikir masyarakat.
  • Produksi TV dan Audio: Belajar seluruh proses produksi siaran televisi, mulai dari ide, peran produser, penyutradaraan, hingga teknis audio. Mahasiswa juga praktik membuat program berita, talk show, dan dokumenter.
  • Teknologi Informasi dan Media Digital: Fokus pada penggunaan teknologi modern di industri kreatif seperti editing digital, sinematografi, dan manajemen konten berbasis internet.
  • Produksi Konten Media: Melatih kemampuan membuat berbagai jenis konten visual, dari video pendek untuk media sosial hingga film pendek dan program TV.
  • Penulisan Ide Kreatif: Mengasah kemampuan menulis ide, sinopsis, dan naskah film yang kuat.

 

Universitas Cakrawala juga dikenal sebagai kampus yang menyiapkan mahasiswanya siap kerja sejak semester pertama. Dengan kurikulum berbasis industri dan dukungan jaringan mitra profesional yang luas, kamu akan belajar langsung dari para praktisi yang sudah berpengalaman di dunia film dan media.

Menariknya lagi, kampus ini memberi kesempatan mahasiswa untuk magang sejak awal kuliah serta menyediakan sistem kuliah yang fleksibel bagi yang ingin sambil bekerja. Jadi, kamu bisa mendapatkan pengalaman akademik dan profesional secara bersamaan.

 

2. Perbanyak Referensi dan Belajar dari Film

Mulailah dengan menonton berbagai jenis film, dari karya sutradara Indonesia seperti Joko Anwar, Yandy Laurens, Kamila Andini hingga film internasional dari Christopher Nolan atau Hayao Miyazaki.

Perhatikan cara mereka menyusun cerita, membangun karakter, dan menyampaikan pesan melalui visual.

 

3. Mulai Membuat Karya Sederhana

Gunakan peralatan yang kamu punya, bahkan kamera ponsel pun cukup untuk belajar. Coba buat video pendek, dokumentasi kegiatan, atau film mini berdurasi satu menit.

Fokus pada ide dan pesan yang ingin disampaikan, bukan pada kualitas alat.

 

4. Ikut Komunitas dan Workshop Film

Cari komunitas pelajar atau workshop yang fokus pada produksi film. Di kota besar seperti Jakarta dan Yogyakarta, lembaga seperti Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang Film) sering mengadakan pelatihan terbuka.

Dari kegiatan ini, kamu bisa belajar langsung tentang penulisan naskah, penyutradaraan, sinematografi, dan editing.

 

5. Latih Kemampuan Kerja Tim

Produksi film adalah kerja kolaboratif. Mulailah bekerja sama dalam proyek kecil seperti video sekolah atau film pendek bersama teman.

Ini akan melatih kemampuan komunikasi dan tanggung jawab, yang menjadi dua hal penting di dunia produksi.

 

6. Siapkan Mental dan Konsistensi

Dunia film penuh tantangan, dari jadwal produksi yang padat hingga proses revisi yang panjang. Mahasiswa film harus sabar, tekun, dan terbuka terhadap kritik.

Tapi kalau kamu punya passion di dunia ini, semua prosesnya akan terasa menyenangkan.

 

Persyaratan Portofolio SNBP untuk Jurusan E-Televisi dan Film

Kalau kamu mau daftar Jurusan E-Televisi dan Film lewat jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi), kamu wajib tahu kalau selain nilai rapor, kampus juga menilai portofolio seni sebagai bagian dari seleksi.

Berdasarkan panduan resmi dari SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) yang dikelola oleh Kemendikbudristek, setiap jurusan di rumpun Seni, Desain, dan Olahraga punya format portofolio berbeda. Untuk jurusan E-Televisi dan Film, ada beberapa hal yang biasanya diminta:

 

1. Karya Visual atau Audiovisual

Kamu bisa ngumpulin karya seperti:

 

  • Video pendek berdurasi 1–3 menit (bebas tema, tapi orisinal).
  • Storyboard atau foto still frame dari karya yang kamu buat sendiri.
  • Naskah atau sinopsis film pendek yang menggambarkan ide ceritamu.

 

Nggak harus pakai kamera mahal. Kamu bisa membuat video cukup dari smartphone, asalkan gambarnya jelas.

 

2. Esai atau Pernyataan Diri

Selain karya visual, biasanya kamu juga diminta menulis esai pendek (sekitar 300–500 kata) tentang alasan memilih jurusan ini. Lewat esai ini, tim seleksi bisa menilai motivasi, cara berpikir, dan orisinalitas ide kamu.

Contoh topik yang sering muncul:

 

  • “Kenapa kamu tertarik di bidang Televisi dan Film?”
  • “Apa pengalaman kreatif yang paling berkesan buatmu?”

 

3. Format dan Cara Pengunggahan

Seluruh portofolio dikumpulkan secara online lewat sistem resmi SNPMB BPPP Kemendikbudristek di https://snpmb.bppp.kemdikbud.go.id.

Pastikan semua file:

 

  • Mengikuti format yang diminta (biasanya MP4, PDF, atau JPG).
  • Ukuran file sesuai batas maksimal (biasanya 100 MB per karya).
  • Diupload sebelum batas waktu yang ditentukan.

 

Kalau salah format atau telat unggah, sistem bakal otomatis menolak, jadi pastikan kamu baca panduan portofolio SNBP 2026 dengan teliti sebelum daftar.

 

Contoh Portofolio untuk Mendaftar Jurusan Film

Banyak calon mahasiswa yang mikir kalau mau daftar ke Jurusan Film itu harus punya karya yang keren banget, padahal nggak selalu begitu. Hal yang paling penting dari portofolio bukan “seberapa bagus” hasilnya, tapi seberapa kuat idemu dan seberapa jelas cara kamu menyampaikan pesan lewat visual.

Berikut beberapa contoh portofolio yang bisa kamu siapin buat seleksi jurusan film:

 

1. Video Pendek atau Film Mini

Ini jenis karya paling umum yang diminta dalam portofolio Jurusan Film. Durasinya biasanya 1–3 menit dan bisa dibuat dengan kamera HP asal pencahayaannya jelas.
Beberapa ide video pendek yang bisa kamu buat:

 

  • Cerita slice of life tentang kehidupan remaja.
  • Eksperimen visual tanpa dialog, tapi dengan pesan kuat.
  • Video dokumenter mini tentang lingkungan sekitar.

 

2. Naskah atau Sinopsis Film Pendek

Selain karya video, kamu bisa juga menyertakan naskah film pendek atau sinopsis cerita. Formatnya sederhana:

 

  • Judul
  • Premis (1 kalimat inti cerita)
  • Sinopsis (1–2 paragraf)
  • Dialog singkat (opsional)

 

Hal yang dicari dari sini adalah kemampuan storytelling kamu, yaitu bagaimana kamu membangun emosi dan pesan dalam cerita.

 

3. Still Frame atau Storyboard

Kalau kamu belum sempat bikin video, bisa juga pakai rangkaian foto (still frame) atau storyboard untuk menunjukkan kemampuan framing dan visual storytelling.

Kamu bisa bikin storyboard manual (gambar tangan) atau digital (pakai aplikasi seperti Canva, Storyboarder, atau ibisPaint).

 

4. Esai Motivasi atau Surat Pernyataan Diri

Beberapa kampus juga minta esai motivasi pendek yang menjelaskan alasanmu memilih jurusan film. Esai ini penting banget buat nunjukin ke tim seleksi kalau kamu bukan cuma suka nonton, tapi juga paham makna di balik film.

Kamu bisa cerita tentang:

 

  • Film apa yang paling menginspirasimu.
  • Kenapa kamu tertarik di dunia sinema.
  • Apa yang ingin kamu pelajari di kampus nanti.

 

5. Karya Tambahan (Opsional)

Kalau kamu punya karya lain yang masih berhubungan, bisa juga dimasukin sebagai pelengkap, misalnya:

 

  • Konten video YouTube atau TikTok yang kamu produksi sendiri.
  • Hasil editing video, animasi, atau ilustrasi digital.
  • Proyek dokumentasi acara sekolah atau kegiatan sosial.

 

Skill yang Harus Dimiliki Calon Mahasiswa TV dan Film

 

Syarat Masuk Jurusan Televisi dan Film

Sumber: Freepik

 

Dunia film dan televisi melibatkan banyak bidang kerja. Karena itu, calon mahasiswa perlu mempersiapkan diri dengan beberapa kemampuan dasar berikut.

 

  • Storytelling dan Penulisan Naskah: Kemampuan mengubah ide menjadi cerita yang menarik dan mudah dipahami penonton.
  • Sinematografi dan Visual Storytelling: Pemahaman dasar tentang cara bercerita lewat gambar, cahaya, dan komposisi visual.
  • Kerja Tim dan Kolaborasi Produksi: Mampu bekerja sama dengan berbagai peran dalam proses produksi film dan televisi.
  • Kreativitas dan Pemecahan Masalah: Terbiasa mencari solusi baru saat menghadapi kendala teknis atau ide kreatif di lapangan.
  • Penguasaan Teknologi Digital: Menguasai software editing video dan memahami tren distribusi konten digital.
  • Manajemen Waktu dan Disiplin Produksi: Mampu mengatur jadwal dan tanggung jawab agar produksi berjalan efisien.
  • Observasi dan Kepekaan Visual: Jeli melihat detail visual untuk menghasilkan karya yang realistis dan emosional.
  • Adaptabilitas di Lapangan: Siap bekerja di berbagai lokasi dan kondisi produksi yang dinamis.

 

 


 

Cek juga:

 

 


 

Frequently Ask Questions (FAQ)

1. Apa saja yang dibutuhkan untuk lolos seleksi jurusan TV dan Film?

Untuk bisa lolos seleksi Jurusan Televisi dan Film, kamu biasanya diminta menyiapkan portofolio karya kreatif, seperti video pendek, ide cerita, atau naskah film.

Beberapa kampus seperti Institut Kesenian Jakarta (IKJ) juga mewajibkan wawancara dan tes minat bakat untuk menilai motivasi serta kemampuan berpikir visual calon mahasiswa.

Selain itu, tunjukkan semangat belajar dan minat kuat terhadap dunia produksi agar penilai bisa melihat potensimu, bukan hanya hasil karyanya.

 

2. Apakah jurusan TV dan Film cocok untuk orang yang suka menulis?

Ya, sangat cocok. Di jurusan ini, kemampuan menulis tidak hanya digunakan untuk membuat artikel, tapi untuk menulis naskah, sinopsis, dan dialog film.

Mahasiswa yang suka menulis biasanya cepat memahami struktur cerita dan karakter, yang menjadi dasar dalam penulisan skenario dan storytelling visual. Banyak penulis skenario Indonesia yang awalnya hanya hobi menulis, kemudian berkembang menjadi sutradara atau produser film berkat latar belakang ini.

 

3. Apa perbedaan fokus studi Televisi dan studi Film?

Meskipun sama-sama belajar tentang media visual, keduanya punya fokus yang berbeda.

 

  • Studi Televisi lebih menekankan pada produksi program siaran seperti berita, talk show, variety show, dan reality show, yang membutuhkan ritme kerja cepat dan kolaboratif.
  • Sementara studi Film lebih berfokus pada produksi sinematik, yang menonjolkan aspek artistik, storytelling, dan pesan visual yang mendalam.

 

Keduanya sama-sama relevan di dunia industri kreatif Indonesia dan saling melengkapi dalam praktiknya.

 

4. Apakah harus bisa mengoperasikan kamera sebelum masuk jurusan ini?

Tidak perlu. Mahasiswa baru akan mempelajari teknik dasar sinematografi dan penggunaan kamera profesional sejak semester awal. Kampus biasanya mengajarkan mulai dari teori dasar pencahayaan, angle, komposisi, hingga praktik langsung di lapangan.

Jadi, yang paling penting bukan kemampuan teknis di awal, tapi rasa ingin tahu dan kemauan untuk belajar.

 

5. Apa peluang kerja setelah lulus dari jurusan Televisi dan Film?

Lulusan Jurusan Televisi dan Film memiliki prospek kerja yang sangat luas. Kamu bisa bekerja sebagai:

 

  • Sutradara
  • Penulis skenario
  • Editor video
  • Produser
  • Kameramen
  • Penata artistik
  • Creative director

 

Selain di stasiun televisi dan rumah produksi, lulusan juga banyak terjun ke industri digital dan platform streaming seperti YouTube, Netflix, atau layanan OTT lokal. Bahkan, banyak yang memilih jalur independen dengan menjadi content creator atau filmmaker freelance.

 

Bangun Karier Kreatifmu di Dunia Media Bersama Universitas Cakrawala!

Kalau kamu ingin belajar tentang dunia film dan televisi sekaligus memahami cara kerja komunikasi di baliknya, kamu bisa mempertimbangkan untuk kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Cakrawala

 

jurusan ilmu komunikasi

 

Di sini, kamu nggak cuma belajar teori, tapi juga praktik langsung dalam membuat konten kreatif, produksi media, serta memahami bagaimana pesan dan tayangan bisa membentuk opini publik dan budaya populer.

Banyak hal yang akan kamu dapatkan di Universitas Cakrawala, termasuk:

 

  • Program Penyaluran Kerja: peluang karier di lebih dari 1.000 mitra industri.
  • Magang Sejak Semester Pertama: pengalaman langsung di dunia kerja sejak awal kuliah.
  • Kurikulum Berbasis Industri: materi kuliah disusun bersama praktisi agar sesuai kebutuhan pasar kerja.
  • Dosen Praktisi: belajar langsung dari profesional yang aktif di bidang terkait.

 

Yuk, mulai langkah pertamamu menuju dunia film dan televisi profesional! Tanya-tanya dulu atau langsung daftar sekarang.

Banner Picture

Kategori:

School of Communication and Design

Cakrawala

Share

Penulis

Hasna Latifatunnisa

Hasna adalah Content Writer dengan lebih dari 4 tahun mennulis konten SEO di bidang bisnis, keuangan, teknologi, dan karier. Terampil dalam merancang strategi SEO yang meningkatkan peringkat pencarian dan keterlibatan audiens, penulis ini juga ahli dalam riset kata kunci dan audit konten, memastikan informasi yang disajikan akurat dan relevan untuk pembaca.

Logo Cakrawala Black

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.