Kenapa pendapat orang lain sering memengaruhi cara kita berpikir dan bertindak? Jawabannya bisa dijelaskan lewat psikologi sosial, cabang psikologi yang mempelajari perilaku manusia dalam interaksi sosial. Dari pengaruh teman, lingkungan, sampai dinamika kelompok, semuanya punya penjelasan ilmiah.
Yuk, simak pembahasan psikologi sosial secara lengkap di bawah ini!
Key Takeaways
- Psikologi sosial membantu memahami perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagaimana pikiran, sikap, dan tindakan dipengaruhi oleh lingkungan serta interaksi sosial.
- Ilmu psikologi sosial relevan untuk berbagai bidang, mulai dari pendidikan, dunia kerja, media, hingga hubungan interpersonal, karena berkaitan langsung dengan cara manusia berinteraksi dan mengambil keputusan.
- Bagi kamu yang ingin peluang karier lebih luas dengan bekal pemahaman perilaku manusia, Jurusan Psikologi Universitas Cakrawala bisa menjadi pilihan awal untuk membangun kompetensi yang relevan dengan dunia kerja.
Apa Itu Psikologi Sosial?
Psikologi sosial adalah cabang ilmu psikologi yang mempelajari bagaimana perilaku, pikiran, dan perasaan manusia dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya.
Fokus utamanya adalah melihat cara individu berinteraksi dengan orang lain, baik dalam kelompok kecil maupun masyarakat luas.
Lewat psikologi sosial, kita bisa memahami fenomena seperti ikut-ikutan tren, tekanan kelompok, hingga cara seseorang membentuk sikap terhadap orang lain. Ilmu ini dekat banget dengan kehidupan remaja karena banyak terjadi dalam pergaulan sehari-hari.
Definisi Psikologi Sosial Menurut Para Ahli

Sumber: Freepik
Beberapa tokoh dalam ilmu psikologi sosial memberikan definisi yang sampai sekarang masih sering digunakan:
- Menurut Gordon Allport, psikologi sosial adalah ilmu yang mempelajari bagaimana pikiran, perasaan, dan perilaku individu dipengaruhi oleh kehadiran orang lain. Kehadiran tersebut bisa bersifat nyata, seperti saat berinteraksi langsung, maupun simbolik, seperti pengaruh norma, budaya, atau opini masyarakat.
- David G. Myers menjelaskan psikologi sosial sebagai studi tentang bagaimana manusia berpikir tentang orang lain, memengaruhi, dan berhubungan satu sama lain. Fokusnya tidak hanya pada tindakan, tetapi juga pada proses berpikir dan perasaan yang muncul dalam interaksi sosial.
- Baron & Byrne mengungkapkan, psikologi sosial mempelajari perilaku individu yang dipengaruhi oleh interaksi sosial dan situasi sosial di sekitarnya. Definisi ini menekankan pentingnya konteks sosial, seperti lingkungan, peran sosial, dan kondisi tertentu, dalam membentuk perilaku manusia.
Cek juga:
- 21 Universitas dengan Jurusan Psikologi Terbaik di Indonesia
- 12 Daftar Universitas yang Ada Jurusan Psikologi di Jakarta
Ruang Lingkup Psikologi Sosial
Ruang lingkup psikologi sosial membahas berbagai aspek perilaku sosial manusia dalam kehidupan sehari-hari. Bidang ini juga melihat hubungan antarindividu dan kelompok dalam suatu lingkungan sosial.
Beberapa ruang lingkup utama dalam psikologi sosial antara lain:
- Pengaruh sosial: Pengaruh sosial membahas bagaimana sikap dan perilaku seseorang bisa berubah karena pengaruh orang lain. Contohnya, seseorang ikut pendapat mayoritas (konformitas) atau menaati aturan dan norma sosial meski sebenarnya kurang setuju (kepatuhan).
- Sikap dan perubahan sikap: Bagian ini membahas bagaimana sikap seseorang terbentuk dan bisa berubah seiring waktu. Perubahan sikap bisa terjadi karena informasi baru, pengalaman pribadi, atau pengaruh dari orang-orang terdekat seperti teman, keluarga, dan media sosial.
- Persepsi sosial: Persepsi sosial menjelaskan cara seseorang menilai dan memahami orang lain. Penilaian ini sering didasarkan pada penampilan atau kesan awal, sehingga bisa menimbulkan bias, yaitu penilaian yang kurang objektif.
- Interaksi dan hubungan sosial: Topik ini membahas cara manusia membangun hubungan dengan orang lain. Bentuknya bisa kerja sama, pertemanan, konflik, atau perilaku prososial seperti saling membantu dan berbagi.
Tiga Jenis Psikologi Sosial
Dalam psikologi sosial, kajiannya dapat dibagi menjadi tiga jenis utama berdasarkan fokus pembahasannya. Ketiga jenis ini saling berkaitan dan membantu memahami perilaku manusia dari sisi pikiran hingga tindakan nyata:
1. Pemikiran Sosial (Social Cognition)
Pemikiran sosial mempelajari cara manusia berpikir dan menafsirkan dunia sosial di sekitarnya. Fokusnya mencakup persepsi sosial, pembentukan stereotip, sikap, serta cara seseorang membangun keyakinan tentang diri sendiri dan orang lain.
Melalui kajian ini, psikologi sosial menjelaskan mengapa seseorang bisa menilai orang lain dengan cepat, bahkan sebelum benar-benar mengenalnya.
2. Pengaruh Sosial (Social Influence)
Pengaruh sosial meneliti bagaimana pikiran, perasaan, dan perilaku individu dipengaruhi oleh orang lain. Pembahasan utamanya meliputi kepatuhan, persuasi, serta dinamika kelompok dalam kehidupan sosial.
Jenis ini menjelaskan kenapa seseorang bisa mengubah pendapatnya karena tekanan kelompok atau mengikuti keputusan mayoritas.
3. Perilaku Sosial (Social Behavior)
Perilaku sosial menganalisis tindakan nyata manusia dalam situasi sosial. Contohnya termasuk altruisme, agresi, hubungan interpersonal, serta perilaku individu saat berada dalam kelompok.
Kajian ini membantu memahami bagaimana sikap dan pengaruh sosial akhirnya diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
Teori-Teori Psikologi Sosial
Dalam psikologi sosial, teori digunakan untuk menjelaskan mengapa manusia berpikir dan bertindak dengan cara tertentu dalam situasi sosial. Beberapa teori berikut menjadi dasar penting dalam memahami perilaku sosial manusia:
1. Teori Belajar Sosial (Social Learning Theory)
Teori belajar sosial dikemukakan oleh Albert Bandura, yang menekankan bahwa manusia belajar perilaku baru melalui observasi dan peniruan terhadap orang lain.
Proses ini disebut modeling, di mana individu meniru tindakan orang yang dianggap berpengaruh, seperti orang tua, teman, atau figur publik. Dalam psikologi sosial, teori ini menjelaskan kenapa perilaku di lingkungan sekitar sangat berpengaruh, termasuk dari media dan media sosial.
2. Teori Atribusi (Attribution Theory)
Teori atribusi membahas bagaimana seseorang menjelaskan penyebab suatu perilaku, baik perilaku diri sendiri maupun orang lain. Individu bisa mengaitkan perilaku dengan faktor internal (kepribadian, sikap) atau faktor eksternal (situasi, lingkungan).
Dalam kehidupan sehari-hari, kesalahan atribusi sering terjadi, misalnya ketika seseorang langsung menilai orang lain pemalas tanpa melihat kondisi yang sebenarnya.
3. Teori Identitas Sosial (Social Identity Theory)
Teori identitas sosial yang dikembangkan oleh Henri Tajfel menjelaskan bahwa identitas diri seseorang sebagian terbentuk dari keanggotaan dalam kelompok sosial, seperti kelompok pertemanan, komunitas, atau organisasi.
Individu cenderung merasa bangga terhadap kelompoknya sendiri (ingroup) dan membandingkannya dengan kelompok lain (outgroup). Hal ini bisa memengaruhi sikap, loyalitas, dan cara memperlakukan orang di luar kelompok.
4. Teori Disonansi Kognitif (Cognitive Dissonance Theory)
Teori ini dikemukakan oleh Leon Festinger, yang menjelaskan kondisi tidak nyaman saat seseorang memiliki keyakinan, sikap, atau perilaku yang saling bertentangan. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman tersebut, individu biasanya mengubah cara berpikir atau mencari pembenaran atas tindakannya.
Contohnya, seseorang yang tahu merokok berbahaya tapi tetap merokok akan mencari alasan agar tetap merasa nyaman dengan keputusannya.
Topik yang Dipelajari dalam Psikologi Sosial
Berikut beberapa topik utama yang dipelajari dalam psikologi sosial:
- Sikap dan perubahan sikap: Membahas proses terbentuknya sikap, cara mempertahankannya, serta faktor yang menyebabkan perubahan sikap.
- Pengaruh sosial: Mempelajari konformitas, kepatuhan, dan tekanan sosial yang memengaruhi perilaku individu dalam kelompok.
- Perilaku kelompok: Mengkaji dinamika kelompok, kerja sama, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan bersama.
- Persepsi sosial: Membahas cara individu menilai, memahami, dan memberi kesan terhadap orang lain dalam interaksi sosial.
- Prasangka dan stereotip: Mempelajari asal-usul prasangka sosial, stereotip, serta dampaknya terhadap hubungan antarindividu dan kelompok.
- Identitas sosial: Mengkaji pembentukan identitas diri berdasarkan keanggotaan dalam kelompok sosial tertentu.
- Agresi dan konflik sosial: Membahas penyebab perilaku agresif dan konflik, serta cara mengelolanya secara konstruktif.
- Perilaku prososial: Mempelajari tindakan positif seperti empati, menolong, dan kerja sama sosial.
- Hubungan interpersonal: Mengkaji hubungan pertemanan, daya tarik interpersonal, dan dinamika hubungan antar-individu.
- Pengaruh media dan media sosial: Mempelajari dampak media massa dan media sosial terhadap sikap, opini, dan perilaku masyarakat.
Tujuan dan Manfaat Mempelajari Psikologi Sosial

Sumber: Freepik
Mempelajari psikologi sosial bertujuan untuk memahami mengapa manusia berpikir, bersikap, dan bertindak dengan cara tertentu dalam situasi sosial. Ilmu ini membantu kita melihat perilaku manusia tidak hanya dari sisi individu, tetapi juga dari pengaruh lingkungan dan kelompok di sekitarnya.
Beberapa tujuan dan manfaat mempelajari psikologi sosial antara lain:
- Memahami perilaku manusia dalam kehidupan sosial: Psikologi sosial membantu menjelaskan mengapa seseorang bisa bertindak berbeda saat sendirian dan saat berada dalam kelompok. Pemahaman ini membuat kita lebih peka terhadap pengaruh lingkungan sosial di sekitar kita.
- Meningkatkan kemampuan komunikasi: Dengan memahami sikap dan persepsi sosial, kita bisa menyampaikan pendapat dengan cara yang lebih tepat. Hal ini juga membantu mengurangi kesalahpahaman dalam berinteraksi dengan orang lain.
- Mengembangkan empati dan toleransi: Psikologi sosial mengajarkan kita untuk melihat suatu masalah dari sudut pandang orang lain. Sikap ini penting untuk membangun hubungan sosial yang sehat dan saling menghargai.
- Mengelola konflik sosial dengan lebih baik: Ilmu ini membantu memahami penyebab konflik, baik yang berasal dari perbedaan sikap maupun kepentingan. Dengan begitu, konflik bisa disikapi secara lebih rasional dan konstruktif.
- Membantu pengambilan keputusan sosial: Psikologi sosial membuat kita sadar akan adanya pengaruh sosial dan bias dalam berpikir. Kesadaran ini membantu kita mengambil keputusan yang lebih objektif dan tidak mudah terpengaruh.
Cek juga:
Contoh Psikologi Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari
Psikologi sosial menjelaskan banyak perilaku yang sering kita alami tanpa disadari, terutama yang berkaitan dengan interaksi sosial dan dinamika kelompok. Berikut contoh-contohnya dalam kehidupan sehari-hari:
- Konformitas dalam pergaulan: Dalam kelompok pertemanan, seseorang sering menyesuaikan sikap, gaya berpakaian, atau cara berbicara agar diterima oleh kelompok. Tekanan kelompok membuat individu merasa perlu menyesuaikan diri meskipun sebenarnya memiliki pendapat berbeda.
- Pengaruh media sosial terhadap opini: Pendapat yang banyak didukung di media sosial sering dianggap lebih benar atau lebih populer. Fenomena ini berkaitan dengan pengaruh sosial dan validasi sosial, di mana individu menilai sesuatu berdasarkan reaksi orang lain.
- Stereotip dan prasangka sosial: Menilai seseorang hanya dari penampilan, asal daerah, atau latar belakang tertentu merupakan bentuk stereotip sosial. Jika stereotip ini terus dipercaya, dapat berkembang menjadi prasangka yang memengaruhi sikap dan perilaku terhadap orang lain.
- Perilaku prososial dalam kehidupan sosial: Tindakan seperti menolong teman, berbagi catatan pelajaran, atau ikut kegiatan sosial termasuk perilaku prososial. Perilaku ini dipengaruhi oleh empati, nilai moral, dan norma sosial yang berlaku.
- Konflik dalam kelompok: Konflik sering muncul karena perbedaan pendapat, kepentingan, atau cara pandang dalam suatu kelompok. Dalam psikologi sosial, konflik dipahami sebagai bagian dari dinamika kelompok yang wajar. Cara individu mengelola konflik sangat dipengaruhi oleh komunikasi dan hubungan sosial antaranggota.
FAQ
1. Apa perbedaan psikologi sosial dan psikologi kepribadian?
- Psikologi sosial mempelajari bagaimana lingkungan sosial, norma, dan interaksi dengan orang lain memengaruhi cara seseorang berpikir dan bertindak. Fokusnya ada pada situasi sosial, seperti pengaruh teman, tekanan kelompok, dan dinamika masyarakat.
- Sementara itu, psikologi kepribadian lebih meneliti sifat, karakter, dan pola perilaku individu yang cenderung konsisten dalam berbagai situasi. Cabang ini melihat faktor internal seperti kepribadian, temperamen, dan kecenderungan pribadi.
Jadi, psikologi sosial menekankan pengaruh luar, sedangkan psikologi kepribadian menekankan faktor dalam diri individu.
2. Apakah psikologi sosial hanya membahas perilaku kelompok?
Tidak. Meskipun sering membahas perilaku kelompok, psikologi sosial tetap berfokus pada individu sebagai subjek utama.
Ilmu ini ingin memahami bagaimana individu berpikir, merasa, dan bertindak saat berada dalam situasi sosial tertentu. Bahkan ketika membahas kelompok, yang dianalisis adalah respons individu terhadap pengaruh kelompok tersebut.
3. Apa fokus utama dalam psikologi sosial?
Fokus utama psikologi sosial adalah memahami pengaruh kehadiran orang lain terhadap perilaku manusia. Hal ini mencakup cara individu dalam:
- Membentuk sikap
- Menilai orang lain
- Menyesuaikan diri dengan norma sosial
Psikologi sosial juga mempelajari pengaruh sosial, persepsi sosial, dan interaksi antarindividu dalam berbagai konteks. Fokus ini membuat psikologi sosial relevan untuk menjelaskan fenomena sosial di kehidupan sehari-hari.
4. Apakah psikologi sosial sulit dipelajari?
Psikologi sosial tergolong mudah dipelajari, terutama bagi pelajar SMA, karena materinya dekat dengan pengalaman sehari-hari.
Banyak konsep psikologi sosial bisa dipahami lewat contoh nyata, seperti pengaruh teman sebaya atau media sosial. Selain itu, pembahasannya sering dikaitkan dengan situasi yang familiar dalam kehidupan remaja. Selama memahami konsep dasarnya, psikologi sosial justru terasa menarik dan aplikatif.
Siap Berkarier dengan Bekal Psikologi Sosial? Mulai Langkahmu Sekarang!
Pembahasan tentang psikologi sosial menunjukkan perilaku manusia tidak pernah lepas dari pengaruh lingkungan dan interaksi sosial. Pengetahuan ini penting sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang menuntut kemampuan komunikasi dan pemahaman manusia.
Kalau kamu ingin punya peluang karier yang lebih luas dengan bekal pemahaman tentang perilaku manusia dan dinamika sosial, kamu bisa memilih Jurusan Psikologi Universitas Cakrawala.

Di sini, kamu tidak hanya belajar teori, tetapi juga dibekali keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Keunggulan Jurusan Psikologi Universitas Cakrawala:
- Program penyaluran kerja dengan dukungan jaringan lebih dari 1.000 mitra industri di berbagai sektor.
- Magang sejak semester pertama, supaya kamu bisa membangun pengalaman dan portofolio lebih awal.
- Kurikulum berbasis industri, termasuk kajian perilaku manusia, psikologi sosial, dan penerapannya di dunia kerja.
- Dosen praktisi, dengan pengalaman bertahun-tahun di lapangan, sehingga pembelajaran lebih aplikatif dan relevan.
Yuk, mulai langkahmu memahami perilaku manusia sekaligus menyiapkan karier masa depan. Kamu bisa konsultasi gratis atau langsung daftar dan jadi bagian dari generasi yang siap bersaing di dunia kerja!