Apa Perbedaan Utama Psikologi dan Sosiologi? Cek di Sini!

School of Psychology and Education
Tayang 05 January 2026
Diperbarui 05 January 2026
Waktu Baca 8 minutes

Sudah Direview Oleh Expert

Ditulis oleh

Rahmawati

Siapa di sini yang masih keliru atau salah paham membedakan Psikologi dan Sosiologi? Kedua bidang ini memang sering bikin orang bingung karena kedengarannya mirip. Padahal, fokus dan bidang studi Psikologi dan Sosiologi itu beda banget, lho.

 

Kalau kamu penasaran soal perbedaan Psikologi dan Sosiologi, mulai dari apa yang dipelajari, skill yang dikembangkan, sampai prospek kerja dan gaji di kedua bidang, artikel ini bakal jelasin semuanya. Yuk, baca selengkapnya biar kamu makin paham!

 

Key Takeaways

 

  • Perbedaan antara psikologi dan sosiologi terletak pada fokusnya, dimana psikologi fokus ke perilaku & mental individu, sosiologi fokus ke masyarakat & interaksi sosial.
  • Prospek kerja serta gaji bidang psikologi dan sosiologi cukup berbeda, tapi keduanya tetap punya peluang luas, baik di sektor akademik maupun industri.
  • Di Universitas Cakrawala, Jurusan Psikologi mempelajari Psikologi Sosial sebagai titik temu dengan Sosiologi, dengan kurikulum berbasis industri, dosen praktisi, magang sejak semester pertama, dan penyaluran kerja ke 1000+ perusahaan.

 

Perbedaan Psikologi dan Sosiologi

 

Secara definisi, psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku dan proses mental manusia, seperti pikiran, emosi, motivasi, dan cara berinteraksi dengan lingkungan. Ilmu ini bertujuan untuk memahami, menjelaskan, dan membantu memecahkan masalah sehari-hari.

 

Sementara itu, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat, termasuk struktur sosial, perilaku individu dan kelompok, serta perubahan sosial. Tujuannya untuk memahami pola kehidupan sosial, menganalisis fenomena sosial, dan mencari solusi untuk masalah masyarakat.

 

Supaya lebih jelas dan gampang dibandingkan, ini dia tabel perbedaan psikologi dan sosiologi yang bakal bikin kamu langsung paham fokus masing-masing bidang:

 

Aspek

Psikologi

Sosiologi

Fokus Utama

Individu; mempelajari pikiran, emosi, motivasi, kepribadian, dan perilaku personal

Kelompok & masyarakat; mempelajari struktur sosial, norma, budaya, dan interaksi sosial

Apa yang Dipelajari

Pikiran, emosi, motivasi, fungsi kognitif, perilaku individu

Masyarakat, kelompok sosial, institusi, norma, budaya, dan struktur sosial

Contoh Topik

Depresi, kecanduan, trauma, hubungan interpersonal, perkembangan anak, cara kerja otak

Globalisasi, kemiskinan, ketidaksetaraan gender, dinamika kelas sosial, masalah kesehatan masyarakat

Pertanyaan yang Diajukan

“Mengapa individu ini berpikir/merasa/bertindak seperti ini?”

“Bagaimana masyarakat atau kelompok memengaruhi perilaku individu?”

Metode Penelitian

Eksperimen laboratorium, tes psikologi, analisis data kuantitatif

Observasi lapangan, wawancara, diskusi kelompok, analisis pola sosial secara kualitatif

Ruang Lingkup Masalah

Kesehatan mental, perkembangan manusia, gangguan perilaku, kepribadian

Ketimpangan sosial, dinamika keluarga, perubahan budaya, kebijakan publik dan pengaruhnya pada komunitas

 

Sederhananya, perbedaan utama antara psikologi dan sosiologi itu terletak pada skala analisis perilaku manusia yang dipelajari. Psikologi seperti mikro (orang per orang), sementara sosiologi seperti makro (sistem sosial secara keseluruhan).

 

Perbedaan Apa yang Dipelajari di Psikologi dan Sosiologi 

 

Perbedaan Psikologi dan Sosiologi

Sumber: Freepik

 

Di konteks perguruan tinggi, perbedaan antara psikologi dan sosiologi terlihat jelas dari mata kuliah yang dipelajari. Umumnya, baik Jurusan Psikologi maupun Sosiologi punya fokus dan topik yang berbeda sesuai bidang ilmunya.

 

Nah, ini dia perbedaan mata kuliah yang biasanya dipelajari di Psikologi dan Sosiologi:

 

Mata Kuliah Psikologi

 

  • Psikologi Umum/Dasar: Mempelajari cara manusia merasakan, berpikir, mengingat, dan termotivasi dalam kehidupan sehari-hari.
  • Psikologi Perkembangan: Fokus pada pertumbuhan dan perubahan manusia dari anak-anak hingga lanjut usia.
  • Psikologi Sosial: Mempelajari bagaimana interaksi dengan orang lain dan lingkungan memengaruhi perilaku.
  • Psikologi Klinis: Mengenal gangguan mental, cara mendiagnosis, dan menjaga kesehatan mental.
  • Biopsikologi: Menghubungkan fungsi otak dan sistem saraf dengan perilaku manusia.
  • Psikologi Industri & Organisasi (PIO): Memahami perilaku orang di tempat kerja dan organisasi.
  • Psikometri: Belajar membuat dan menggunakan tes atau kuesioner untuk mengukur perilaku dan kemampuan.
  • Konstruksi Alat Ukur: Praktik pembuatan kuesioner atau tes psikologi.
  • Asesmen Psikologi: Teknik wawancara, observasi, dan penilaian psikologis praktis.

 

Mata Kuliah Sosiologi

 

  • Pengantar Sosiologi: Mempelajari konsep dasar hubungan antarmanusia dan masyarakat.
  • Pengantar Ilmu Politik: Dasar-dasar kekuasaan dan sistem pemerintahan.
  • Filsafat Ilmu dan Logika: Dasar penalaran ilmiah dalam penelitian sosial.
  • Sistem Sosial Budaya Indonesia: Pemahaman khusus tentang struktur masyarakat dan kebudayaan di Indonesia. 
  • Teori Sosiologi Klasik: Mempelajari pemikiran tokoh awal seperti Karl Marx, Max Weber, dan Emile Durkheim.
  • Teori Sosiologi Modern: Membahas perkembangan teori kontemporer dalam melihat perubahan masyarakat.
  • Sosiologi Politik: Hubungan antara masyarakat, kekuasaan, dan negara.
  • Sosiologi Pendidikan: Dinamika sosial dalam lembaga pendidikan.
  • Sosiologi Keluarga: Struktur dan interaksi dalam unit terkecil masyarakat.
  • Sosiologi Perkotaan & Pedesaan: Perbedaan struktur sosial di desa dan kota.
  • Sosiologi Ekonomi & Industri: Hubungan antara aktivitas ekonomi, kerja, dan masyarakat.
  • Sosiologi Kesehatan: Analisis interaksi antar aktor dalam dimensi kesehatan masyarakat.
  • Sosiologi Hukum: Interaksi antara hukum dan masyarakat.
  • Sosiologi Gender: Pembahasan peran dan identitas gender dalam masyarakat. 

 

Perbedaan Skill yang Dikembangkan Psikologi dan Sosiologi

 

Selain berbeda dalam mata kuliah yang dipelajari, perbedaan antara psikologi dan sosiologi juga terlihat dari skill atau kemampuan yang dikembangkan selama kuliah. Supaya lebih jelas, berikut beberapa skill utama yang biasanya dikembangkan di kedua bidang:

 

Skill yang Dikembangkan di Psikologi

 

  • Empati & Komunikasi Interpersonal: Kemampuan memahami emosi orang lain dan berkomunikasi dengan efektif, penting untuk konseling atau interaksi klinis.
  • Analisis Perilaku Individu: Mengamati, menafsirkan, dan menganalisis perilaku, pikiran, dan emosi seseorang.
  • Penelitian Eksperimental: Merancang dan menjalankan eksperimen untuk menguji hipotesis tentang perilaku, termasuk penggunaan metode statistik sederhana.
  • Manajemen Informasi & Kerahasiaan: Mengelola data sensitif secara etis dan menjaga privasi klien.
  • Pemahaman Kesehatan Mental: Mengetahui dasar-dasar kesehatan mental dan cara merancang intervensi yang tepat.
  • Problem Solving & Pengambilan Keputusan: Mampu merancang solusi berbasis bukti untuk masalah individu atau kelompok kecil.

 

Skill yang Dikembangkan di Sosiologi

 

  • Pemikiran Analitis & Kritis: Menganalisis fenomena sosial, struktur, dan dinamika masyarakat dengan logika yang jelas.
  • Penelitian Sosial Skala Besar: Merancang survei, wawancara, atau diskusi kelompok untuk memahami perilaku dan institusi masyarakat.
  • Analisis Data Kuantitatif & Kualitatif: Menafsirkan data statistik dan data kualitatif untuk membangun argumen berbasis bukti.
  • Pemahaman Struktur & Interaksi Sosial: Memahami bagaimana institusi, norma, dan budaya memengaruhi perilaku manusia.
  • Kemampuan Beradaptasi: Menyesuaikan diri dengan berbagai lingkungan dan dinamika sosial yang berbeda.
  • Problem Solving Sosial: Merancang solusi untuk isu masyarakat atau kelompok besar berdasarkan analisis data dan pola sosial.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Perbedaan Prospek Kerja Psikologi dan Sosiologi

 

Perbedaan Psikologi dan Sosiologi

Sumber: Freepik

 

Walaupun psikologi dan sosiologi sama-sama mempelajari manusia, bidang pekerjaan yang bisa dimasuki lulusan tiap jurusan berbeda. Meski begitu, keduanya tetap punya peluang karier yang menjanjikan, kok.

 

Nah, berikut prospek kerja untuk lulusan Psikologi dan Sosiologi yang bisa jadi gambaran pilihan karier kamu ke depan:

 

Prospek Kerja Psikologi

 

  • Psikolog Klinis: Membantu pasien dengan masalah mental dan emosional, biasanya bekerja di rumah sakit atau klinik kesehatan mental seperti RSUP dan Klinik Pratama, sering membutuhkan lisensi profesional.
  • Konselor Sekolah/Karier: Memberikan bimbingan belajar dan karier bagi siswa, umumnya ditemui di sekolah menengah atau lembaga bimbingan belajar.
  • Psikolog Pendidikan: Membantu proses belajar-mengajar dan perkembangan siswa, biasanya bekerja di sekolah atau lembaga pendidikan, bisa juga lanjut studi S2 untuk spesialisasi.
  • Psikolog Industri & Organisasi (PIO): Menangani perilaku dan produktivitas karyawan di perusahaan seperti Unilever, Gojek, atau startup besar lainnya.
  • Peneliti Psikologi: Melakukan penelitian perilaku manusia, biasanya di universitas, lembaga riset seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), atau perusahaan yang punya divisi riset, bisa lanjut S2 untuk posisi senior.
  • Human Resources / Rekrutmen Specialist: Mengelola perekrutan dan pengembangan karyawan, bekerja di perusahaan besar seperti Telkom, Bank BCA, atau startup yang berkembang.

 

Prospek Kerja Sosiologi

 

  • Analis Kebijakan: Meneliti dan memberikan rekomendasi kebijakan publik, bisa bekerja di kementerian, lembaga pemerintah, atau think tank seperti LIPI dan CSIS.
  • Pekerja Sosial: Membantu masyarakat mengatasi masalah sosial, biasanya di panti asuhan, LSM, atau organisasi sosial.
  • Peneliti Pasar / Market Researcher: Menganalisis perilaku konsumen dan tren pasar, bekerja di perusahaan seperti Nielsen, Tokopedia, atau startup e-commerce.
  • Analis Data Sosial: Mengolah data sosial untuk riset atau perencanaan program, bisa bekerja di lembaga pemerintah, NGO, atau startup teknologi.
  • Pengembang Komunitas: Membantu membangun dan mengelola komunitas masyarakat, biasanya di LSM, yayasan, atau perusahaan yang punya program CSR (Corporate Social Responsibility).
  • Peneliti Akademis / Sosiolog Peneliti: Fokus penelitian fenomena sosial, biasanya bekerja di universitas, lembaga penelitian, atau melanjutkan S2/S3 untuk spesialisasi.

 

Perbedaan Gaji Bidang Psikologi dan Sosiologi

 

Secara umum, gaji di bidang psikologi cenderung lebih tinggi karena aplikasinya luas, mulai dari HR, marketing, konsultan, hingga bidang klinis, apalagi jika memiliki spesialisasi tertentu.

 

Namun, sosiologi juga menawarkan peluang gaji yang menarik, terutama di bidang riset, analisis kebijakan, atau pekerjaan korporat seperti SDM dan riset pasar.

 

Sebagai gambaran, lulusan Psikologi di posisi entry level seperti HR bisa mendapatkan sekitar Rp 5,6 juta – Rp 13,5 juta per bulan, sementara lulusan Sosiologi yang menjadi Market Researcher bisa mendapatkan sekitar Rp 5,3 juta – Rp 10,3 juta per bulan.

 

Angka tersebut tentunya bisa naik ya, karena gaji sebenarnya dipengaruhi pengalaman, spesialisasi, dan sektor industri tempat bekerja, bukan hanya jurusan sekadar semata.

 

Apa Persamaan Antara Psikologi dan Sosiologi?

 

Meskipun psikologi dan sosiologi punya fokus yang berbeda, keduanya sama-sama mempelajari perilaku manusia dari perspektif tertentu. Titik temu keduanya bahkan terlihat jelas dalam bidang Psikologi Sosial, yang menghubungkan aspek individu dan masyarakat.

 

Ini dia persamaan antara Psikologi dan Sosiologi beserta hubungannya:

 

  • Objek Kajian Sama: Keduanya meneliti perilaku manusia, tapi Psikologi fokus pada aspek mental individu, sementara Sosiologi fokus pada perilaku dalam konteks masyarakat.
  • Bagian dari Ilmu Sosial: Psikologi dan Sosiologi sama-sama dikategorikan sebagai ilmu sosial yang mempelajari kehidupan manusia dari perspektif berbeda.
  • Saling Melengkapi: Psikologi membutuhkan pemahaman konteks sosial untuk menjelaskan perilaku individu, sedangkan Sosiologi membutuhkan psikologi untuk memahami motif internal dalam perilaku sosial.
  • Psikologi Sosial Sebagai Titik Temu: Bidang ini mempelajari bagaimana individu dipengaruhi oleh situasi sosial dan norma di lingkungan sekitarnya, sekaligus menjelaskan interaksi antara individu dan kelompok.

 

Lebih Baik Mengambil Jurusan Psikologi atau Sosiologi?

 

Sebenarnya, tidak ada yang lebih baik secara mutlak antara Psikologi dan Sosiologi. Pilihan jurusan tergantung pada minat dan tujuan kariermu masing-masing.

 

Supaya lebih gampang dipahami, berikut ringkasan pilihannya:

 

  • Psikologi: Cocok untuk yang ingin mendalami jiwa manusia, kesehatan mental, dan membantu orang secara personal.
  • Sosiologi: Cocok untuk yang tertarik pada isu sosial, struktur masyarakat, kebijakan publik, riset sosial, dan interaksi kelompok dalam masyarakat.

 

Di Universitas Cakrawala, kamu nggak perlu bingung memilih antara Psikologi atau Sosiologi, karena Program Studi Psikologi juga mengenalkan konsep Psikologi Sosial yang menjadi titik temu keduanya.

 

Di sini, kurikulum pembelajarannya pun berbasis industri dengan dosen praktisi yang mendukung pengalaman belajar aplikatif, baik dari sisi psikologi maupun pemahaman konteks sosial.

 

Nantinya, kamu juga bisa memilih peminatan utama, misalnya Psikologi Klinis atau Psikologi Bisnis, yang membekali mahasiswa dengan kemampuan analitis, praktis, serta aplikatif.

 

Menariknya, kamu juga bisa mengikuti magang sejak semester pertama lho dan mendapatkan fasilitasi penyaluran kerja ke 1000+ perusahaan yang memudahkan kariermu.

 

jurusan psikologi

 


 

Cek juga:

 

 


 

FAQ

1. Mana yang Lebih Sulit, Psikologi atau Sosiologi?

 

Sebenarnya, tingkat kesulitan kedua jurusan tergantung minat dan kemampuanmu. Psikologi menekankan pemahaman perilaku dan mental individu, sedangkan Sosiologi fokus pada fenomena sosial dan interaksi kelompok.

 

Kalau kamu suka angka, analisis, dan teori sosial, Sosiologi bisa terasa lebih mudah, tapi kalau kamu tertarik psikologi manusia dan kesehatan mental, Psikologi bisa lebih pas buatmu.

 

2. Mana yang Lebih Menarik, Psikologi atau Sosiologi?

 

Keduanya menarik, tapi fokusnya berbeda. Psikologi seru untuk mempelajari pikiran, emosi, dan perilaku manusia, sedangkan Sosiologi asyik untuk memahami masyarakat, norma, dan interaksi kelompok. Pilih yang sesuai minatmu.

 

3. Apakah Sosiologi Masuk ke Psikologi?

 

Tidak secara langsung. Sosiologi dan Psikologi adalah jurusan terpisah, tapi ada bidang yang menghubungkan keduanya, yaitu Psikologi Sosial, yang mempelajari bagaimana perilaku individu dipengaruhi lingkungan sosial dan norma masyarakat.

 

4. Siapa yang Mendapat Gaji Lebih Tinggi, Sosiologi atau Psikologi?

 

Secara umum, lulusan Psikologi cenderung punya potensi gaji lebih tinggi karena aplikasinya luas, apalagi jika punya spesialisasi. Namun, lulusan Sosiologi juga bisa mendapatkan gaji tinggi, terutama di riset, analisis kebijakan, dan posisi korporat. Gaji tetap dipengaruhi pengalaman, spesialisasi, dan sektor pekerjaan.

 

5. Bagaimana Sosiologi dan Psikologi Bekerja Sama?

 

Keduanya saling melengkapi untuk memahami manusia secara utuh. Psikologi membantu menjelaskan perilaku dan motivasi individu, sementara Sosiologi menyoroti konteks sosial yang memengaruhi perilaku tersebut; titik temu ini terlihat jelas di bidang Psikologi Sosial.

 

Saatnya Tentukan Jurusan Favoritmu dan Kuliah di Kampus Siap Kerja Universitas Cakrawala!

 

Jadi, itulah penjelasan lengkap soal perbedaan psikologi dan sosiologi. Sekarang, kamu pasti sudah punya gambaran soal fokus masing-masing jurusan, mata kuliah yang dipelajari, skill yang dikembangkan, sampai prospek kerja dan gaji di kedua bidang.

 

Kalau kamu tertarik mendalami Psikologi dan ingin pengalaman belajar yang aplikatif, cara terbaik adalah kuliah di Program Studi S1 Psikologi Universitas Cakrawala.

 

Di sini, ilmu psikologi dipelajari secara komprehensif, mulai dari perilaku individu, Psikologi Sosial, hingga penerapan nyata di dunia kerja.

 

Berikut beberapa hal yang membuat kuliah di Universitas Cakrawala berbeda dari kampus lain:

 

  • Fasilitasi Penyaluran Kerja: Terhubung dengan 1000+ perusahaan di berbagai sektor, dari HRD, konseling, sampai riset sosial, memperluas peluang karier mahasiswa.
  • Kampus Siap Kerja: Kurikulum dan praktik langsung dirancang agar lulusan siap bersaing di dunia profesional.
  • Magang Sejak Semester Pertama: Mahasiswa bisa langsung terlibat praktik di lembaga, perusahaan, atau komunitas sosial, sehingga pengalaman kerja terbentuk sejak awal.
  • Kurikulum Berbasis Industri: Materi disusun bersama praktisi psikologi agar sesuai kebutuhan dunia kerja dan fenomena sosial terkini.
  • Dosen Praktisi: Belajar langsung dari profesional yang berpengalaman di bidang konseling, HR, psikologi klinis, maupun penelitian sosial.

 

Yuk, langsung saja daftar atau tanya-tanya gratis di sini untuk tahu lebih banyak program dan fasilitas di Program Studi Psikologi Universitas Cakrawala. Mulai kuliah dan raih impianmu lebih mudah sekarang juga!

 

Referensi

  1. Human Resources: Average Salary & Pay Trends 2025 [Buka]
  2. Market Researcher Jakarta, Indonesia - Average Pay 2025 [Buka]
Banner Picture

Kategori:

School of Psychology and Education

Cakrawala

Share

Penulis

Rahmawati

Rahmawati adalah SEO Content Writer dengan satu tahun pengalaman dalam menulis konten. Dari pengalamannya, Ia senang menciptakan artikel yang informatif untuk audiens di berbagai industri, mulai dari edukasi, media, finansial, hingga otomotif.

Logo Cakrawala Black

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.