Di dunia keuangan, akuntansi jadi fondasi penting untuk mengelola dan memahami kondisi finansial sebuah perusahaan.
Tapi, tahukah kamu kalau akuntansi itu nggak cuma satu jenis? Ya, ada akuntansi konvensional yang umum digunakan, dan ada juga akuntansi syariah yang dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip Islam.
Meski sekilas terlihat mirip karena sama-sama berkutat dengan angka dan laporan keuangan, ternyata keduanya punya perbedaan mendasar, lo. Nah, biar nggak bingung, kita bahas perbedaan akuntansi syariah dan konvensional secara lebih jelas di bawah ini, yuk!
Key Takeaways
- Akuntansi syariah adalah bidang akuntansi yang didasarkan pada prinsip-prinsip Islam, sedangkan akuntansi konvensional berlandaskan pada standar dan peraturan yang berlaku secara umum.
- Meskipun sama-sama akuntansi, tapi akuntansi syariah dan konvensional ternyata punya banyak perbedaan, baik dari dasar hukum, prinsip, tujuan, sampai transaksinya.
- Kuliah di jurusan Akuntansi Cakrawala University bikin kamu lebih siap terjun ke dunia profesional berkat pembelajaran seimbang antara teori dan praktik.
Perbedaan Akuntansi Syariah dan Konvensional

Sumber: Freepik
Kamu mungkin udah mulai kebayang perbedaan akuntansi syariah dan konvensional dari penjelasan tadi.
Tapi, nggak cuma itu aja, karena masih banyak hal lain yang bikin akuntansi syariah dan konvensional beda.
Biar makin paham, berikut perbedaan akuntansi syariah dan akuntansi konvensional:
1. Dasar Hukum
Perbedaan akuntansi syariah dan konvensional yang pertama adalah dasar hukumnya.
Akuntansi syariah punya dasar hukum Alquran, hadis, atau fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), atau bahkan fiqh muamalah (hukum Islam tentang transaksi ekonomi).
Sedangkan akuntansi konvensional dasar hukumnya berupa undang-undang, International Financial Reporting Standards (IFRS), dan peraturan pemerintah.
2. Prinsip Dasar
Akuntansi syariah berlandaskan prinsip Islam, seperti keadilan, kejujuran, dan bebas riba atau bunga.
Di sisi lain, akuntansi konvensional didasarkan pada standar umum dan masih pakai bunga dalam transaksi keuangannya.
3. Tujuan
Tujuan utama dari akuntansi syariah adalah mencari keberkahan, keadilan, kesejahteraan, dan pertanggung jawaban kepada Allah Swt..
Untuk akuntansi konvensional tujuan utamanya berfokus pada profit dan efisiensi bisnis dari suatu perusahaan.
4. Transaksi
Perbedaan akuntansi syariah dan akuntansi konvensional juga bisa dilihat dari transaksinya.
Dalam akuntansi syariah setiap transaksi harus pakai akad yang jelas dan sesuai syariat, seperti:
- Mudharabah atau bagi hasil
- Musyarakah atau kerja sama
- Murabahah atau jual beli dengan margin.
Sedangkan dalam akuntansi konvensional nggak ada ketentuan akad khusus berbasis syariah, tapi transaksi atau perjanjiannya harus sah di mata hukum.
5. Zakat
Kalau di akuntansi syariah zakat itu jadi hal yang penting.
Kamu atau perusahaan wajib menghitung, mencatat, dan melaporkan zakat sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan ibadah.
Sementara itu, akuntansi konvensional nggak mewajibkan zakat. Biasanya cuma ada pajak atau kewajiban lain sesuai aturan.
Cek Juga:
Tabel Perbedaan Akuntansi Syariah dan Akuntansi Konvensional
Supaya lebih gampang dipahami, kamu bisa ngecek tabel perbedaan akuntansi syariah dan konvensional di bawah ini:
Apa Itu Akuntansi Syariah?

Sumber: Freepik
Akuntansi syariah adalah cabang ilmu akuntansi yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam.
Sistem ini digunakan untuk mencatat, mengelola, dan melaporkan keuangan dengan tetap mengikuti aturan syariah.
Dalam praktiknya, seluruh transaksi keuangan nggak boleh asal-asalan, tapi harus sesuai dengan ketentuan Islam, seperti menghindari riba (bunga), ketidakpastian (gharar), serta aktivitas yang bersifat spekulatif seperti judi.
Akuntansi syariah didasarkan pada beberapa prinsip utama, yaitu:
- Keadilan
- Transparansi
- Amanah (kepercayaan)
- Akuntabilitas (tanggung jawab).
Dengan prinsip-prinsip tersebut, akuntansi syariah nggak hanya berfokus pada hasil, tapi juga pada proses yang benar dan sesuai nilai-nilai Islam.
Cek Juga:
Apa Itu Akuntansi Konvensional?
Akuntansi konvensional adalah sistem akuntansi yang digunakan secara umum untuk mencatat, mengelola, dan melaporkan keuangan suatu perusahaan atau organisasi.
Sistem ini berfokus pada penyajian informasi keuangan yang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis.
Akuntansi konvensional memperbolehkan penggunaan bunga dalam aktivitas keuangan, selama tetap mengikuti standar dan aturan yang berlaku.
Prinsip akuntansi konvensional meliputi:
- Objektivitas
- Konsistensi
- Transparansi
- Akuntabilitas.
Singkatnya nih, akuntansi konvensional lebih fokus pada aspek bisnis dan kinerja keuangan.
Cek Juga:
- Jurusan Akuntansi: Mata Kuliah, Kampus & Prospek Kerja
- Berapa Lama Kuliah S1 Akuntansi? Ini Info Lengkapnya!
FAQ
1. Akuntansi syariah itu seperti apa?
Akuntansi syariah adalah sistem pengelolaan keuangan yang dirancang supaya setiap aktivitas bisnis yang dijalankan tetap sesuai dengan prinsip Islam.
Jadi, nggak cuma fokus pada keuntungan, tapi juga memastikan semua prosesnya bebas dari riba, dilakukan secara transparan, dan mengikuti nilai-nilai yang sudah diatur dalam syariat.
Sistem ini menjunjung tinggi nilai-nilai penting seperti keadilan, amanah, dan tanggung jawab.
2. Apa tujuan akuntansi syariah?
Akuntansi syariah punya tujuan untuk menciptakan akuntabilitas, di mana setiap aktivitas keuangan harus jelas, jujur, dan bisa dipertanggungjawabkan.
Nggak cuma itu, akuntansi syariah juga bertujuan untuk menghadirkan keadilan sosial dan ekonomi. Artinya, sistem keuangan yang dijalankan nggak boleh merugikan salah satu pihak.
Tujuan utama lainnya adalah untuk menjaga transparansi dalam pengelolaan keuangan.
3. Apa saja 4 unsur yang dilarang dalam syariah?
Dalam prinsip syariah, ada beberapa hal yang harus dihindari dalam setiap aktivitas keuangan.
Unsur utama yang dilarang, yaitu:
- Riba (bunga)
- Gharar (ketidakpastian)
- Maysir dan qimar (spekulasi/judi)
- Jahl (ketidaktahuan).
Belajar Akuntansi di Cakrawala University dan Siapkan Dirimu Jadi Profesional Mulai dari Sekarang!
Sekarang udah tahu kan beda akuntansi syariah dan konvensional?
Jadi, kamu tertarik nggak nih belajar soal akuntansi di bangku perkuliahan?
Kalau tertarik, Cakrawala University punya jurusan Akuntansi yang bikin kamu siap terjun langsung jadi profesional di dunia kerja berkat skema 3 tahun kuliah dan 1 tahun praktik yang dimilikinya.
Nggak cuma itu, kuliah di Cakrawala University juga membuat kamu bisa dapetin kesempatan berikut:
- Program Penyaluran Kerja: Didukung lebih dari 1.000 mitra perusahaan, membuka peluang karier lebih luas.
- Magang Sejak Semester Pertama: Kamu bisa mempersiapkan skill lebih matang sejak awal.
- Kurikulum Berbasis Industri: Pembelajarannya dirancang sesuai dengan kebutuhan industri modern lewat teori dan praktik yang seimbang.
- Dosen Praktisi Profesional: Kesempatan belajar dengan dosen yang ahli di bidangnya.
Masih punya pertanyaan lain soal kuliah di Cakrawala University? Kamu bisa langsung konsultasi gratis di sini!