Perbedaan Akuntansi Syariah dan Konvensional, Jangan Salah!

School of Economics and Business
Tayang 30 March 2026
Diperbarui 30 March 2026
Waktu Baca 8 minutes

Sudah Direview Oleh Nabila Azzah Shafy Arkabintaan, S.E, M.Sc.

Ditulis oleh

Nik Nik Fadlah

Di dunia keuangan, akuntansi jadi fondasi penting untuk mengelola dan memahami kondisi finansial sebuah perusahaan. 

Tapi, tahukah kamu kalau akuntansi itu nggak cuma satu jenis? Ya, ada akuntansi konvensional yang umum digunakan, dan ada juga akuntansi syariah yang dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip Islam. 

Meski sekilas terlihat mirip karena sama-sama berkutat dengan angka dan laporan keuangan, ternyata keduanya punya perbedaan mendasar, lo. Nah, biar nggak bingung, kita bahas perbedaan akuntansi syariah dan konvensional secara lebih jelas di bawah ini, yuk!

 

Key Takeaways

 

  • Akuntansi syariah adalah bidang akuntansi yang didasarkan pada prinsip-prinsip Islam, sedangkan akuntansi konvensional berlandaskan pada standar dan peraturan yang berlaku secara umum.
  • Meskipun sama-sama akuntansi, tapi akuntansi syariah dan konvensional ternyata punya banyak perbedaan, baik dari dasar hukum, prinsip, tujuan, sampai transaksinya. 
  • Kuliah di jurusan Akuntansi Cakrawala University bikin kamu lebih siap terjun ke dunia profesional berkat pembelajaran seimbang antara teori dan praktik.

 

Perbedaan Akuntansi Syariah dan Konvensional

 

Perbedaan Akuntansi Syariah dan Konvensional

Sumber: Freepik

 

Kamu mungkin udah mulai kebayang perbedaan akuntansi syariah dan konvensional dari penjelasan tadi. 

Tapi, nggak cuma itu aja, karena masih banyak hal lain yang bikin akuntansi syariah dan konvensional beda.

Biar makin paham, berikut perbedaan akuntansi syariah dan akuntansi konvensional:

 

1. Dasar Hukum

Perbedaan akuntansi syariah dan konvensional yang pertama adalah dasar hukumnya. 

Akuntansi syariah punya dasar hukum Alquran, hadis, atau fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), atau bahkan fiqh muamalah (hukum Islam tentang transaksi ekonomi).

Sedangkan akuntansi konvensional dasar hukumnya berupa undang-undang, International Financial Reporting Standards (IFRS), dan peraturan pemerintah. 

 

2. Prinsip Dasar

Akuntansi syariah berlandaskan prinsip Islam, seperti keadilan, kejujuran, dan bebas riba atau bunga.

Di sisi lain, akuntansi konvensional didasarkan pada standar umum dan masih pakai bunga dalam transaksi keuangannya. 

 

3. Tujuan

Tujuan utama dari akuntansi syariah adalah mencari keberkahan, keadilan, kesejahteraan, dan pertanggung jawaban kepada Allah Swt..

Untuk akuntansi konvensional tujuan utamanya berfokus pada profit dan efisiensi bisnis dari suatu perusahaan. 

 

4. Transaksi

Perbedaan akuntansi syariah dan akuntansi konvensional juga bisa dilihat dari transaksinya. 

Dalam akuntansi syariah setiap transaksi harus pakai akad yang jelas dan sesuai syariat, seperti:

 

  • Mudharabah atau bagi hasil
  • Musyarakah atau kerja sama
  • Murabahah atau jual beli dengan margin.

 

Sedangkan dalam akuntansi konvensional nggak ada ketentuan akad khusus berbasis syariah, tapi transaksi atau perjanjiannya harus sah di mata hukum. 

 

5. Zakat 

Kalau di akuntansi syariah zakat itu jadi hal yang penting. 

Kamu atau perusahaan wajib menghitung, mencatat, dan melaporkan zakat sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan ibadah. 

Sementara itu, akuntansi konvensional nggak mewajibkan zakat. Biasanya cuma ada pajak atau kewajiban lain sesuai aturan. 

 


 

Cek Juga:

 

 


 

Tabel Perbedaan Akuntansi Syariah dan Akuntansi Konvensional

Supaya lebih gampang dipahami, kamu bisa ngecek tabel perbedaan akuntansi syariah dan konvensional di bawah ini:

 

Aspek

Akuntansi Syariah

Akuntansi Konvensional

Dasar Hukum

Berdasarkan Alquran, Hadis, fatwa MUI, dan fiqh muamalah (hukum Islam tentang transaksi ekonomi).

Berdasarkan undang-undang, standar seperti IFRS, dan peraturan pemerintah.

Prinsip Dasar

Berlandaskan nilai Islam seperti keadilan, kejujuran, transparansi, dan bebas riba.

Berdasarkan standar umum akuntansi dan masih menggunakan sistem bunga.

Tujuan

Mencapai keberkahan, keadilan, kesejahteraan, serta tanggung jawab kepada Allah Swt.. 

Fokus pada profit, efisiensi, dan kinerja keuangan perusahaan.

Transaksi

Harus menggunakan akad sesuai syariat seperti mudharabah (bagi hasil), musyarakah (kerja sama), dan murabahah (jual beli).

Nggak ada akad khusus, yang penting sah secara hukum dan sesuai aturan.

Zakat

Wajib menghitung, mencatat, dan melaporkan zakat sebagai tanggung jawab sosial dan ibadah.

Nggak ada kewajiban zakat, hanya pajak atau kewajiban lain sesuai regulasi.

 

Apa Itu Akuntansi Syariah?

 

Akuntansi Syariah

Sumber: Freepik

 

Akuntansi syariah adalah cabang ilmu akuntansi yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam.

Sistem ini digunakan untuk mencatat, mengelola, dan melaporkan keuangan dengan tetap mengikuti aturan syariah.

Dalam praktiknya, seluruh transaksi keuangan nggak boleh asal-asalan, tapi harus sesuai dengan ketentuan Islam, seperti menghindari riba (bunga), ketidakpastian (gharar), serta aktivitas yang bersifat spekulatif seperti judi. 

Akuntansi syariah didasarkan pada beberapa prinsip utama, yaitu:

 

  • Keadilan
  • Transparansi
  • Amanah (kepercayaan)
  • Akuntabilitas (tanggung jawab).

 

Dengan prinsip-prinsip tersebut, akuntansi syariah nggak hanya berfokus pada hasil, tapi juga pada proses yang benar dan sesuai nilai-nilai Islam.

 


 

Cek Juga:

 

 


 

Apa Itu Akuntansi Konvensional?

Akuntansi konvensional adalah sistem akuntansi yang digunakan secara umum untuk mencatat, mengelola, dan melaporkan keuangan suatu perusahaan atau organisasi. 

Sistem ini berfokus pada penyajian informasi keuangan yang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis.

Akuntansi konvensional memperbolehkan penggunaan bunga dalam aktivitas keuangan, selama tetap mengikuti standar dan aturan yang berlaku.

Prinsip akuntansi konvensional meliputi:

 

  • Objektivitas
  • Konsistensi
  • Transparansi
  • Akuntabilitas.

 

Singkatnya nih, akuntansi konvensional lebih fokus pada aspek bisnis dan kinerja keuangan.

 


 

Cek Juga:

 

 


 

FAQ

1. Akuntansi syariah itu seperti apa?

Akuntansi syariah adalah sistem pengelolaan keuangan yang dirancang supaya setiap aktivitas bisnis yang dijalankan tetap sesuai dengan prinsip Islam. 

Jadi, nggak cuma fokus pada keuntungan, tapi juga memastikan semua prosesnya bebas dari riba, dilakukan secara transparan, dan mengikuti nilai-nilai yang sudah diatur dalam syariat.

Sistem ini menjunjung tinggi nilai-nilai penting seperti keadilan, amanah, dan tanggung jawab.

 

2. Apa tujuan akuntansi syariah?

Akuntansi syariah punya tujuan untuk menciptakan akuntabilitas, di mana setiap aktivitas keuangan harus jelas, jujur, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Nggak cuma itu, akuntansi syariah juga bertujuan untuk menghadirkan keadilan sosial dan ekonomi. Artinya, sistem keuangan yang dijalankan nggak boleh merugikan salah satu pihak.

Tujuan utama lainnya adalah untuk menjaga transparansi dalam pengelolaan keuangan.

 

3. Apa saja 4 unsur yang dilarang dalam syariah?

Dalam prinsip syariah, ada beberapa hal yang harus dihindari dalam setiap aktivitas keuangan.

Unsur utama yang dilarang, yaitu:

 

  • Riba (bunga)
  • Gharar (ketidakpastian)
  • Maysir dan qimar (spekulasi/judi) 
  • Jahl (ketidaktahuan).

 

Belajar Akuntansi di Cakrawala University dan Siapkan Dirimu Jadi Profesional Mulai dari Sekarang!

Sekarang udah tahu kan beda akuntansi syariah dan konvensional?

Jadi, kamu tertarik nggak nih belajar soal akuntansi di bangku perkuliahan?

Kalau tertarik, Cakrawala University punya jurusan Akuntansi yang bikin kamu siap terjun langsung jadi profesional di dunia kerja berkat skema 3 tahun kuliah dan 1 tahun praktik yang dimilikinya. 

Nggak cuma itu, kuliah di Cakrawala University juga membuat kamu bisa dapetin kesempatan berikut:

 

  • Program Penyaluran Kerja: Didukung lebih dari 1.000 mitra perusahaan, membuka peluang karier lebih luas.
  • Magang Sejak Semester Pertama: Kamu bisa mempersiapkan skill lebih matang sejak awal.
  • Kurikulum Berbasis Industri: Pembelajarannya dirancang sesuai dengan kebutuhan industri modern lewat teori dan praktik yang seimbang.
  • Dosen Praktisi Profesional: Kesempatan belajar dengan dosen yang ahli di bidangnya.

 

Masih punya pertanyaan lain soal kuliah di Cakrawala University? Kamu bisa langsung konsultasi gratis di sini!

Banner Picture

Kategori:

School of Economics and Business

Cakrawala

Share

Penulis

Nik Nik Fadlah

Nik Nik Fadlah adalah SEO Content Writer yang berfokus pada strategi organic growth melalui riset keyword, analisis search intent, dan optimasi on-page. Ia berpengalaman mengembangkan konten edukasi, finansial, properti, dan lifestyle dengan pendekatan SEO terukur untuk meningkatkan visibility, ranking, dan conversion secara organik.

Reviewer Expert

Nabila Azzah Shafy Arkabintaan, S.E, M.Sc.

Nabila Azzah Shafy Arkabintaan adalah Dosen Finance dan Bisnis Digital Cakrawala University dengan latar belakang magister Accounting & Finance dari The University of Edinburgh dan pengalaman di EY (Ernst & Young) Indonesia. Dengan keahlian dalam audit dan transformasi digital, Nabila berfokus pada pengembangan kurikulum yang relevan dan inovatif, serta memastikan mahasiswa siap mengelola dan memimpin inisiatif bisnis di era digital melalui pendekatan berbasis teknologi dan data.

Artikel Lainnya
Logo Cakrawala Black

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.