Jadi guru SD itu bukan cuma soal ngajar baca dan hitung. Di tahap ini, anak-anak lagi membentuk dasar cara berpikir dan karakter mereka. Makanya, peran guru SD penting banget.
Nah, sebelum melangkah lebih jauh, penting tahu jurusan apa yang memang disiapkan untuk jadi guru SD. Yuk, kita bahas jurusan apa yang harus kamu ambil untuk menjadi guru SD!
Key Takeaways
- Kalau ingin jadi guru SD, jalur paling tepat adalah PGSD atau PGMI. Kurikulumnya memang fokus pada pedagogik, perkembangan anak, dan praktik mengajar di jenjang sekolah dasar.
- Setelah lulus S1, mengikuti PPG akan membantu kamu mendapatkan sertifikat pendidik. Ini jadi nilai tambah besar, terutama jika ingin mengajar sebagai ASN atau mendapatkan tunjangan profesi.
- Memilih program seperti PGSD Cakrawala dengan kurikulum global, magang sejak awal, dan dukungan penyaluran kerja bisa membuatmu lebih siap terjun ke dunia pendidikan setelah lulus.
Pilihan Jurusan untuk Menjadi Guru SD
Berbeda dengan beberapa profesi lain, jalur jadi guru SD itu sebenarnya sudah cukup jelas. Kamu tidak bisa sembarang ambil jurusan lalu langsung mengajar di sekolah dasar. Ada program studi yang memang dirancang khusus untuk mencetak calon guru SD profesional.
Berikut dua jurusan utama yang paling relevan:
1. Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar atau PGSD adalah jalur paling tepat jika tujuanmu jelas ingin menjadi guru SD. Program studi ini memang dirancang khusus untuk menyiapkan calon pendidik di jenjang pendidikan dasar.
Di PGSD, kamu tidak hanya belajar materi pelajaran SD seperti Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS. Kamu juga belajar bagaimana cara menyampaikannya dengan metode yang sesuai usia anak 6–12 tahun. Karena mengajar anak SD itu bukan sekadar menjelaskan, tapi juga membangun suasana belajar yang menyenangkan dan efektif.
Salah satu contoh kampus yang memiliki program ini adalah Jurusan PGSD Cakrawala University. Program Studi ini dirancang untuk mencetak pendidik profesional bagi anak usia dini hingga sekolah dasar.
Menariknya, kurikulumnya mengintegrasikan pendekatan global seperti Cambridge, Montessori, dan International Baccalaureate (IB). Artinya, mahasiswa tidak hanya memahami teori pendidikan, tetapi juga dibekali keterampilan praktis untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Selama kuliah, kamu akan mempelajari:
- Dasar-dasar pendidikan anak (teori dan filosofi pendidikan)
- Psikologi perkembangan anak
- Metode global seperti Cambridge, Montessori, dan IB
- Perancangan media pembelajaran, mulai dari alat peraga hingga teknologi digital
- Manajemen kelas dan komunikasi efektif dengan anak serta orang tua
Dari sisi prospek, lulusan PGSD punya peluang kerja yang luas. Kamu bisa menjadi guru PAUD dan SD di sekolah nasional maupun internasional, konsultan pendidikan anak, hingga pengembang kurikulum berbasis global.
Dengan bekal kurikulum berbasis industri pendidikan, peluang magang, serta jaringan mitra yang luas, mahasiswa dipersiapkan agar lebih siap kerja setelah lulus.
Beberapa keunggulan yang bisa dipertimbangkan:
- Prospek kerja luas di dunia pendidikan
- Kesempatan membangun relasi dengan dosen, praktisi, dan mitra institusi pendidikan nasional hingga internasional
- Potensi gaji kompetitif, terutama di sekolah internasional atau sebagai konsultan pendidikan
- Program penyaluran kerja ke lebih dari 1.000 sekolah mitra lokal dan internasional
2. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
Selain PGSD, jurusan lain yang juga relevan adalah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah atau PGMI.
PGMI adalah program studi yang dirancang untuk mencetak guru Madrasah Ibtidaiyah (MI), yaitu jenjang sekolah dasar berbasis Islam yang berada di bawah Kementerian Agama. Secara struktur, MI setara dengan SD, tetapi memiliki tambahan porsi pembelajaran agama yang lebih mendalam.
Di jurusan ini, kamu akan mempelajari dua aspek penting sekaligus:
- Mata pelajaran umum seperti Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS
- Mata pelajaran keagamaan seperti Fikih, Akidah Akhlak, Al-Qur’an Hadis, dan Sejarah Kebudayaan Islam
Karena itu, lulusan PGMI tidak hanya dibekali kemampuan pedagogik untuk mengajar anak usia sekolah dasar, tetapi juga pemahaman nilai-nilai keislaman yang kuat.
PGMI cocok untuk kamu yang:
- Ingin mengajar di Madrasah Ibtidaiyah
- Tertarik pada pendidikan berbasis Islam
- Ingin mengintegrasikan pembelajaran akademik dan pendidikan karakter religius
Dari sisi prospek kerja, lulusan PGMI bisa menjadi guru di MI negeri maupun swasta, sekolah Islam terpadu, atau lembaga pendidikan berbasis pesantren. Jalur kariernya juga bisa dilanjutkan dengan mengikuti Program Profesi Guru (PPG) untuk mendapatkan sertifikasi dan tunjangan profesi.
Cek juga:
- Jurusan PGSD: Keterampilan, Mata Kuliah, dan Prospek Kerja
- Jurusan PGSD Belajar Apa Saja? Ini Mata Kuliahnya!
- 9 Beasiswa Jurusan PGSD 2026, Cari Tahu Benefitnya!
Apa Itu Program Profesi Guru (PPG) dan Apakah Wajib?

Sumber: Freepik
Setelah lulus dari jurusan seperti PGSD atau PGMI, apakah kamu bisa langsung menjadi guru profesional? Jawabannya: belum sepenuhnya.
Ada satu tahap penting yang perlu kamu ketahui, yaitu Program Profesi Guru atau PPG.
PPG adalah program pendidikan lanjutan yang dirancang untuk mempersiapkan lulusan S1 Kependidikan maupun non-kependidikan agar memiliki kompetensi sebagai guru profesional. Program ini menjadi syarat untuk mendapatkan sertifikat pendidik, yang nantinya berpengaruh pada status dan tunjangan profesi.
Secara umum, PPG bertujuan untuk:
- Memperdalam kompetensi pedagogik
- Mengasah praktik mengajar secara langsung
- Melatih penyusunan perangkat pembelajaran
- Menilai kesiapan calon guru sebelum terjun ke sekolah
Ada dua jenis PPG yang umum dikenal:
- PPG Prajabatan: untuk lulusan baru yang belum menjadi guru.
- PPG Dalam Jabatan: untuk guru yang sudah mengajar tetapi belum memiliki sertifikat pendidik.
Lalu, apakah PPG wajib?
Kalau kamu ingin menjadi guru profesional yang tersertifikasi dan berpeluang mendapatkan tunjangan profesi dari pemerintah, maka PPG sangat penting. Terutama jika ingin menjadi guru ASN atau mengikuti seleksi PPPK, sertifikat pendidik menjadi salah satu nilai tambah besar.
Jadi, jalurnya kurang lebih seperti ini: S1 PGSD/PGMI → PPG → Sertifikat Pendidik → Guru Profesional.
Mata Kuliah yang Dipelajari di Jurusan PGSD
Kuliah di jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar bukan cuma belajar materi SD, tapi juga belajar bagaimana cara mengajarkannya dengan efektif. Kamu akan dibekali teori pendidikan, praktik mengajar, hingga pengembangan media pembelajaran yang kreatif.
Berikut beberapa mata kuliah yang umumnya dipelajari di PGSD:
- Psikologi Perkembangan Anak: Mempelajari tahapan perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak usia 6–12 tahun agar metode mengajar sesuai dengan karakter siswa.
- Strategi Pembelajaran SD: Membahas berbagai metode dan model pembelajaran tematik yang aktif dan menyenangkan.
- Kurikulum dan Perencanaan Pembelajaran: Mengajarkan cara menyusun modul ajar, RPP, serta merancang kegiatan belajar yang terstruktur.
- Media dan Teknologi Pembelajaran: Melatih mahasiswa membuat alat peraga, bahan ajar kreatif, hingga memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran.
- Praktik Pengalaman Lapangan (PPL): Mahasiswa terjun langsung ke sekolah untuk praktik mengajar dan mengelola kelas secara nyata.
Skill yang Harus Dimiliki Jika Ingin Jadi Guru SD
Menjadi guru SD tidak cukup hanya pintar secara akademik. Kamu perlu kombinasi kemampuan teknis dan kemampuan personal agar bisa mengajar dengan efektif dan membangun hubungan baik dengan siswa.
Berikut skill yang penting dimiliki:
Hard skill (kemampuan teknis)
- Menyusun modul ajar dan perangkat pembelajaran: Mampu merancang tujuan, materi, metode, dan evaluasi pembelajaran secara sistematis.
- Manajemen kelas: Mengatur suasana kelas agar tetap tertib, aktif, dan kondusif untuk belajar.
- Evaluasi dan penilaian hasil belajar: Membuat soal, memberi penilaian objektif, serta menganalisis perkembangan siswa.
- Penguasaan literasi dan numerasi dasar: Karena guru SD mengajar banyak mata pelajaran, kemampuan dasar ini harus kuat.
- Pemanfaatan media dan teknologi pembelajaran: Menggunakan alat peraga, presentasi digital, atau aplikasi edukasi agar pembelajaran lebih menarik.
Soft skill (kemampuan personal)
- Sabar dan empati: Anak usia SD memiliki karakter yang beragam dan masih dalam tahap perkembangan.
- Komunikatif: Mampu menjelaskan materi dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami.
- Kreatif: Mengemas pembelajaran agar tidak membosankan dan lebih interaktif.
- Disiplin dan tanggung jawab: Guru menjadi contoh bagi siswa, sehingga sikap profesional sangat penting.
- Kemampuan problem solving: Mampu menyelesaikan konflik kecil di kelas dan menghadapi situasi tak terduga dengan tenang.
Jalur Karier Guru SD

Sumber: Freepik
Setelah lulus dari jurusan seperti PGSD atau PGMI dan mengikuti Program Profesi Guru, kamu punya beberapa pilihan jalur karier. Profesi guru SD tidak hanya terbatas di satu jenis sekolah saja, tapi bisa berkembang sesuai minat dan kompetensi:
1. Guru SD Negeri (ASN atau PPPK)
Banyak lulusan ingin menjadi guru di sekolah negeri melalui jalur ASN atau PPPK. Guru negeri ditempatkan di sekolah yang berada di bawah pemerintah daerah.
Contoh sekolah negeri di Indonesia antara lain SD Negeri Menteng 01 dan SD Negeri 05 Pagi.
Sebagai guru negeri, kamu akan mendapatkan gaji pokok sesuai golongan serta berbagai tunjangan. Total penghasilan biasanya berada di kisaran Rp4–8 juta per bulan, tergantung masa kerja, golongan, dan sertifikasi.
Jalur ini cocok untuk kamu yang menginginkan stabilitas dan jenjang karier yang jelas.
2. Guru SD Swasta
Sekolah swasta juga banyak membutuhkan guru SD berkualitas. Sistem kerja dan budaya sekolah biasanya lebih fleksibel, tergantung kebijakan yayasan.
Contohnya seperti SD Al Azhar atau SD Santa Ursula.
Gaji guru SD swasta umumnya berkisar Rp3–6 juta per bulan, tetapi bisa lebih tinggi di sekolah swasta unggulan.
3. Guru di Sekolah Internasional
Kalau kamu menguasai bahasa Inggris dan familiar dengan kurikulum global, peluang mengajar di sekolah internasional juga terbuka.
Beberapa contoh sekolah internasional di Indonesia adalah Jakarta Intercultural School dan British School Jakarta.
Sekolah jenis ini biasanya menggunakan kurikulum Cambridge atau IB. Dari sisi penghasilan, gaji bisa mulai dari Rp7 juta hingga belasan juta rupiah per bulan, tergantung pengalaman dan kualifikasi.
4. Tutor atau Bimbingan Belajar
Selain mengajar di sekolah formal, kamu juga bisa menjadi tutor privat atau bergabung dengan lembaga bimbingan belajar seperti Ruangguru atau Primagama.
Penghasilan tutor cukup fleksibel dan tergantung jumlah siswa serta jam mengajar. Bahkan, ada yang membuka kelas belajar sendiri atau usaha kursus kecil.
5. Jenjang Karier ke Posisi Manajerial
Dengan pengalaman dan sertifikasi tambahan, guru SD bisa naik jabatan menjadi wali kelas senior, wakil kepala sekolah, hingga kepala sekolah.
Contohnya, kepala sekolah di lembaga seperti SD Labschool Jakarta memiliki tanggung jawab manajerial yang besar sekaligus penghasilan yang lebih tinggi dibanding guru kelas.
FAQ
1. Apakah harus lulusan PGSD untuk jadi guru SD?
Idealnya, iya. Lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar memang dipersiapkan khusus untuk mengajar di jenjang SD karena kurikulumnya fokus pada pedagogik dan materi sekolah dasar.
Namun, lulusan jurusan lain tetap punya peluang menjadi guru dengan mengikuti Program Profesi Guru (PPG) agar mendapatkan sertifikat pendidik.
2. Apakah guru SD harus bisa semua mata pelajaran?
Secara umum, iya. Guru SD biasanya mengajar beberapa mata pelajaran dasar seperti Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS.
Karena itu, penguasaan literasi dan numerasi sangat penting. Meski begitu, di beberapa sekolah ada sistem pembagian guru mapel tertentu, tergantung kebijakan sekolah.
3. Apakah guru SD bisa lanjut S2?
Bisa banget. Banyak guru SD melanjutkan studi ke jenjang S2, misalnya di bidang pendidikan dasar, manajemen pendidikan, atau bidang studi tertentu.
Selain meningkatkan kompetensi, gelar S2 juga bisa membuka peluang kenaikan jabatan dan peningkatan penghasilan.
4. Apakah peluang kerja guru SD masih besar di Indonesia?
Ya, peluangnya masih besar. Indonesia masih membutuhkan banyak tenaga pendidik, terutama di daerah yang kekurangan guru.
Dengan pertumbuhan sekolah swasta dan internasional, kebutuhan guru SD juga terus berkembang. Artinya, prospek karier di bidang ini relatif stabil dalam jangka panjang.
Cek juga:
- 5 Kelebihan dan Kekurangan Jurusan PGSD, Yuk Simak!
- Apakah Jurusan PGSD Bisa Mengajar di SMP? Ini Jawabannya!
Wujudkan Mimpimu Lewat PGSD Cakrawala!
Menjadi guru SD bukan sekadar pekerjaan, tapi profesi yang punya peran besar dalam membentuk generasi masa depan. Dibutuhkan ilmu pendidikan yang tepat, latihan praktik mengajar, serta pengembangan skill yang konsisten sejak bangku kuliah.
Kalau kamu ingin menempuh jurusan PGSD dengan pendekatan yang modern dan relevan dengan kebutuhan pendidikan global, penting memilih kampus yang tepat sejak awal. Dengan integrasi kurikulum global, mahasiswa PGSD Cakrawala University dipersiapkan untuk bersaing di dunia pendidikan nasional maupun internasional.

Kenapa memilih Cakrawala University?
- Program penyaluran kerja dengan dukungan lebih dari 1.000 mitra industri dari berbagai sektor
- Magang sejak semester pertama, sehingga pengalaman dan portofolio bisa dibangun lebih awal
- Kurikulum berbasis industri yang disusun sesuai kebutuhan dunia kerja
- Dosen praktisi berpengalaman, sehingga pembelajaran lebih aplikatif dan relevan
Kalau kamu sudah yakin ingin menjadi guru SD profesional, sekarang saatnya mengambil langkah pertama. Langsung daftar atau tanya-tanya gratis dulu, dan mulai perjalanan kariermu dari sekarang!