Jurusan Ilmu Administrasi Negara sering dianggap identik dengan dunia pemerintahan saja. Faktanya, lulusan Administrasi Negara punya banyak peluang kerja di sektor publik, swasta, hingga lembaga non-profit.
Nah, buat kamu yang penasaran jurusan Ilmu Administrasi Negara kerja apa setelah lulus, artikel ini bakal membahas daftar pekerjaan, prospek karier, dan skill yang dibutuhkan. Yuk, simak sampai selesai!
Key Takeaways
- Lulusan Ilmu Administrasi Negara punya peluang kerja luas, mulai dari sektor pemerintahan, publik non-pemerintah, hingga perusahaan swasta.
- Prospek karier lulusan Administrasi Negara beragam, mulai dari ASN, analis kebijakan, staf legislatif, HRD, konsultan bisnis, hingga jurnalis politik atau dosen.
- Untuk mendukung karier di bidang manajemen dan administrasi publik, Jurusan Manajemen Universitas Cakrawala menawarkan kurikulum berbasis industri, magang sejak semester 1, dan penyaluran kerja ke 1.000+ perusahaan serta lembaga mitra.
Prospek Kerja di Sektor Pemerintahan
Lulusan Administrasi Negara memiliki peluang besar untuk bekerja langsung dalam pengelolaan negara dan birokrasi. Berikut beberapa prospek kerja di sektor pemerintahan yang bisa kamu pertimbangkan:
1. Aparatur Sipil Negara (ASN)
Pertama, lulusan Administrasi Negara bisa bekerja sebagai ASN di berbagai instansi, seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan, hingga pemerintah daerah, baik sebagai analis, perencana, maupun pelaksana administrasi.
Di sini, gaji pokok ASN lulusan S1 (golongan IIIa) berkisar Rp 2.785.700 – Rp 4.575.200 per bulan, belum termasuk tunjangan kinerja (tukin) instansi, daerah penempatan, dan jabatan fungsional yang diberikan instansi.
Dalam keseharian, ASN bertugas memastikan birokrasi berjalan lancar dan masyarakat mendapat layanan publik. Berikut tugas-tugas utama ASN:
- Menyusun dan menjalankan administrasi pemerintahan sesuai aturan
- Mengelola dokumen, arsip, dan laporan instansi pemerintah
- Memberikan layanan langsung kepada masyarakat di bidang administrasi
- Mengkoordinasikan program dan kegiatan antar unit di instansi terkait
- Mengawasi pelaksanaan kebijakan agar sesuai regulasi
2. Analis Kebijakan

Sumber: Freepik
Analis Kebijakan bertugas merancang dan mengevaluasi kebijakan agar masalah masyarakat bisa diselesaikan dengan lebih tepat. Profesi ini fokus menelaah, merancang, dan merekomendasikan kebijakan publik.
Prospek kerja lulusan Ilmu Administrasi Negara di posisi ini cukup luas, mulai dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Kementerian Sosial.
Gaji rata-rata Analis Kebijakan berkisar Rp 5,1 juta – Rp 9,7 juta per bulan, tergantung instansi dan pengalaman kerja. Berikut tugas-tugas utama Analis Kebijakan:
- Meneliti masalah sosial atau administrasi yang perlu solusi
- Mengevaluasi kebijakan yang sudah berjalan dan membuat rekomendasi
- Menyusun laporan analisis untuk pengambil keputusan
- Berkolaborasi dengan instansi terkait dalam implementasi kebijakan
- Mengikuti regulasi dan tren pelayanan publik terbaru
3. Staf Legislatif
Staf Legislatif adalah posisi bagi lulusan Ilmu Administrasi Negara yang membantu DPR, DPD, atau DPRD menyusun peraturan, regulasi, dan kebijakan publik.
Prospek kerja Staf Legislatif cukup luas, mulai dari di kantor DPR, DPRD provinsi, hingga lembaga legislatif daerah. Rata-rata gaji staf legislatif berkisar Rp 4 juta – Rp 7 juta per bulan, tergantung instansi.
Dalam keseharian, staf legislatif memastikan setiap regulasi dan kebijakan yang dibuat berjalan lancar. Berikut tugas-tugas utama Staf Legislatif:
- Membantu anggota DPR/DPRD merancang peraturan dan kebijakan
- Menyusun dokumen administratif untuk proses legislasi
- Melakukan riset dan analisis terkait regulasi yang sedang digarap
- Mengkoordinasikan program kerja antar anggota legislatif
- Menyusun laporan dan rekomendasi untuk pengambilan keputusan
4. Pejabat Diplomatik
Kalau kamu tertarik dunia internasional dan peran negara di luar negeri, posisi Pejabat Diplomatik bisa jadi jalur karier menarik. Profesi ini membuka peluang kerja di Kementerian Luar Negeri maupun perwakilan Indonesia di luar negeri.
Gaji rata-rata pejabat diplomatik untuk level awal berkisar Rp 5 juta – Rp 9 juta per bulan, belum termasuk tunjangan luar negeri dan fasilitas diplomatik.
Tugas utama pejabat diplomatik fokus pada manajemen hubungan internasional dan pelayanan publik lintas negara. Berikut tugas-tugas utama Pejabat Diplomatik:
- Menjalin hubungan dengan perwakilan negara lain dan lembaga internasional
- Menyusun laporan diplomasi dan kebijakan luar negeri
- Mengelola program kerja perwakilan Indonesia di luar negeri
- Memberikan layanan publik bagi WNI di luar negeri
- Memantau regulasi dan perjanjian internasional yang relevan
5. Sekretaris Instansi/Administrator
Sekretaris Instansi atau Administrator adalah posisi yang tepat bagi lulusan Ilmu Administrasi Negara untuk mengelola perkantoran, surat-menyurat, dan pengarsipan di lembaga pemerintahan.
Prospek kerja profesi ini cukup luas, mulai dari kantor kementerian, badan pemerintah, hingga pemerintah daerah, yang membutuhkan pengelola administrasi yang terampil.
Soal penghasilan, gaji rata-rata Sekretaris Instansi/Administrator berkisar Rp 4 juta – Rp 6,5 juta per bulan, tergantung instansi dan pengalaman kerja. Adapun, ini dia tugas-tugas utama Sekretaris Instansi/Administrator:
- Mengelola dokumen dan arsip administrasi instansi secara rapi
- Menyusun dan mengatur surat-menyurat resmi
- Membantu koordinasi antar unit dan program kerja instansi
- Menyusun laporan dan catatan kegiatan instansi
- Mendukung pengambilan keputusan dengan menyediakan informasi yang akurat
Kalau tertarik menekuni karier sebagai Sekretaris Instansi atau Administrator, kamu juga bisa mempersiapkannya melalui Jurusan Manajemen di Universitas Cakrawala.
Di sini, kamu bisa belajar pengelolaan administrasi, manajemen organisasi, dan sistem kerja yang efektif dengan kurikulum berbasis praktik industri. Pembelajarannya juga didukung tools manajemen modern seperti Microsoft Office, ERP, CRM, SPSS, hingga HRIS.
Selain itu, ada program magang sejak semester pertama dan penyaluran kerja ke 1.000+ perusahaan mitra lho, lengkap dengan bimbingan karier yang membuat kamu bakal lebih siap menghadapi dunia kerja sesungguhnya.
Cek juga:
- Catat 3 Mapel Pendukung SNBP Jurusan Administrasi Negara!
- 8 Alasan Memilih Jurusan Administrasi Negara yang Menarik!
Prospek Kerja di Sektor Publik (Non-Pemerintah)
Selain bekerja di pemerintahan, lulusan Ilmu Administrasi Negara juga bisa meniti karier di sektor publik non-pemerintah. Di sini, pekerjaannya fokus pada pemberdayaan masyarakat, advokasi, dan program sosial. Berikut beberapa posisinya:
6. Staf Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM/NGO)
Tertarik ikut proyek sosial, lingkungan, atau kemanusiaan? Staf LSM/NGO bisa jadi jalur karier seru bagi lulusan Ilmu Administrasi Negara yang ingin membuat dampak langsung di masyarakat.
Prospek kerja cukup luas, dari NGO lokal seperti WALHI, Wahana Visi Indonesia, ICW, sampai NGO internasional seperti WWF-Indonesia dan Greenpeace Indonesia.
Gaji rata-rata tergantung skala lembaga: NGO lokal Rp 3 – 5 juta, sementara NGO nasional/internasional bisa mencapai Rp 7 – 15 juta per bulan.
Dalam peran ini, kamu bertanggung jawab mengelola proyek dan program yang berdampak bagi publik. Berikut tugas-tugas utama Staf LSM/NGO:
- Mengelola dan mengawasi proyek sosial, kemanusiaan, atau lingkungan
- Menyusun laporan kegiatan dan evaluasi program
- Berkoordinasi dengan pihak internal dan eksternal untuk kelancaran proyek
- Membantu menyusun strategi advokasi dan kampanye publik
- Mengumpulkan data dan melakukan analisis untuk pengembangan program
7. Field Officer / Spesialis Kebijakan

Sumber: Freepik
Kalau kamu ingin bekerja langsung di lapangan dan membantu implementasi kebijakan, posisi Field Officer cocok banget. Profesi ini banyak ditemui di lembaga internasional seperti PBB, WHO, WRI, atau lembaga nasional yang fokus kesehatan dan lingkungan.
Gaji rata-rata Field Officer di Indonesia berkisar Rp 3,78 juta – Rp 6,25 juta per bulan, tergantung instansi dan lokasi penugasan.
Profesi ini fokus mengawasi program, mengumpulkan data, dan memastikan kebijakan berjalan efektif. Berikut tugas-tugas utama Field Officer / Spesialis Kebijakan:
- Memantau pelaksanaan program atau kebijakan di lapangan
- Mengumpulkan dan menganalisis data untuk evaluasi program
- Berkoordinasi dengan pemangku kepentingan dan tim proyek
- Menyusun laporan kemajuan dan rekomendasi kebijakan
- Memberikan pelatihan atau pendampingan bagi masyarakat terkait program
8. Peneliti Kebijakan (Researcher)
Nah, menjadi Peneliti Kebijakan juga cocok bagi lulusan Ilmu Administrasi Negara lho, terutama yang suka menganalisis masalah sosial dan administratif.
Prospek kerja cukup luas, kamu bisa bergabung di Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), The Indonesian Institute (TII), hingga Pusat Riset Kebijakan Publik (PRKP) – BRIN.
Gaji rata-rata Peneliti Kebijakan di Indonesia berkisar Rp 4,25 juta – Rp 6,25 juta per bulan, tergantung lembaga dan pengalaman.
Profesi ini bertanggung jawab memberikan masukan berbasis data untuk pengambilan keputusan publik, dengan tugas-tugas utamanya meliputi:
- Mengumpulkan dan menganalisis data terkait kebijakan publik
- Menyusun laporan penelitian untuk pengambil keputusan
- Memberikan rekomendasi berbasis bukti kepada pemerintah atau lembaga terkait
- Berkolaborasi dengan tim internal dan eksternal untuk riset yang akurat
- Memantau tren kebijakan dan isu sosial untuk pengembangan studi selanjutnya
9. Jurnalis Politik/Pemerintahan
Kalau kamu suka mengikuti isu negara dan ingin menyebarkan informasi yang bermanfaat, posisi Jurnalis Politik/Pemerintahan bisa jadi pilihan. Lulusan bisa menggabungkan pemahaman birokrasi dan kebijakan untuk melaporkan isu-isu penting secara akurat.
Prospek kerja ini biasanya ada di grup media besar atau media daring khusus politik, seperti Tempo Media, Kompas Gramedia, Detik.com, dan Narasi TV. Gaji rata-ratanya berkisar Rp 4,9 juta – Rp 9,2 juta per bulan, tergantung pengalaman dan media tempat bekerja.
Profesi ini fokus menganalisis, melaporkan, dan mengawasi kebijakan publik secara kritis. Berikut tugas-tugas utama Jurnalis Politik/Pemerintahan:
- Melaporkan isu politik dan pemerintahan secara akurat
- Menyusun artikel, laporan, atau berita untuk publik
- Melakukan wawancara dan riset lapangan terkait kebijakan publik
- Menganalisis dampak kebijakan bagi masyarakat
- Berkolaborasi dengan tim redaksi untuk publikasi yang tepat sasaran
Prospek Kerja di Sektor Swasta & Lainnya
Lulusan Ilmu Administrasi Negara juga banyak dibutuhkan di sektor swasta karena punya skill tata kelola organisasi yang sistematis. Biasanya, posisi di sektor ini fokus pada manajemen perusahaan, HR, dan hubungan organisasi dengan regulasi pemerintah.
Berikut beberapa contoh prospek kerjanya:
10. Human Resources Development (HRD)
Pernah kepikiran nggak, kalau ternyata lulusan Ilmu Administrasi Negara juga cocok jadi HRD? Hal ini karena mereka punya kemampuan mengelola administrasi, organisasi, dan kebijakan internal perusahaan yang diajarkan selama kuliah.
Sebagai HRD, prospek kerjanya pun luas, mulai dari PT Astra International Tbk, Bank Mandiri, BCA, Tokopedia, GoTo, hingga perusahaan menengah yang membutuhkan pengelola SDM profesional.
Di Indonesia, gaji rata-rata HRD berkisar Rp 5 juta – Rp 7 juta per bulan, tergantung jenjang karier dan industri. Dalam keseharian, HRD memastikan tugas-tugas berikut berjalan lancar:
- Mengelola proses rekrutmen dan seleksi karyawan baru
- Menyusun program pelatihan dan pengembangan kompetensi karyawan
- Menangani administrasi SDM, termasuk penggajian dan benefit
- Mengelola hubungan karyawan dan menyelesaikan konflik internal
- Membantu meningkatkan kinerja dan budaya kerja agar selaras dengan tujuan perusahaan
Kalau mau persiapannya lebih matang, Jurusan Manajemen Universitas Cakrawala menyediakan kurikulum praktik industri yang menekankan manajemen SDM, pengembangan tim, dan proses rekrutmen yang lebih relevan buat kamu.
Ditambah, ada simulasi proyek perusahaan dan program magang sejak semester pertama, bikin kamu siap langsung menghadapi dunia kerja HRD atau posisi administrasi lainnya.
Cek juga:
11. Government Relations / Public Affairs

Sumber: Freepik
Kalau kamu ingin jadi jembatan antara perusahaan dan pemerintah, posisi Government Relations atau Public Affairs bisa jadi jalur karier menarik. Lulusan Ilmu Administrasi Negara punya keunggulan karena memahami regulasi, birokrasi, dan tata kelola pemerintahan.
Prospek kerja posisi ini ada di perusahaan swasta besar, BUMN, dan startup yang butuh urusan lisensi serta regulasi. Gaji rata-rata Public Affairs cukup menjanjikan, berkisar Rp 13,2 juta – Rp 14 juta per bulan. Menarik banget, kan?
Nah, ini dia tugas-tugas utama Government Relations / Public Affairs yang perlu kamu ketahui:
- Menjadi penghubung antara perusahaan dan pemerintah terkait lisensi dan regulasi
- Memantau kebijakan pemerintah yang memengaruhi bisnis perusahaan
- Menyusun strategi komunikasi dan advokasi perusahaan
- Berkoordinasi dengan internal dan eksternal untuk kepatuhan regulasi
- Memberikan rekomendasi terkait risiko dan peluang regulasi bagi perusahaan
12. General Affairs (GA)
Lulusan Ilmu Administrasi Negara bisa kerja apa lagi? Kamu bisa jadi GA, yaitu orang yang mengatur operasional kantor, mengelola aset dan fasilitas, serta memastikan semua kegiatan kantor berjalan lancar setiap hari.
Faktanya, hampir semua perusahaan butuh GA, terutama di perusahaan menengah hingga besar seperti PT Mega Manunggal Property, Sari Tirta Group, hingga Mandiri Tunas Finance.
Soal penghasilan sendiri, rata-rata gaji GA di Indonesia berkisar Rp 5,4 juta – Rp 12,5 juta per bulan, tergantung skala perusahaan dan pengalaman. Adapun, berikut beberapa tugas utamanya:
- Mengelola operasional harian dan fasilitas kantor
- Mengatur penggunaan aset dan inventaris perusahaan
- Berkoordinasi dengan pihak internal dan eksternal terkait kebutuhan kantor
- Memastikan keamanan, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan kerja
- Menyusun laporan terkait operasional dan aset untuk manajemen
13. Konsultan Administrasi/Bisnis
Kalau kamu suka memberi solusi dan bikin pekerjaan di perusahaan jadi lebih rapi dan lancar, Konsultan Administrasi/Bisnis bisa jadi pilihan karier seru. Lulusan Ilmu Administrasi Negara punya keunggulan karena paham manajemen, tata kelola, dan regulasi pemerintah.
Prospek kerjanya cukup luas, baik di Big 4 Accounting Firms seperti EY, PwC, Deloitte, KPMG, maupun perusahaan lokal seperti PT Damarindo Mandiri dan PT Syncore Indonesia. Gaji rata-ratanya pun cukup tinggi, Rp 7,8 juta – Rp 24 juta per bulan.
Nah, profesi ini bertugas memberikan solusi administrasi dan bisnis agar organisasi lebih efisien dan patuh regulasi. Berikut tugas-tugas utama Konsultan Administrasi/Bisnis:
- Memberikan jasa konsultasi terkait efisiensi manajemen perusahaan
- Menyusun strategi agar organisasi patuh terhadap regulasi pemerintah
- Menganalisis sistem administrasi dan proses bisnis klien
- Memberikan rekomendasi perbaikan untuk peningkatan kinerja organisasi
- Berkolaborasi dengan tim internal perusahaan maupun klien untuk implementasi solusi
14. Staf Perbankan
Selanjutnya, lulusan Ilmu Administrasi Negara juga bisa menjadi Staf Perbankan, karena untuk mengurus bagian administrasi, kepatuhan (compliance), atau kredit yang memerlukan analisis data terstruktur.
Prospek kerja di bank cukup luas, mulai dari posisi Customer Service, Credit Analyst, Compliance Officer, hingga bagian operasional di bank besar seperti Bank Mandiri, BCA, BRI, dan BNI.
Kalau tertarik, gaji rata-rata staf perbankan di Indonesia berkisar Rp 6,1 juta – Rp 16,3 juta per bulan, tergantung posisi dan pengalaman.
Dalam keseharian, staf perbankan bertugas memastikan layanan dan administrasi bank berjalan lancar. Berikut tugas-tugas utama Staf Perbankan:
- Mengelola administrasi dan dokumen perbankan
- Menganalisis data kredit dan risiko nasabah
- Memastikan kepatuhan terhadap peraturan perbankan (compliance)
- Memberikan layanan dan informasi kepada nasabah
- Berkoordinasi dengan tim internal untuk kelancaran operasional bank
15. Dosen atau Tenaga Edukatif
Terakhir, ada jalur karier di dunia pendidikan tinggi, yaitu menjadi Dosen atau Tenaga Edukatif. Lulusan Ilmu Administrasi Negara punya keunggulan karena paham manajemen publik, administrasi, dan sistem organisasi, yang bisa dibagikan ke mahasiswa.
Prospek kerja ada di universitas negeri maupun swasta, dengan syarat kualifikasi minimal S2. Gaji rata-rata Dosen di Indonesia berkisar Rp 5 juta – Rp 8 juta per bulan, tergantung jabatan dan perguruan tinggi.
Profesi ini bertugas mengajar, membimbing, dan melakukan penelitian agar mahasiswa memahami administrasi dan kebijakan publik, dengan tugas-tugas lain seperti:
- Menyusun dan menyampaikan materi perkuliahan
- Membimbing mahasiswa dalam penelitian dan proyek akademik
- Menilai dan mengevaluasi hasil belajar mahasiswa
- Melakukan penelitian untuk pengembangan ilmu administrasi
- Berkontribusi pada pengembangan program dan kurikulum kampus
Skill yang Dibutuhkan Lulusan Administrasi Negara
Nah, supaya siap menghadapi berbagai peluang kerja lulusan Ilmu Administrasi Negara, ada beberapa kemampuan yang perlu dikuasai. Ini dia beberapa skill penting lulusan Administrasi Negara yang bisa mendukung karier kamu:
- Manajemen Administrasi: Kemampuan mengelola dokumen, arsip, dan prosedur birokrasi agar instansi atau organisasi berjalan lancar.
- Analisis Kebijakan Publik: Mampu menelaah, mengevaluasi, dan membuat rekomendasi kebijakan berbasis data.
- Komunikasi Efektif: Bisa menyampaikan informasi, laporan, dan instruksi dengan jelas ke rekan kerja atau masyarakat.
- Perencanaan dan Organisasi: Terampil menyusun program, koordinasi kegiatan, dan mengatur sumber daya secara sistematis.
- Penguasaan Tools Administrasi Modern: Familiar dengan Microsoft Office, ERP, CRM, SPSS, dan HRIS untuk mendukung pekerjaan.
- Problem Solving: Mampu menemukan solusi cepat dan tepat terhadap masalah administrasi maupun operasional.
- Etika Profesional dan Kepatuhan Regulasi: Mengerti aturan pemerintah dan standar operasional, termasuk administrasi publik.
- Kepemimpinan dan Kolaborasi Tim: Bisa memimpin proyek kecil atau bekerja sama lintas unit untuk mencapai tujuan organisasi.
- Manajemen Waktu: Terampil mengatur prioritas dan menyelesaikan tugas tepat waktu di lingkungan kerja yang sibuk.
- Adaptasi dengan Lingkungan Publik dan Swasta: Siap menghadapi perbedaan prosedur kerja di pemerintahan, NGO, maupun perusahaan swasta.
FAQ
1. Apakah lulusan administrasi negara bisa kerja di BUMN?
Bisa banget! Lulusan Ilmu Administrasi Negara banyak dibutuhkan BUMN karena kemampuan mereka mengelola administrasi, organisasi, dan kepatuhan terhadap aturan.
Beberapa contoh BUMN yang bisa dimasuki antara lain PT Bank Mandiri, PT PLN, PT Pertamina, dan PT Telkom Indonesia. Posisi yang sering tersedia misalnya:
- Staff Administrasi
- Human Resources (HRD)
- Government Relations / Public Affairs
- Finance & Compliance Officer
- General Affairs (GA)
2. Apakah administrasi negara bisa kerja di swasta?
Tentu bisa! Lulusan administrasi negara bisa bekerja di berbagai perusahaan swasta, mulai dari startup hingga korporasi besar, karena kemampuan mereka mengatur manajemen organisasi dan hubungan dengan regulasi pemerintah sangat dibutuhkan.
3. Apakah lulusan administrasi negara bisa menjadi guru?
Bisa, tapi biasanya untuk mengajar di sekolah formal dibutuhkan sertifikasi pendukung seperti PPG (Pendidikan Profesi Guru) agar memenuhi persyaratan resmi.
Dengan sertifikasi itu, lulusan administrasi negara bisa mengajar pelajaran terkait manajemen, administrasi, atau ekonomi di sekolah menengah.
Persiapkan Karier Impianmu Lebih Mudah di Kampus Siap Kerja Universitas Cakrawala!
Jadi, itulah berbagai prospek kerja lulusan Ilmu Administrasi Negara, mulai dari sektor pemerintahan, publik non-pemerintah, hingga swasta, lengkap dengan tugas, gaji, dan skill yang dibutuhkan.
Kalau kamu ingin mendalami Ilmu Administrasi Negara dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja, Program Studi Manajemen Universitas Cakrawala bisa jadi pilihan tepat!

Di sini, manajemen dan administrasi publik dipelajari secara mendalam melalui kurikulum berbasis industri, jadi kamu tidak hanya paham teori tapi juga siap menghadapi situasi kerja.
Kenapa harus kuliah di Universitas Cakrawala?
- Fasilitasi Penyaluran Kerja: Kampus terhubung dengan 1000+ perusahaan mitra untuk memperluas peluang karier.
- Kampus Siap Kerja: Kurikulum dan praktik langsung dirancang supaya lulusan siap bersaing di dunia profesional dan pelayanan publik.
- Magang Sejak Semester Pertama: Mahasiswa bisa langsung praktik di instansi pemerintah hingga perusahaan swasta, sehingga pengalaman kerja lebih awal.
- Kurikulum Berbasis Industri dan Publik: Materi disusun bersama praktisi di bidang administrasi publik dan manajemen untuk mendukung pembelajaran yang relevan.
- Dosen Praktisi: Mahasiswa belajar langsung dari para profesional berpengalaman di bidangnya.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, tanya-tanya gratis atau langsung daftar di sini untuk tahu lebih banyak tentang program studi Manajemen di Universitas Cakrawala. Persiapkan dirimu jadi lulusan yang siap kerja dan siap menghadapi karier impian sekarang juga!
Referensi
- Peraturan Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Teknis Pelaksanaan Penyesuaian Gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil [Buka]
- Policy Analyst: Average Salary & Pay Trends 2026 [Buka]
- Field Officer Salary in Indonesia (January, 2026) - Jobstreet [Buka]
- Researcher Salary in Indonesia (January, 2026) [Buka]
- Journalist: Average Salary & Pay Trends 2026 - Indonesia [Buka]
- Human Resources Officer Salary in Indonesia (January, 2026) [Buka]
- Public Affairs Specialist Jakarta, Indonesia - Salaries [Buka]
- Salary: General Affairs in Jakarta, Indonesia 2026 [Buka]
- Consultant in Jakarta, Indonesia 2026 - Salaries [Buka]
- Banker: Average Salary & Pay Trends 2026 - Indonesia [Buka]
- Gaji Dosen di Indonesia (February, 2026) [Buka]