Perkembangan sebuah bisnis nggak terlepas dari peran Business Development Executive.
Business Development Executive sendiri adalah profesi yang punya peran penting untuk mencari peluang baru sampai membangun kerja sama dengan klien dalam jangka panjang.
Penasaran apa aja tugas, skill, dan potensi karier dari profesi ini? Yuk, kenalan lebih jauh dengan Business Development Executive!
Key Takeaways
- Business Development Executive adalah profesi yang bertugas untuk mencari dan mengembangkan peluang bisnis baru untuk membantu perusahaan berkembang.
- Untuk berkarier sebagai Business Development Executive, kamu perlu menguasai sejumlah keterampilan, seperti komunikasi, negosiasi, riset dan analisis pasar, relationship building, networking, hingga problem solving.
- Jurusan Manajemen Cakrawala University membekalimu dengan pembelajaran teori dan praktik untuk mempersiapkan karier di dunia bisnis. Kamu bisa magang sejak semester awal dan mengikuti program penyaluran kerja dengan dukungan 1.000+ perusahaan mitra.
Apa Itu Business Development Executive?

Sumber: Magnific
Business Development Executive atau BD Executive adalah profesi yang bertugas mencari dan mengembangkan peluang baru untuk membantu bisnis terus berkembang.
Lingkup pekerjaan Business Development Executive mulai dari mencari calon klien atau partner, membangun relasi, melakukan negosiasi, sampai membuka peluang kerja sama baru.
Misalnya, seorang BD Executive di perusahaan teknologi bisa mencari perusahaan yang membutuhkan software dan menghubungi calon klien.
Setelah itu, mereka akan mempresentasikan solusi yang ditawarkan, lalu menegosiasikan bentuk kerja sama.
Business Development Executive sering disamakan dengan Sales Executive. Tapi keduanya berbeda, lo.
Perbedaan Business Development Executive dan Sales Executive terletak pada fokus pekerjannya.
Business Development Executive lebih banyak mencari peluang dan membangun hubungan bisnis jangka panjang
Sedangkan Sales Executive lebih fokus menawarkan produk atau layanan dan mengejar target penjualan.
Intinya, keduanya emang sama-sama berhubungan dengan pertumbuhan bisnis, tapi fokus pekerjaannya berbeda.
Cek Juga:
- 13 Rekomendasi Universitas yang Bisa Langsung Kerja, Siap Masuk Industri!
- 17 Jurusan yang Berhubungan dengan Bisnis & Prospeknya
Apa Tugas Business Development Executive?
Tugas atau fungsi Business Development Executive nggak sebatas menjalin kerja sama dengan partner baru aja, tapi juga melakukan riset pasar sampai meningkatkan growth bisnis.
Berikut tugas Business Development beserta contohnya:
- Mencari peluang bisnis baru: Mencari calon klien, partner, atau pasar baru yang berpotensi menguntungkan perusahaan. Contohnya mencari perusahaan yang berpotensi menggunakan software dari perusahaan.
- Membangun relasi dengan klien dan partner: Menjalin komunikasi dan hubungan baik dengan calon maupun partner bisnis. Contohnya menghubungi brand untuk menawarkan peluang kerja sama.
- Menjalin kerja sama bisnis: Menawarkan dan mengembangkan bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. Contohnya membuat kerja sama bundling produk dengan perusahaan lain.
- Melakukan riset pasar: Menganalisis tren, kebutuhan pasar, dan kompetitor untuk menemukan peluang baru. Contohnya melihat tren produk yang sedang diminati untuk menentukan target pasar.
- Melakukan negosiasi: Mendiskusikan harga, keuntungan, dan ketentuan kerja sama dengan calon partner. Contohnya menegosiasikan harga dan benefit sebelum kerja sama disepakati.
- Mendorong pertumbuhan bisnis: Mengembangkan peluang yang sudah ditemukan agar bisa memberikan hasil bagi perusahaan. Contohnya mengembangkan kerja sama baru untuk membantu perusahaan menjangkau lebih banyak pelanggan.
Nah, supaya tahu apakah strategi yang dijalankan berhasil, Business Development Executive biasanya menggunakan KPI (Key Performance Indicator) sebagai acuan.
KPI sendiri jadi indikator yang digunakan untuk mengukur sejauh mana target dan kinerja seorang Business Development Executive sudah tercapai.
Contohnya, jumlah meeting dengan calon klien, leads atau calon klien yang didapat, sampai conversion rate dari leads menjadi klien.
Nggak cuma itu, jumlah partner baru, deal yang berhasil dibuat, sampai revenue yang dihasilkan dari kerja sama juga perlu dipantau.
Apa Saja Skill yang Dibutuhkan Business Development Executive?
Ada banyak banget keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi Business Development Executive, mulai dari komunikasi, negosiasi, problem solving dan lain sebagainya:
1. Komunikasi
Keterampilan pertama yang wajib dimiliki Business Development Executive adalah kemampuan komunikasi yang baik.
Soalnya, kalau bekerja di bidang ini kamu bakal sering berinteraksi dengan calon klien, partner, maupun tim internal.
Nah, skill ini dibutuhkan untuk menyampaikan ide, menawarkan kerja sama, hingga menjelaskan proposal bisnis dengan jelas.
Cek Juga:
- 25 Universitas dengan Jurusan Ilmu Komunikasi Terbaik
- 11 Jurusan yang Berhubungan dengan Komunikasi, Cek Yuk!
2. Negosiasi
Dalam Business Development, negosiasi nggak cuma soal mendapatkan harga terbaik.
Kamu juga perlu paham kebutuhan dan kepentingan klien atau partner, lalu mencari keputusan yang bisa menguntungkan kedua pihak.
Misalnya, saat menawarkan kerja sama, kamu bisa menyesuaikan benefit atau bentuk kerja sama supaya proposal tetap menarik bagi partner sekaligus sesuai dengan target perusahaan.
3. Riset dan Analisis Pasar
Kamu yang berkarier jadi Business Development Executive juga harus bisa paham gimana perusahaan bisa menghasilkan pendapatan, siapa target pasarnya, dan kondisi kompetitor.
Dengan pemahaman ini, kamu nggak sekadar mencari partner, tapi juga bisa menilai apakah peluang tersebut benar-benar bisa membantu bisnis berkembang atau sebaliknya.
4. Relationship Building
Kalau sudah dapat partner baru bukan berarti pekerjaanmu selesai.
Business Development Executive juga perlu menjaga hubungan baik dengan klien atau partner supaya kerja sama tetap berjalan dan bisa berkembang.
Misalnya, rutin follow-up, memahami kebutuhan partner, dan mencari peluang kerja sama baru yang sama-sama menguntungkan.
5. Presentasi
Keterampilan lain yang juga dibutuhkan oleh Business Development Executive adalah presentasi.
Business Development Executive harus bisa mempresentasikan ide, proposal, atau penawaran bisnis dengan cara yang jelas dan meyakinkan.
Kalau skill presentasi bagus, kamu bisa membuat calon klien atau partner lebih paham nilai kerja sama dan tertarik untuk melanjutkan pembicaraan.
6. Problem Solving
Dalam pekerjaan, nggak bisa dimungkiri kalau kita mungkin aja akan menghadapi beberapa tantangan.
Bisa aja calon partner berubah pikiran, ada kendala dalam kerja sama, atau strategi yang dibuat ternyata kurang efektif.
Makanya, Business Development Executive harus punya kemampuan problem solving untuk melihat masalah dari berbagai sisi dan mencari solusi yang tepat.
7. Networking
Kemampuan networking itu penting banget untuk dimiliki Business Development Executive.
Soalnya, pekerjaan ini banyak berkaitan dengan mencari peluang, membangun relasi, dan membuka kerja sama baru.
Kalau punya kemampuan networking yang baik, kamu bisa:
- Menemukan calon klien atau partner baru.
- Mendapatkan informasi dan insight tentang industri.
- Membuka peluang kerja sama.
- Menjaga hubungan dengan klien dan partner yang sudah ada.
Kalau mau berkarier jadi Business Development Executive, kamu bisa memulainya dengan berkuliah di jurusan Manajemen Cakrawala University!
Pembelajaran di jurusan Manajemen Cakrawala University sudah didukung dengan teknologi modern.
Kamu bisa mengakses video dan materi pembelajaran dari mana aja dan kapan aja lewat Learning Management System (LMS).
Supaya lebih siap kerja, kamu juga bisa belajar menggunakan tools manajemen yang sering dipakai perusahaan besar, seperti Microsoft Office, ERP, CRM, SPSS, hingga HRIS.
Lewat kurikulum berbasis industri, ilmu yang didapatkan nggak cuma berhenti di teori, tapi kamu juga bisa melakukan praktik lewat proyek nyata sampai magang di semester awal.
Cakrawala University juga punya program penyaluran kerja yang sudah didukung 1.000+ perusahaan mitra, lo.
Jadi, peluangmu untuk berkarier di perusahaan besar, seperti Darya-Varia, Adira Finance, Midea Group, sampai Lion Parcel terbuka lebar!

Apa Saja Tools yang Digunakan Business Development Executive?
Business Development Executive menggunakan berbagai tools untuk membantu mencari leads, mengelola relasi dengan klien, sampai melakukan riset.
Beberapa tools yang umum digunakan, antara lain:
- HubSpot: Mengelola leads, pipeline, follow-up, dan hubungan dengan calon klien.
- Salesforce: Mengelola data pelanggan, sales pipeline, serta aktivitas penjualan.
- Zoho CRM: Mengelola leads, kontak, deal, dan aktivitas follow-up.
- LinkedIn Sales Navigator: Mencari dan mengidentifikasi calon klien atau partner potensial.
- Google Analytics: Melihat data dan perilaku pengunjung website sebagai bahan riset.
- Microsoft Excel/Google Sheets: Mengolah data leads, membuat laporan, dan memantau target.
- Zoom/Google Meet: Melakukan meeting dan berdiskusi dengan klien atau partner.
Jenjang Karier Business Development Executive

Sumber: Magnific
Business Development Executive punya prospek karier yang menjanjikan.
Seiring bertambahnya pengalaman dan skill, kamu bisa naik ke posisi dengan tanggung jawab yang lebih besar dan peluang penghasilan yang semakin tinggi.
Di bawah ini jenjang karier dan kisaran gaji Business Development Executive:
- Business Development Executive: Posisi awal yang berfokus mencari calon klien atau partner, membangun relasi, dan membuka peluang kerja sama. Gajinya sekitar Rp5–10 juta/bulan.
- Business Development Manager: Bertanggung jawab menyusun strategi pengembangan bisnis, mengelola tim, dan mencapai target perusahaan. Gajinya sekitar Rp10–25 juta/bulan.
- Senior Business Development Manager: Mengelola kerja sama strategis, mencari pasar baru, dan mengembangkan peluang bisnis dalam skala lebih besar. Gajinya sekitar Rp20–40 juta/bulan.
- Head of Business Development: Memimpin tim Business Development sekaligus menentukan strategi dan arah pengembangan bisnis perusahaan. Gajinya sekitar Rp30 juta+/bulan.
- Business Development Director: Mengarahkan strategi pertumbuhan bisnis dalam skala besar, termasuk ekspansi pasar dan strategic partnership. Gajinya sekitar Rp50 juta+/bulan.
Bagaimana Cara Menjadi Business Development Executive?
Kalau mau jadi Business Development Executive ada sejumlah tips yang bisa kamu persiapkan dari sekarang:
- Pilih jurusan yang relevan: Kamu bisa mempertimbangkan Manajemen, Bisnis Digital, Marketing, atau Ilmu Komunikasi yang membekali pengetahuan seputar bisnis dan komunikasi.
- Kuasai skill yang dibutuhkan: Asah kemampuan komunikasi, negosiasi, networking, presentasi, analisis pasar, dan problem solving.
- Cari pengalaman sejak kuliah: Ikuti magang, organisasi, proyek bisnis, atau kegiatan lain yang bisa melatih kemampuan membangun relasi dan mengembangkan peluang bisnis.
- Bangun portofolio: Dokumentasikan proyek atau pengalaman yang menunjukkan kemampuanmu dalam riset pasar, membuat strategi, melakukan presentasi, atau mengembangkan kerja sama.
- Mulai dari posisi entry level: Kamu bisa melamar posisi, seperti Business Development Associate, Business Development Executive, Sales, atau Partnership untuk mendapatkan pengalaman yang relevan.
- Terus kembangkan networking: Perluas koneksi dengan profesional, komunitas, calon klien, maupun partner untuk membuka lebih banyak peluang di bidang Business Development.
FAQ
1. Apa kualifikasi pendidikan Business Development Executive?
Kualifikasi pendidikan Business Development biasanya merupakan lulusan Diploma (D3) atau Sarjana (S1).
Jurusan yang relevan umumnya berasal dari bidang Manajemen, Bisnis Digital, Marketing, atau Ilmu Komunikasi karena berkaitan dengan pengembangan bisnis dan pemasaran.
2. Apakah Business Development Executive harus jago berhitung?
Nggak harus jago berhitung atau matematika.
Tapi kamu tetap perlu memahami angka dan data dasar untuk membaca target penjualan, menghitung potensi keuntungan, hingga menilai hasil dari sebuah kerja sama.
Jadi, yang lebih penting adalah mampu memahami dan menggunakan data untuk mendukung keputusan bisnis.
3. Business Development Executive bisa kerja di mana aja?
Peluangnya cukup luas karena posisi ini dibutuhkan di berbagai industri.
Kamu bisa bekerja di perusahaan teknologi, startup, e-commerce, perbankan, FMCG, pendidikan, properti, hingga perusahaan jasa.
Siap Bangun Karier di Dunia Bisnis? Mulai di Cakrawala University!
Business Development Executive adalah salah satu profesi yang bisa kamu pilih kalau mau berkarier di dunia bisnis.
Untuk mewujudkannya, kamu tentu perlu belajar di tempat yang bisa membekali skill dan pengetahuan yang relevan.
Cakrawala University punya jurusan Manajemen yang bakal membekalimu dengan ilmu manajemen, pemasaran digital, strategi bisnis, hingga pengambilan keputusan berbasis data.
Selama kuliah, kamu juga bisa mendapatkan berbagai fasilitas pendukung karier untuk membantu mempersiapkan diri masuk ke dunia kerja:
- Program Penyaluran Kerja: Mahasiswa punya akses ke lebih dari 1.000 perusahaan dan lembaga mitra untuk memperluas peluang karier setelah lulus.
- Magang Sejak Semester Pertama: Kamu bisa mempersiapkan skill lebih matang sejak awal.
- Siap Terjun Langsung ke Industri: Dengan skema 3 tahun kuliah + 1 tahun praktik, kamu berkesempatan untuk mengembangkan portofolio lewat magang atau proyek di perusahaan.
- Sistem Pembelajaran Berbasis Teknologi: Konten, materi, dan proses belajarnya memanfaatkan teknologi, jadi pembelajaran terasa lebih efektif dan maksimal.
- Dosen Praktisi Berpengalaman: Belajar langsung dari pengajar yang aktif di dunia profesional maupun akademik.
Yuk, mulai langkahmu bersama Cakrawala University dan konsultasikan rencana kuliahmu dengan tim admisi kami di sini!