Pernah lihat perusahaan besar diumumkan sedang diaudit oleh pihak luar? Nah, orang-orang yang melakukan pemeriksaan itu disebut auditor eksternal.
Mereka bekerja secara independen untuk menilai apakah laporan keuangan perusahaan sudah jujur, akurat, dan sesuai aturan. Di artikel ini, kamu bakal kenalan lebih jauh tentang apa itu auditor eksternal, apa tugas dan tanggung jawabnya, skills yang dibutuhkan, sampai cara menjadi auditor eksternal profesional!
Key Takeaways
- Auditor eksternal bertugas memeriksa laporan keuangan perusahaan secara independen untuk memastikan semuanya sesuai standar akuntansi dan regulasi. Profesi ini diatur oleh Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) agar hasil auditnya kredibel dan bisa dipercaya publik.
- Kebutuhan akan auditor eksternal terus meningkat di berbagai sektor, mulai dari perbankan, manufaktur, sampai perusahaan multinasional. Dengan sertifikasi seperti CPA Indonesia dan CA (Chartered Accountant Indonesia), kamu bisa berkarier di Kantor Akuntan Publik (KAP) ternama seperti PwC, Deloitte, EY, atau KPMG, bahkan sampai level internasional.
- Dengan kurikulum berbasis industri, kesempatan magang sejak semester pertama, dan dosen praktisi dari dunia keuangan, jurusan Akuntansi Universitas Cakrawala membantu mahasiswanya mempersiapkan diri jadi auditor eksternal profesional yang siap bersaing di dunia kerja global.
Apa yang Dimaksud dengan Auditor Eksternal?
Auditor eksternal adalah pihak independen yang bertugas memeriksa dan menilai kewajaran laporan keuangan sebuah perusahaan.
Mereka bukan karyawan internal, tapi profesional dari luar perusahaan yang bekerja melalui Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk memastikan semua angka dan laporan benar-benar sesuai standar akuntansi dan peraturan yang berlaku.
Auditor eksternal berperan penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap dunia bisnis. Mereka memastikan perusahaan menyampaikan laporan keuangan yang transparan, tanpa manipulasi, sehingga investor, pemegang saham, dan pemerintah bisa mengambil keputusan berdasarkan data yang valid.
Pekerjaan auditor eksternal juga diatur dan diawasi oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI). Hanya auditor yang memiliki izin resmi dari Kemenkeu RI dan terdaftar di IAPI yang boleh memberikan opini audit atas laporan keuangan perusahaan.
Selain itu, bagi perusahaan publik, hasil audit eksternal juga dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi pasar modal.
Tugas dan Tanggung Jawab Auditor Eksternal

Sumber: Freepik
Tugas utama seorang auditor eksternal adalah memberikan opini independen tentang apakah laporan keuangan perusahaan sudah disusun dengan benar, jujur, dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia (Standar Akuntansi Keuangan).
Secara umum, berikut beberapa tugas dan tanggung jawab auditor eksternal dalam perusahaan:
- Memeriksa Laporan Keuangan Secara Menyeluruh: Auditor eksternal memeriksa setiap bagian laporan keuangan untuk memastikan angka-angka yang disajikan akurat dan bebas dari kesalahan material.
- Menilai Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi dan Regulasi: Mereka memastikan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) serta regulasi yang ditetapkan oleh Kemenkeu RI dan OJK, terutama bagi perusahaan publik.
- Melakukan Uji Bukti dan Pengujian Transaksi: Auditor eksternal melakukan pengujian terhadap bukti transaksi dan sistem pencatatan perusahaan untuk menilai keandalan datanya.
- Memberikan Opini Audit: Setelah pemeriksaan selesai, auditor eksternal mengeluarkan opini (misalnya: wajar tanpa pengecualian, wajar dengan pengecualian, tidak wajar, atau tidak memberikan pendapat) sebagai hasil akhir audit. Opini ini jadi dasar kepercayaan publik terhadap laporan keuangan perusahaan.
- Berkoordinasi dengan Manajemen dan Komite Audit: Auditor eksternal juga berdiskusi dengan pihak manajemen, dewan direksi, atau komite audit untuk menjelaskan temuan dan rekomendasi mereka.
- Melaporkan Hasil Audit ke Regulator dan Publik: Untuk perusahaan publik, hasil audit eksternal harus dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar bisa diakses oleh investor dan masyarakat luas.
Selain melakukan pemeriksaan, auditor eksternal juga berperan dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dunia bisnis di Indonesia.
Karena itu, setiap auditor eksternal wajib menaati Kode Etik Profesi Akuntan Publik yang dikeluarkan oleh IAPI serta Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang menjadi panduan resmi dalam pelaksanaan audit.
Baca juga: Apakah Jurusan Akuntansi Bisa Jadi PNS? Ini Peluangnya!
Skill yang Harus Dimiliki Seorang Junior Auditor Eksternal
Sebagai junior auditor eksternal, kamu akan terjun langsung membantu proses audit di berbagai perusahaan, mulai dari startup lokal sampai korporasi besar. Karena itu, kamu perlu punya kombinasi antara kemampuan teknis (hard skills) dan kemampuan sosial (soft skills) yang kuat.
Berikut beberapa skills penting yang harus dimiliki seorang junior auditor eksternal:
- Pemahaman Akuntansi dan Standar Audit: Auditor eksternal wajib paham Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI).
- Kemampuan Analisis dan Logika Kritis: Seorang auditor harus bisa membaca pola, mengenali kejanggalan, dan menganalisis data keuangan untuk menemukan potensi kesalahan atau ketidaksesuaian.
- Ketelitian dan Integritas Tinggi: Profesi auditor nggak bisa main-main dengan data. Diperlukan integritas tinggi dan ketelitian dalam setiap langkah pemeriksaan agar hasil audit tetap objektif dan bisa dipercaya.
- Penguasaan Software Audit dan Teknologi: Auditor zaman sekarang wajib melek teknologi. Kamu perlu menguasai Microsoft Excel Advanced, SAP, ACL (Audit Command Language), dan Power BI untuk menganalisis data besar secara efisien.
- Komunikasi dan Interpersonal Skill: Kemampuan menjelaskan hasil temuan dengan sopan dan jelas sangat penting untuk menjaga profesionalisme dan kerja sama tim.
- Time Management dan Stamina Kerja: Auditor eksternal sering bekerja dengan tenggat waktu ketat dan jadwal klien yang berubah-ubah. Kemampuan mengatur waktu dan menjaga fokus jadi kunci agar tetap produktif tanpa mengorbankan kualitas kerja.
- Etika Profesional dan Sikap Independen: Auditor eksternal harus mampu menjaga jarak profesional dengan klien. Objektivitas dan independensi adalah prinsip utama dalam setiap audit yang dilakukan.
Perbedaan Auditor Eksternal dan Auditor Internal
Meskipun sama-sama bekerja di bidang audit, auditor eksternal dan auditor internal punya peran dan tanggung jawab yang berbeda.
Keduanya saling melengkapi dalam memastikan perusahaan berjalan transparan, efisien, dan sesuai aturan yang berlaku. Berikut tabel perbandingan antara auditor eksternal dan auditor internal:
Bagaimana Cara Menjadi Auditor Eksternal Setelah Lulus S1 Akuntansi?
Bicara soal kualifikasi dan sertifikasi untuk menjadi auditor eksternal, profesi ini umumnya mensyaratkan gelar Sarjana (S1) Akuntansi sebagai dasar pendidikan, ditambah sertifikasi profesional yang diakui secara nasional maupun internasional.
Di Jurusan Akuntansi Universitas Cakrawala, mahasiswa akan belajar langsung tentang dunia audit lewat mata kuliah seperti:
- Auditing: belajar memahami proses pemeriksaan laporan keuangan dan cara menilai apakah data perusahaan sudah akurat dan sesuai aturan.
- Data Analytics for Audit: mempelajari cara menggunakan data dan teknologi untuk mendeteksi kesalahan, penyimpangan, atau potensi kecurangan dalam laporan keuangan.
- Manajemen Risiko dan Pengendalian Internal: memahami bagaimana perusahaan mengelola risiko dan membangun sistem pengendalian agar operasional berjalan aman dan efisien.
- Analisis Laporan Keuangan: melatih kemampuan membaca, menafsirkan, dan menilai kinerja keuangan perusahaan dari berbagai indikator penting.
- IT Audit: mempelajari cara menilai keamanan, keandalan, dan integritas sistem informasi perusahaan dalam proses audit digital.
- Etika Profesional: membentuk sikap integritas, tanggung jawab, dan objektivitas yang wajib dimiliki oleh auditor dalam setiap pekerjaan.
Selain hard skills, mahasiswa juga dibekali soft skills penting seperti:
- Communication Skill: kemampuan menyampaikan hasil audit dan ide dengan jelas, sopan, dan mudah dipahami berbagai pihak.
- Leadership: mengasah kemampuan memimpin tim audit, mengambil keputusan, dan menjaga profesionalisme di lingkungan kerja.
- Collaboration & Teamwork: belajar bekerja sama secara efektif dengan rekan satu tim dan klien untuk mencapai tujuan audit yang akurat.
- Time Management: melatih kedisiplinan dan kemampuan mengatur waktu agar pekerjaan audit selesai tepat waktu meski di bawah tekanan.
Setelah menyelesaikan kuliah S1 Akuntansi, kamu bisa mulai mengikuti beberapa langkah berikut untuk meniti karier sebagai auditor eksternal:
2. Magang di Kantor Akuntan Publik (KAP)

Sumber: Freepik
Magang di KAP adalah langkah penting untuk mengenal dunia kerja auditor eksternal. Di sini, kamu akan belajar langsung bagaimana proses audit dilakukan — mulai dari memeriksa laporan keuangan hingga menyusun draft laporan audit.
Banyak auditor muda memulai kariernya di Big Four Firms seperti PwC, Deloitte, EY, atau KPMG, karena mereka menyediakan pelatihan intensif dan proyek audit berskala internasional.
3. Ikuti Sertifikasi Profesi dari IAPI dan IAI
Setelah punya pengalaman kerja dasar, kamu bisa mengambil sertifikasi profesi untuk meningkatkan kredibilitas. Dua sertifikasi paling penting bagi auditor eksternal di Indonesia adalah:
- CPA (Certified Public Accountant Indonesia): dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) sebagai syarat utama untuk praktik audit publik.
- CA (Chartered Accountant Indonesia): diberikan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk menunjukkan kompetensi profesional di bidang akuntansi dan audit.
4. Bangun Pengalaman dan Jaringan Profesional
Dunia audit sangat dinamis, jadi pengalaman dan jaringan profesional adalah kunci.
Aktiflah di komunitas akuntan publik, asosiasi profesi seperti IAPI atau IAI, dan seminar keuangan untuk terus memperluas wawasan dan relasi kerja.
5. Terus Kembangkan Diri Secara Profesional
Profesi auditor eksternal menuntut pembelajaran berkelanjutan. Ikuti pelatihan tentang Standar Audit Terbaru (SPAP), perubahan regulasi OJK, dan tren digital seperti audit berbasis data analytics.
Semakin kamu up-to-date, semakin tinggi peluang kariermu berkembang hingga posisi Audit Manager atau Partner KAP.
Baca juga: 15 Universitas Jurusan Akuntansi di Jakarta, PTN dan PTS!
Frequently Ask Questions (FAQ)
1. Apa perbedaan auditor eksternal vs auditor pemerintah?
Meski sama-sama melakukan pemeriksaan laporan keuangan, auditor eksternal dan auditor pemerintah punya peran dan kewenangan yang berbeda.
- Auditor eksternal bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) dan memberikan opini independen atas laporan keuangan perusahaan swasta maupun BUMN, sesuai standar dari Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) dan izin praktik dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI).
- Auditor pemerintah bekerja di lembaga negara seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Mereka bertugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara, memastikan penggunaan anggaran publik sesuai peraturan, bukan untuk tujuan komersial seperti audit eksternal.
2. Apakah auditor eksternal bisa bekerja di luar negeri?
Jawabannya: tentu bisa. Banyak auditor eksternal Indonesia yang berkarier di perusahaan internasional setelah memiliki pengalaman di Kantor Akuntan Publik (KAP) besar dan sertifikasi global seperti ACCA atau CPA.
Profesi ini diakui di berbagai negara karena mengikuti standar internasional seperti IFAC (International Federation of Accountants) dan ISA (International Standards on Auditing).
3. Apakah lulusan non-akuntansi bisa menjadi auditor eksternal?
Secara umum, latar belakang Akuntansi adalah yang paling disarankan.
Namun, lulusan jurusan seperti Manajemen Keuangan atau Ekonomi Bisnis juga bisa berkarier di bidang audit, asalkan mereka mengikuti pelatihan atau sertifikasi tambahan seperti CA (Chartered Accountant) atau CPA Indonesia dari IAPI.
4. Berapa lama proses mendapatkan lisensi CPA Indonesia?
Prosesnya bisa memakan waktu sekitar 1–2 tahun, tergantung kesiapan dan pengalaman kerja.
Kandidat harus menyelesaikan ujian CPA (Certified Public Accountant Indonesia) dari IAPI, kemudian memenuhi persyaratan praktik profesional sebelum mengajukan izin resmi sebagai Akuntan Publik ke Kemenkeu RI.
Mau Jadi Auditor Eksternal Profesional? Mulai dari Universitas Cakrawala!
Kalau kamu punya mimpi bekerja di dunia keuangan, menangani audit perusahaan besar, atau bahkan jadi auditor di Kantor Akuntan Publik (KAP) ternama seperti PwC, Deloitte, EY, atau KPMG, kuliah di Jurusan Akuntansi Universitas Cakrawala bisa jadi langkah awal yang tepat.

Di sini, kamu nggak cuma belajar teori akuntansi dan audit, tapi juga langsung praktik lewat berbagai proyek dan pengalaman industri sejak awal kuliah.
Kurikulumnya dirancang berbasis kebutuhan dunia profesional, mengacu pada standar yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI).
Berikut beberapa keunggulan yang bikin kuliah di Universitas Cakrawala:
- Program Penyaluran Kerja: Kampus terhubung dengan 1000+ mitra industri di berbagai bidang.
- Magang Sejak Semester Pertama: Mahasiswa bisa langsung dapat pengalaman kerja di dunia nyata.
- Kurikulum Berbasis Industri: Semua materi kuliah disusun bareng praktisi supaya relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
- Dosen Praktisi: Belajar langsung dari profesional yang aktif di dunia industri.
Yuk, tanya-tanya gratis atau langsung daftar sekarang untuk tahu lebih banyak tentang jurusan Akuntansi dan peluang kariernya di dunia audit bersama Universitas Cakrawala!