Kerja di offshore sering jadi salah satu pilihan karier yang menarik buat kamu yang tertarik dengan dunia engineering, oil and gas, atau pekerjaan lapangan.
Tapi, apakah latar belakang Teknik Mesin memang sesuai untuk masuk ke industri ini?
Yuk, cari tahu peluang kerjanya, posisi yang bisa dipilih, dan apa saja yang perlu kamu siapkan!
Key Takeaways
- Lulusan Teknik Mesin bisa bekerja di offshore, terutama sebagai Mechanical Engineer, Maintenance Engineer, Reliability Engineer, Rotating Equipment Engineer, hingga Piping Engineer.
- Untuk masuk industri offshore, gelar Teknik Mesin saja belum selalu cukup. Pengalaman project, internship, technical skill, safety training, kondisi kesehatan, dan sertifikasi tertentu dapat menjadi bagian dari persyaratan.
- Kalau kamu masih mempertimbangkan jurusan teknik yang cocok dengan rencana kariermu, kamu bisa eksplor pilihan program studi teknik dan pembelajaran berbasis industri di Cakrawala University.
Apakah Teknik Mesin Bisa Kerja di Offshore?

Sumber: Magnific
Jawabannya, bisa banget.
Lulusan Teknik Mesin cukup sesuai untuk kerja di offshore, karena banyak pekerjaan di sana berkaitan langsung dengan mesin dan sistem mekanikal.
Misalnya, kamu bisa bekerja sebagai Mechanical Engineer, Maintenance Engineer, atau Piping Engineer.
Nantinya kamu bisa menangani berbagai equipment seperti pompa, kompresor, turbin, sampai sistem perpipaan.
Tapi, untuk benar-benar kerja langsung di offshore, biasanya kamu juga perlu memenuhi beberapa syarat tambahan, seperti kondisi fisik yang fit, skill teknis yang sesuai, dan sertifikasi keselamatan tertentu.
Posisi Kerja Teknik Mesin di Offshore
Kalau kamu lulusan Teknik Mesin, ada beberapa posisi yang cukup sesuai di industri offshore.
Masing-masing punya fokus kerja yang berbeda, tapi umumnya tetap berkaitan dengan mesin, maintenance, equipment, dan sistem mekanikal.
1. Maintenance / Mechanical Engineer
Posisi ini fokus memastikan berbagai mesin dan peralatan mekanikal di fasilitas offshore tetap bekerja dengan baik.
Tugasnya bisa mencakup inspeksi, preventive maintenance, troubleshooting, sampai perbaikan equipment seperti pompa, kompresor, turbin, dan sistem perpipaan.
2. Rotating Equipment Engineer
Rotating Equipment Engineer khusus menangani peralatan yang memiliki komponen berputar, seperti pump, compressor, turbine, dan motor.
Selain memastikan equipment tetap berjalan optimal, posisi ini juga banyak berkaitan dengan analisis vibration, reliability, dan pencegahan kerusakan mesin.
Cek juga:
- 7 Jurusan Kuliah untuk yang Punya Kemampuan Mekanik
- 7 Prospek Kerja Teknik Mesin: Tugas hingga Besaran Gajinya
3. Static Equipment Engineer
Berbeda dari rotating equipment, posisi ini lebih fokus pada peralatan yang nggak punya bagian utama yang berputar.
Contohnya seperti pressure vessel, heat exchanger, storage tank, boiler, dan piping system.
Tugasnya mencakup inspeksi kondisi equipment, memastikan kekuatan material, mengecek potensi korosi, dan memastikan peralatan tetap aman digunakan.
4. Drilling/Rig Mechanic
Kalau kamu tertarik sama aktivitas pengeboran minyak dan gas, posisi ini bisa jadi salah satu jalurnya.
Drilling atau Rig Mechanic bertugas merawat dan memperbaiki berbagai mesin yang digunakan dalam operasi pengeboran.
Alat yang ditangani bisa berupa drilling machinery, hydraulic system, diesel engine, pump, sampai berbagai mechanical equipment yang ada di rig.
5. Subsea Engineer
Subsea Engineer bekerja dengan berbagai sistem dan equipment yang berada di bawah permukaan laut.
Posisi ini bisa terlibat dalam instalasi, inspeksi, maintenance, sampai troubleshooting subsea pipeline, valve, wellhead, dan equipment bawah laut lainnya.
Posisi ini cukup multidisiplin. Jadi, selain dasar Teknik Mesin, kamu juga akan banyak berhubungan dengan bidang seperti fluid mechanics, material engineering, offshore structure, hingga subsea technology.
Cek juga:
- 10 Jurusan Teknik yang Paling Banyak Dicari Perusahaan
- 10 Daftar Universitas Swasta yang Menjamin Langsung Kerja
- 15 Kampus Swasta Jakarta yang Masih Buka Pendaftaran, Catat Jadwalnya!
Hal Penting untuk Bisa Kerja Offshore
Bisa kerja di offshore bukan cuma butuh gelar Teknik Mesin. Kamu juga perlu siap dari sisi skill teknis, pengalaman, kondisi fisik, sampai standar keselamatan kerja yang cukup ketat.
Beberapa hal penting yang perlu kamu persiapkan antara lain:
- Punya dasar Teknik Mesin yang kuat, terutama di bidang mekanika, termodinamika, mekanika fluida, material, dan maintenance.
- Paham equipment industri, seperti pump, compressor, turbine, pressure vessel, heat exchanger, dan piping system.
- Punya pengalaman praktik atau internship di industri oil and gas, EPC, marine, energy, atau maintenance akan jadi nilai plus.
- Menguasai software engineering seperti AutoCAD, SolidWorks, atau ANSYS sesuai posisi yang dituju.
- Punya safety awareness yang baik, karena lingkungan kerja offshore punya standar keselamatan yang cukup ketat.
- Siap dengan sistem kerja roster atau shift, termasuk kemungkinan bekerja beberapa hari atau minggu di lokasi offshore.
- Memenuhi standar kesehatan kerja, karena biasanya ada medical check-up sebelum penempatan.
- Punya sertifikasi keselamatan tertentu jika dibutuhkan, misalnya BOSIET atau HUET, tergantung perusahaan dan jenis pekerjaan.
- Bisa bekerja dalam tim dan cepat beradaptasi, karena kerja offshore biasanya melibatkan banyak divisi dan kondisi kerja yang cukup dinamis.
- Kemampuan bahasa Inggris teknis juga penting, terutama untuk membaca manual, prosedur keselamatan, dan standar engineering.
Daftar Pilihan Jurusan di Cakrawala University
Setelah tahu kalau Teknik Mesin punya peluang kerja sampai ke industri offshore, kamu mungkin jadi makin kebayang seperti apa jalur karier di bidang engineering.
Tapi kalau ternyata Teknik Mesin belum sesuai dengan minatmu, masih ada beberapa jurusan teknik lain yang bisa kamu pertimbangkan, loh.
Di School of Engineering Cakrawala University, kamu bisa menemukan beberapa pilihan jurusan dengan fokus yang berbeda, seperti:
- Teknik Elektro: Buat kamu yang tertarik dengan listrik, elektronika, otomasi, IoT, sampai teknologi seperti robotics dan smart energy.
- Teknik Industri: Lebih fokus ke cara membuat proses kerja jadi lebih efektif dan efisien, mulai dari produksi, operasional, supply chain, sampai quality management.
- Teknik Lingkungan & Rekayasa Berkelanjutan: Cocok kalau kamu tertarik dengan isu lingkungan dan ingin belajar bagaimana teknologi bisa dipakai untuk mengelola air, energi, sampai solusi sustainability.
Selain jurusan di bidang teknik, masih ada berbagai pilihan jurusan lain di Cakrawala University.
Pilihan jurusan selain teknik ada:
- School of Business and Economics: Bisnis Digital, Keuangan dan Investasi, Manajemen, dan Akuntansi.
- School of AI & Computer Science: Ilmu Komputer, Sains Data, Sistem Informasi, dan Artificial Intelligence (AI).
- School of Communication and Design: Ilmu Komunikasi dan Desain Komunikasi Visual (DKV).
- School of Psychology and Education: Psikologi.
- School of Law: Ilmu Hukum.
Di sini, kamu juga bisa memanfaatkan fasilitas penyaluran kerja ke 1000+ perusahaan mitra, seperti Sirclo, RedDoorz, 99 Group, Mekari, dan masih banyak lagi.
FAQ
1. Apakah fresh graduate Teknik Mesin bisa langsung kerja di offshore?
Bisa, tapi tergantung perusahaan dan posisi yang tersedia. Beberapa fresh graduate biasanya mulai dari posisi junior, trainee, atau engineer di site terlebih dahulu sebelum mendapat penempatan langsung di offshore.
2. Apakah kerja offshore harus punya sertifikasi?
Untuk posisi tertentu, iya. Beberapa perusahaan bisa meminta sertifikasi keselamatan seperti BOSIET atau HUET, terutama jika pekerja harus ditempatkan langsung di fasilitas lepas pantai.
3. Apakah kerja offshore harus bisa berenang?
Kemampuan berenang bisa membantu, terutama karena ada pelatihan keselamatan yang berhubungan dengan kondisi darurat di laut. Tapi persyaratan pastinya tetap tergantung perusahaan dan jenis pekerjaannya.