Jurusan DKV memang sering dikaitkan dengan kerja di agensi atau industri kreatif. Tapi di sisi lain, ada juga yang pengin punya karier lebih stabil dan tertata seperti PNS. Wajar kalau akhirnya muncul kebingungan soal arah karier setelah lulus DKV.
Biar nggak nebak-nebak sendiri, kita bahas bareng apakah lulusan DKV punya peluang jadi PNS dan seperti apa jalurnya!
Key Takeaways
- Lulusan jurusan DKV punya peluang untuk jadi PNS. Selama formasi yang dibuka relevan dengan desain, komunikasi publik, humas, atau media, lulusan DKV tetap bisa mendaftar dan bersaing di seleksi CPNS.
- PNS bukan satu-satunya jalur karier lulusan DKV. Selain PNS, lulusan DKV punya banyak opsi lain seperti industri kreatif, perusahaan swasta, startup, freelancer, hingga wirausaha kreatif.
- Jurusan DKV di Universitas Cakrawala dirancang untuk membuka banyak jalur karier. Dengan kurikulum berbasis industri, pengalaman praktik, dan dukungan program penyaluran kerja, Universitas Cakrawala membekali mahasiswa siap kerja.
Apakah Jurusan DKV Bisa Jadi PNS?
Jawaban singkatnya: bisa.
Lulusan jurusan DKV punya peluang untuk jadi PNS, selama memenuhi syarat dan ada formasi yang sesuai saat seleksi.
Di jalur PNS, yang paling menentukan bukan nama jurusannya saja, tapi kebutuhan instansi dan formasi yang dibuka. Kalau ada instansi pemerintah yang membutuhkan tenaga di bidang komunikasi visual, publikasi, media, atau kehumasan, lulusan DKV bisa ikut mendaftar.
Jadi, secara peluang, jurusan DKV tidak menutup jalan ke PNS. Tinggal bagaimana kamu menyesuaikan kualifikasi, mengikuti seleksi, dan memilih formasi yang tepat.
Instansi yang Sering Membuka Formasi DKV

Sumber: Freepik
Lulusan DKV umumnya dibutuhkan di instansi pemerintah yang bergerak di bidang komunikasi publik, informasi digital, pendidikan, dan pengembangan kreatif. Peran DKV di sini biasanya berkaitan dengan pengelolaan visual, publikasi, dan penyampaian informasi ke masyarakat.
Beberapa instansi yang relatif relevan untuk lulusan DKV antara lain:
- Kementerian Komunikasi dan Digital: Instansi ini sering membutuhkan tenaga dengan kemampuan desain visual untuk mendukung penyebaran informasi publik, pengelolaan konten digital, infografis, dan materi komunikasi negara.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi: Peluang bagi lulusan DKV bisa muncul di bidang pendukung pendidikan, kebudayaan, hingga posisi tenaga pengajar (dosen), terutama bagi yang melanjutkan studi dan memenuhi kualifikasi akademik.
- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Lulusan DKV cukup relevan di instansi ini, khususnya untuk mendukung branding destinasi wisata, promosi event, dan pengembangan konten kreatif berbasis visual.
- Lembaga Penyiaran Publik seperti Radio Republik Indonesia dan Televisi Republik Indonesia: Instansi penyiaran membutuhkan tenaga yang paham visual untuk mendukung produksi konten siaran, grafis program, hingga materi promosi.
- Badan Standardisasi Nasional: Dalam beberapa seleksi CPNS sebelumnya, BSN tercatat pernah membuka formasi teknis yang relevan dengan latar belakang DKV, terutama untuk kebutuhan visualisasi informasi dan dokumentasi.
- Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata, dan Bagian Humas Pemerintah Daerah: Di tingkat daerah, lulusan DKV sering dibutuhkan untuk promosi potensi wilayah, dokumentasi kegiatan pemerintah, pengelolaan media sosial, serta materi komunikasi publik.
- Badan, lembaga, atau unit kerja pemerintah yang memiliki fungsi humas dan publikasi: Selama instansi tersebut aktif berkomunikasi dengan masyarakat, kebutuhan akan desain visual dan konten kreatif tetap terbuka bagi lulusan DKV.
Cek juga:
Formasi PNS yang Bisa Diisi Lulusan DKV
Dalam seleksi CPNS, lulusan DKV bisa masuk ke beberapa formasi yang berkaitan dengan komunikasi, publikasi, pendidikan, dan pengelolaan informasi visual. Nama jabatannya bisa berbeda-beda, tapi fungsinya masih relevan dengan kompetensi DKV.
Berikut beberapa formasi yang realistis untuk lulusan DKV:
1. Desainer Grafis
Di lingkungan PNS, desainer grafis terlibat dalam pembuatan infografis kebijakan, konten media sosial resmi, materi sosialisasi program pemerintah, sampai visual pendukung acara atau kampanye publik.
Tantangannya ada di bagaimana menyederhanakan informasi yang kadang kompleks jadi visual yang komunikatif.
Formasi seperti ini cukup sering muncul di instansi yang aktif mengelola komunikasi publik, misalnya di Kementerian Komunikasi dan Digital atau Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Dalam praktiknya, Desainer Grafis PNS biasanya mengerjakan:
- Mendesain poster, infografis, dan materi publikasi resmi
- Membuat konten visual untuk media sosial dan website instansi
- Menjaga konsistensi identitas visual instansi
- Mendukung kebutuhan visual acara dan program pemerintah
2. Pranata Humas
Peran ini berfokus pada bagaimana instansi pemerintah berkomunikasi dengan masyarakat dan media.
Lulusan DKV punya nilai tambah karena tidak hanya memahami pesan, tapi juga cara mengemas pesan secara visual. Di era digital, humas pemerintah dituntut mampu menyampaikan informasi lewat konten yang menarik, bukan sekadar rilis teks panjang.
Posisi Pranata Humas bisa kamu temui di berbagai instansi, mulai dari Bagian Humas Pemerintah Daerah sampai kementerian yang aktif melakukan publikasi, seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Dalam kesehariannya, Pranata Humas biasanya menangani:
- Penyusunan dan penyebaran informasi ke publik
- Pengelolaan konten media sosial dan publikasi instansi
- Koordinasi dengan media massa
- Dokumentasi dan pelaporan kegiatan instansi
- Menjaga citra dan reputasi lembaga
3. Pengelola Media dan Informasi
Peran ini fokus mengelola saluran komunikasi digital milik instansi agar informasinya selalu up to date dan mudah diakses masyarakat.
Di posisi ini, kemampuan desain sangat kepakai, terutama untuk menjaga tampilan konten tetap rapi, konsisten, dan sesuai identitas instansi. Selain visual, kamu juga perlu paham alur informasi dan kebutuhan audiens.
Formasinya biasanya tersedia di Diskominfo daerah atau unit pengelola media digital di berbagai kementerian dan lembaga negara.
Tugas yang sering dikerjakan antara lain:
- Mengelola website resmi instansi
- Menyusun dan mengunggah konten digital
- Menata tampilan visual konten agar informatif
- Memastikan informasi publik mudah dipahami
- Berkoordinasi dengan tim humas dan teknis
4. Analis Komunikasi / Analis Informasi
Kalau kamu suka mikir konsep dan strategi di balik sebuah pesan, Analis Komunikasi bisa jadi jalur PNS yang cocok untuk lulusan DKV. Peran ini tidak selalu terlihat di depan layar, tapi sangat penting dalam menentukan bagaimana informasi pemerintah disusun dan disampaikan ke publik.
Formasi seperti ini pernah dibuka di beberapa lembaga negara yang aktif melakukan sosialisasi kebijakan, salah satunya di Badan Standardisasi Nasional, serta unit komunikasi di kementerian dan lembaga pemerintah lainnya.
Dalam praktiknya, Analis Komunikasi biasanya mengerjakan:
- Menganalisis kebutuhan dan karakter audiens
- Menyusun konsep dan strategi komunikasi publik
- Mengevaluasi efektivitas konten dan media komunikasi
- Memberi rekomendasi perbaikan strategi komunikasi
- Mendukung kebijakan lewat pendekatan komunikasi yang tepat
5. Tenaga Kreatif / Content Creator Pemerintah
Walaupun nama jabatannya tidak selalu menyebut “content creator”, fungsi kerjanya tetap seputar produksi konten kreatif.
Peran ini penting karena pemerintah sekarang dituntut lebih aktif di media digital. Konten harus informatif, tapi juga menarik dan relevan dengan gaya komunikasi masyarakat saat ini. Di sinilah lulusan DKV punya peran besar.
Posisi seperti ini bisa kamu temui di lembaga penyiaran publik seperti Radio Republik Indonesia dan Televisi Republik Indonesia, serta unit media digital di kementerian dan pemerintah daerah.
Biasanya, Tenaga Kreatif Pemerintah menangani:
- Produksi konten visual dan multimedia
- Pembuatan video, grafis, atau materi kampanye digital
- Pengelolaan konten untuk media sosial dan kanal digital
- Menyesuaikan gaya konten dengan target audiens
- Mendukung program komunikasi publik pemerintah
6. Dokumentalis Kegiatan Pemerintah
Profesi ini fokus pada pendokumentasian kegiatan instansi dalam bentuk foto, video, dan laporan visual. Lulusan DKV dibutuhkan karena tidak hanya bisa memotret atau merekam, tapi juga paham komposisi visual, storytelling, dan penyajian hasil dokumentasi yang rapi serta layak publikasi.
Posisi ini biasanya dibutuhkan di Pemerintah Daerah, kementerian, atau lembaga negara yang sering menggelar acara, sosialisasi, dan kegiatan publik.
Dalam kesehariannya, Dokumentalis biasanya:
- Mendokumentasikan kegiatan resmi instansi
- Mengolah foto dan video hasil dokumentasi
- Menyusun arsip visual kegiatan
- Menyediakan materi dokumentasi untuk publikasi
- Mendukung laporan dan komunikasi instansi
7. Dosen (PNS di Perguruan Tinggi Negeri)
Buat lulusan DKV yang tertarik ke dunia akademik, jalur dosen PNS juga terbuka. Profesi ini cocok untuk kamu yang ingin berbagi ilmu, mengajar, dan mengembangkan bidang desain dan komunikasi visual secara akademis.
Namun, jalur ini punya syarat tambahan, yaitu melanjutkan pendidikan minimal S2. Posisi dosen DKV bisa ditemui di Perguruan Tinggi Negeri yang memiliki program studi desain, misalnya di Institut Seni Indonesia atau universitas negeri lain dengan rumpun seni dan desain.
Peran dosen DKV meliputi:
- Mengajar mata kuliah desain dan komunikasi visual
- Membimbing mahasiswa dalam proyek dan tugas akhir
- Mengembangkan kurikulum dan materi ajar
- Melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat
- Berkontribusi pada pengembangan keilmuan desain
Syarat Umum Lulusan DKV untuk Jadi PNS
Walaupun peluang lulusan DKV untuk menjadi PNS cukup terbuka, prosesnya tentu tidak bisa instan. Ada beberapa syarat umum yang perlu dipenuhi agar bisa ikut seleksi dan bersaing dengan pelamar lain. Syarat-syarat ini pada dasarnya sama seperti jurusan lain, hanya saja lulusan DKV perlu lebih teliti memastikan kecocokan jurusan dengan formasi yang dibuka.
- Pendidikan minimal S1: Lulusan jurusan DKV harus memiliki ijazah S1 yang diakui dan terdaftar secara resmi.
- Kesesuaian jurusan dengan formasi (linearitas): Jurusan DKV harus sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan pada formasi yang dibuka oleh instansi.
- Memenuhi persyaratan administratif: Meliputi dokumen seperti ijazah, transkrip nilai, KTP, surat keterangan, dan berkas lain sesuai ketentuan CPNS.
- Mengikuti seluruh tahapan seleksi CPNS: Mulai dari seleksi administrasi, tes kompetensi dasar (SKD), hingga tes kompetensi bidang (SKB).
- Memenuhi syarat usia dan ketentuan umum lainnya: Batas usia dan syarat tambahan mengikuti kebijakan yang ditetapkan pada tiap periode seleksi CPNS.
- Memiliki kompetensi pendukung (nilai tambah): Portofolio desain, sertifikat keahlian, atau pengalaman relevan bisa jadi nilai tambah, terutama untuk formasi yang berkaitan dengan komunikasi dan publikasi.
Apakah Jadi PNS Pilihan yang Cocok untuk Lulusan DKV?
Jawabannya: tergantung tujuan dan gaya kerja kamu. Jadi PNS bisa jadi pilihan yang pas untuk lulusan DKV, tapi tidak selalu cocok untuk semua orang.
Beberapa alasan kenapa PNS cocok untuk lulusan DKV:
- Stabilitas kerja lebih terjamin (jam kerja jelas, penghasilan tetap).
- Kesempatan berkontribusi lewat komunikasi publik dan layanan masyarakat.
- Lingkup kerja yang jelas, cocok buat kamu yang suka struktur dan aturan.
Namun, ada juga hal yang perlu dipertimbangkan:
- Ruang eksplorasi kreatif bisa lebih terbatas dibanding industri kreatif swasta.
- Proses kerja cenderung lebih birokratis dan bertahap.
- Tidak semua instansi memberi porsi besar pada eksperimen visual.
Jadi, PNS cocok untuk lulusan DKV yang:
- Mengutamakan stabilitas dan jenjang karier jangka panjang.
- Suka kerja terstruktur dan kolaborasi lintas bidang.
- Tertarik mengemas informasi publik agar lebih mudah dipahami masyarakat.
Tips bagi Lulusan DKV yang Ingin Bekerja sebagai PNS

Sumber: Freepik
Kalau kamu punya minat untuk meniti karier sebagai PNS dari jurusan DKV, ada beberapa hal yang bisa disiapkan sejak awal supaya peluangmu lebih besar. Nggak cuma soal lulus tes, tapi juga soal kesiapan kompetensi.
- Pahami formasi yang relevan dengan DKV: Jangan hanya melihat nama jabatannya. Baca deskripsi tugas dan kualifikasi dengan teliti, karena banyak formasi yang sebenarnya cocok untuk lulusan DKV meski tidak menyebut “desain” secara langsung.
- Bangun portofolio yang rapi dan relevan: Portofolio tetap penting, terutama untuk formasi yang berkaitan dengan komunikasi, publikasi, dan media digital. Tampilkan karya yang menunjukkan kemampuan mengolah pesan visual, bukan sekadar desain estetis.
- Ikuti perkembangan seleksi CPNS setiap tahun: Informasi formasi dan syarat bisa berubah. Biasakan memantau pengumuman resmi agar tidak ketinggalan peluang.
- Latih kemampuan tes CPNS: Selain kompetensi bidang, kamu tetap harus lolos Tes Kompetensi Dasar (SKD). Persiapan ini sama pentingnya dengan skill desain.
- Perkuat skill pendukung: Kemampuan menulis singkat, mengelola media sosial, memahami audiens, dan kerja tim akan sangat membantu saat bekerja di lingkungan pemerintahan.
Alternatif Karier Lulusan DKV Selain PNS
Selain PNS, sebagai lulusan DKV kamu juga bisa bekerja di beberapa alternatif karier berikut:
- Bekerja di industri kreatif: Lulusan DKV bisa bekerja di agensi desain, agensi iklan, atau production house sebagai desainer grafis, visual designer, atau motion graphic artist. Kamu bisa melamar pekerjaan di agensi kreatif seperti Visious Studio, Narasi, atau production house yang menangani iklan dan konten digital.
- Masuk ke perusahaan swasta atau startup: Di startup, peran DKV biasanya lebih luas dan dinamis. Kamu bisa melamar pekerjaan di perusahaan seperti Gojek, Tokopedia, atau perusahaan FMCG seperti Unilever Indonesia.
- Freelancer atau pekerja lepas: Jalur ini cocok buat lulusan DKV yang ingin kerja fleksibel dan menangani proyek dari berbagai klien. Proyeknya bisa berupa desain logo, konten media sosial, hingga UI/UX. Kamu bisa mengambil proyek dari klien UMKM, startup, atau lewat platform freelance seperti Upwork dan Fiverr.
- Wirausaha di bidang kreatif: Jalur ini cocok untuk yang ingin mandiri dan berkembang jangka panjang. Kamu bisa memulai usaha seperti studio desain, jasa branding, atau personal brand desainer yang melayani klien korporat dan UMKM.
Cek juga:
- Kuliah S1 DKV Online
- 20 Universitas Swasta Jurusan DKV Terbaik di Indonesia
- 9 Beasiswa Jurusan DKV 2026, Cek Di Sini!
Frequently Ask Questions (FAQ)
1. Apakah jurusan DKV harus linier saat daftar PNS?
Sebagian besar formasi PNS memang mensyaratkan linearitas jurusan, artinya jurusan kuliah harus sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang diminta. Untuk lulusan DKV, ini berarti kamu perlu mencari formasi yang berkaitan dengan desain, komunikasi, humas, publikasi, atau media.
Walaupun tidak semua formasi menyebut “DKV” secara eksplisit, banyak posisi yang tetap relevan secara fungsi. Karena itu, penting untuk membaca deskripsi jabatan dan persyaratan pendidikan secara detail sebelum mendaftar.
2. Apakah portofolio penting untuk daftar PNS dari jurusan DKV?
Portofolio tidak selalu menjadi syarat wajib, tapi bisa menjadi nilai tambah yang kuat, terutama untuk formasi yang berkaitan dengan komunikasi visual, humas, atau pengelolaan media.
Portofolio membantu menunjukkan kemampuan nyata kamu, bukan hanya dari ijazah. Isinya tidak harus rumit. Cukup tampilkan karya desain yang relevan, rapi, dan menunjukkan kemampuan mengolah pesan visual.
3. Kalau gagal CPNS, apakah lulusan DKV masih punya banyak peluang kerja?
Masih sangat banyak. Gagal CPNS bukan akhir dari peluang karier lulusan DKV. Dengan skill desain dan komunikasi visual, kamu tetap bisa masuk ke industri kreatif, perusahaan swasta, startup, bekerja sebagai freelancer, atau membangun usaha sendiri.
Justru banyak lulusan DKV yang sukses di luar jalur PNS karena fleksibilitas dan luasnya kebutuhan skill desain di berbagai sektor.
Saatnya Menentukan Pilihan Karier yang Tepat di Cakrawala!
Dari pembahasan di atas, bisa disimpulkan lulusan jurusan DKV punya peluang untuk menjadi PNS, selama formasi yang dibuka sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan instansi. Jalur PNS terbuka, tapi tetap perlu strategi, kesiapan, dan pemahaman yang tepat soal formasi.
Kalau kamu ingin kuliah DKV dengan bekal yang relevan untuk berbagai jalur karier (baik PNS maupun non-PNS), Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di Universitas Cakrawala bisa jadi pilihan yang tepat.

Di sini, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan desain, tapi juga pemahaman komunikasi visual yang aplikatif dan siap kerja.
Beberapa keunggulan yang bisa kamu dapatkan:
- Program penyaluran kerja dengan dukungan lebih dari 840 mitra industri dari berbagai sektor
- Magang sejak semester pertama, sehingga pengalaman dan portofolio bisa dibangun lebih awal
- Kurikulum berbasis industri yang disusun sesuai kebutuhan dunia kerja
- Dosen praktisi berpengalaman, sehingga pembelajaran lebih aplikatif dan relevan
Yuk, mulai tentukan arah kariermu dari sekarang. Konsultasi gratis atau langsung mendaftar untuk jadi lulusan DKV yang siap bersaing di berbagai jalur karier, termasuk sektor pemerintahan!