Apakah Jurusan Psikologi Bisa Jadi Psikiater? Cek di Sini!

School of Psychology and Education
Tayang 07 January 2026
Diperbarui 07 January 2026
Waktu Baca 8 minutes

Sudah Direview Oleh Expert

Ditulis oleh

Rahmawati

Banyak calon mahasiswa yang masih mengira kalau masuk Jurusan Psikologi nantinya bisa jadi Psikiater. Nggak heran, pertanyaan “apakah Jurusan Psikologi bisa jadi psikiater?” sering muncul karena informasi yang diterima belum jelas sejak awal.

 

Nah, di artikel ini kita bakal bahas jawabannya secara lengkap, plus perbedaan Psikolog dan Psikiater, serta pilihan karier yang umum ditempuh lulusan S1 Psikologi. Yuk, lanjut baca biar kamu dapat gambaran yang lebih jelas sebelum menentukan jurusan kuliah!

 

Key Takeaways

 

  • Secara umum, lulusan Jurusan Psikologi tidak bisa langsung menjadi Psikiater karena jalur pendidikan Psikiater berasal dari Fakultas Kedokteran.
  • Psikiater dan Psikolog sendiri berbeda dalam latar belakang pendidikan, metode penanganan, kewenangan obat, dan fokus masalah yang ditangani.
  • Di Universitas Cakrawala, Jurusan Psikologi menyediakan konsentrasi Psikologi Klinis sejak S1, dengan kurikulum berbasis industri, bimbingan dosen praktisi, program magang, dan fasilitas penyaluran kerja lengkap.

 

Apakah Jurusan Psikologi Bisa Jadi Psikiater?

 

Sebenarnya, lulusan Jurusan Psikologi tidak bisa langsung menjadi Psikiater, karena Psikiater adalah dokter spesialis kejiwaan (Sp.KJ) yang jalur pendidikannya berasal dari Fakultas Kedokteran.

 

Sementara itu, lulusan Psikologi (S1) umumnya lebih diarahkan untuk melanjutkan ke Profesi Psikolog yang berfokus pada psikoterapi, yaitu proses pemberian layanan dan pendampingan psikologis tanpa pemberian obat.

 

Secara akademis pun, kedua profesi ini memiliki jalur pendidikan yang sepenuhnya berbeda di Indonesia. Biar lebih jelas, berikut perbedaan jalur pendidikan Psikiater dan Psikolog yang perlu kamu ketahui:

 

Jalur Pendidikan Menjadi Psikiater

 

  • S1 Kedokteran: Menempuh pendidikan sarjana kedokteran untuk memperoleh gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked.).
  • Pendidikan Profesi Dokter (Koas): Menjalani program profesi untuk menjadi Dokter Umum (dr.) melalui praktik klinik terstruktur.
  • Spesialis Kedokteran Jiwa (PPDS): Mengambil Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) selama kurang lebih 4 tahun untuk mendapatkan gelar Sp.KJ.

 

Jalur Pendidikan Menjadi Psikolog

 

  • S1 Psikologi: Menempuh pendidikan sarjana untuk memperoleh gelar Sarjana Psikologi (S.Psi.).
  • Pendidikan Profesi Psikologi / Magister Psikologi Profesi (S2): Melanjutkan ke Program Profesi Psikolog untuk mendapatkan gelar Psikolog (Psi.) dan izin praktik sesuai bidangnya.

 

Nah, buat kamu yang tetap ingin kuliah di Jurusan Psikologi dan berkarier di bidang kesehatan mental seperti Psikiater, jangan khawatir. Ada kok jalur yang lebih umum ditempuh, yaitu menjadi Psikolog Klinis.

 

Di Jurusan Psikologi Universitas Cakrawala, kamu bisa mulai mendalami konsentrasi Psikologi Klinis sejak S1. Di sini kamu belajar langsung dari dosen praktisi (supervisi psikolog) bagaimana mengaplikasikan teori dalam penanganan kesehatan mental.

 

Peminatan ini juga membekali mahasiswa dengan kemampuan analitis, praktis, dan aplikatif dengan dukungan kurikulum berbasis industri.

 

Menariknya, mahasiswa bisa ikut magang sejak semester pertama dan nantinya mendapat fasilitas penyaluran kerja ke 1000+ perusahaan mitra, sehingga kariermu lebih siap dan terarah, termasuk di bidang kesehatan mental.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Apa Bedanya Psikiater dan Psikolog?

 

Apakah Jurusan Psikologi Bisa Jadi Psikiater

Sumber: Freepik

 

Walaupun keduanya sama-sama berfokus pada kesehatan mental, Psikiater dan Psikolog memiliki tanggung jawab, metode, dan kewenangan yang berbeda.

 

Nah, biar nggak makin bingung, ini dia tabel perbedaan Psikiater dan Psikolog yang perlu kamu pahami:

 

Aspek

Psikiater

Psikolog

Latar Belakang Pendidikan

Dokter umum yang mengambil spesialisasi Kedokteran Jiwa (Sp.KJ).

Lulusan S1 Psikologi yang melanjutkan ke Magister / Profesi Psikologi untuk memperoleh gelar Psikolog (Psi.).

Metode Penanganan & Kewenangan Obat

Bisa mendiagnosis gangguan mental dari sisi biologis, meresepkan obat-obatan (farmakoterapi), serta melakukan terapi medis dan psikoterapi.

Menangani pasien melalui psikoterapi, konseling, dan tes psikologi. Tidak berwenang meresepkan obat.

Fokus Masalah

Gangguan mental yang kompleks atau berat, seperti skizofrenia, bipolar, depresi berat, atau masalah yang memerlukan intervensi medis.

Masalah sehari-hari, stres, kecemasan, kesulitan emosi, dan perubahan perilaku. Fokus pada terapi bicara (misal CBT) dan pengelolaan perilaku.

Kapan Harus Menghubungi

Jika gejala sudah memengaruhi fungsi biologis (tidur, makan), ada dugaan kondisi medis serius, atau membutuhkan obat.

Jika masalah lebih ke arah emosi, hubungan, stres kerja, atau ingin melakukan tes psikologi tanpa gejala fisik berat.

 

 

Mana yang Lebih Baik, Menjadi Psikiater atau Psikolog?

 

Sebenarnya, tidak ada jawaban mutlak soal mana yang lebih baik antara menjadi Psikiater atau Psikolog. Kedua profesi sama-sama mulia dan saling melengkapi, pilihan tergantung minat pribadi, jalur pendidikan yang ingin ditempuh, dan jenis penanganan yang ingin diberikan.

 

Pilih Psikiater jika kamu:

 

  • Tertarik dengan kedokteran, biologi, dan farmakologi
  • Ingin mendiagnosis gangguan mental yang kompleks dan meresepkan obat
  • Menangani kondisi seperti depresi berat, gangguan bipolar, atau skizofrenia, sering bekerja sama dengan Psikolog

 

Pilih Psikolog jika kamu:

 

  • Tertarik pada perilaku manusia, emosi, dan proses mental
  • Lebih fokus pada konseling, terapi perilaku, dan tes psikologis
  • Membantu orang mengatasi stres, masalah hubungan, atau memahami diri lebih dalam, terutama jika penanganan medis tidak diperlukan

 

Lantas, Lulusan S1 Psikologi Bisa Kerja Jadi Apa?

 

Lulusan S1 Psikologi prospek kerjanya nggak kalah luas, lho. Umumnya, mereka bisa berkarier di berbagai bidang, mulai dari layanan kesehatan mental, pendidikan, perusahaan, hingga industri kreatif, sesuai minat dan spesialisasi yang diambil.

 

Nah, biar lebih jelas, ini dia beberapa pilihan karier lulusan S1 Psikologi yang nantinya bisa jadi pertimbanganmu:

 

  • Asisten Psikolog: Membantu psikolog dalam administrasi tes, skoring, dan observasi awal, biasanya ditemui di rumah sakit seperti RS Cipto Mangunkusumo, klinik psikologi seperti Galenium Clinic, atau universitas.
  • Psikolog Klinis: Melakukan asesmen dan terapi psikologis untuk individu dengan masalah mental setelah menempuh S2 Profesi Psikologi Klinis, dan bisa bekerja di rumah sakit besar seperti RSUP Dr. Sardjito atau layanan klinik swasta.
  • Tester Psikologi: Menjalankan tes psikologi untuk rekrutmen atau asesmen massal di perusahaan seperti Unilever Indonesia, lembaga BUMN seperti Pertamina, atau agensi HRD seperti Kelly Services.
  • Mental Health Educator: Memberikan edukasi kesehatan mental kepada publik, bisa bekerja di NGO seperti Yayasan Pulih, komunitas kesehatan mental, atau platform edukasi online.
  • Terapis Anak Berkebutuhan Khusus (ABK): Mendampingi anak dengan kebutuhan khusus di sekolah atau pusat terapi seperti SLB Negeri, Autisma Care Clinic, atau pusat terapi anak lainnya.
  • Staf HRD / Human Resources: Menangani administrasi karyawan dan pengembangan SDM di perusahaan swasta, startup seperti Gojek, atau bank besar seperti Bank BCA.
  • Recruiter / Talent Acquisition: Menyeleksi kandidat baru melalui wawancara dan tes psikologi di perusahaan teknologi seperti Tokopedia, BUMN seperti Telkom Indonesia, atau agensi rekrutmen seperti Robert Walters.
  • Trainer & Organizational Development (OD): Merancang program pelatihan untuk meningkatkan kinerja karyawan di perusahaan besar seperti Astra International atau konsultan SDM seperti Sinergia Group.
  • Market Researcher & UX Researcher: Menganalisis perilaku konsumen atau pengguna aplikasi untuk pengembangan produk di startup seperti Traveloka, agensi riset seperti Kantar Indonesia, atau e-commerce seperti Shopee Indonesia.
  • Konselor Pendidikan: Membantu siswa merencanakan karier dan akademik di sekolah, bimbingan belajar seperti Zenius, atau lembaga konseling seperti Edlink Indonesia.
  • Peneliti (Research Assistant): Membantu pengumpulan data dan riset di universitas, lembaga penelitian seperti BRIN, atau laboratorium psikologi kampus.
  • Staff Pemerintahan: Bekerja di dinas sosial, BNN, atau lembaga negara lainnya sebagai analis perilaku atau perencana program sosial di instansi pemerintah.

 


 

Cek juga:

 

 


 

FAQ

1. Apakah Lulusan Sarjana Psikologi Dapat Melanjutkan Pendidikan Dokter Spesialis Kejiwaan?

 

Tidak bisa secara langsung. Untuk menjadi psikiater, seseorang harus menempuh jalur kedokteran dulu (S1 Kedokteran → Profesi Dokter → Spesialis Kedokteran Jiwa). Lulusan Psikologi perlu memulai dari awal jika ingin menjadi dokter spesialis kejiwaan.

 

2. Apakah Lulusan Psikologi Bisa Kerja Di Rumah Sakit?

 

Bisa, tapi biasanya di posisi Psikolog Klinis, Asisten Psikolog, atau Tester Psikologi. Mereka menangani layanan konseling, asesmen, atau tes psikologi, bukan meresepkan obat.

 

3. Apakah Psikolog Bisa Memberi Obat?

 

Tidak. Psikolog hanya menangani terapi psikologis, konseling, dan tes psikologi, sedangkan pemberian obat hanya bisa dilakukan oleh psikiater.

 

4. Apakah Psikolog Klinis Sama dengan Psikiater?

 

Tidak sama. Psikolog Klinis memberikan terapi dan konseling psikologis, sedangkan Psikiater adalah dokter spesialis kejiwaan yang bisa mendiagnosis dan meresepkan obat.

 

5. Apakah Psikolog Harus S2?

 

Ya, untuk menjadi Psikolog berlisensi (Psi.), lulusan S1 Psikologi harus melanjutkan ke Pendidikan Profesi Psikologi / Magister Psikologi Profesi (S2).

 

Tertarik Berkarier di Bidang Kesehatan Mental? Persiapkan dengan Kuliah di Universitas Cakrawala!

 

Jadi, itu dia penjelasan lengkap soal apakah Jurusan Psikologi bisa jadi Psikiater. Sekarang, kamu pasti sudah punya gambaran yang jelas tentang jalur pendidikan Psikologi dan Psikiater, perbedaan profesi, pilihan karier lulusan S1 Psikologi, serta prospek kerjanya.

 

Nah, kalau kamu tertarik mendalami bidang kesehatan mental dan ingin berkarier sebagai Psikolog Klinis atau profesional di layanan psikologi, salah satu cara terbaik adalah kuliah di Jurusan Psikologi Universitas Cakrawala.

 

jurusan psikologi

 

Di sini, kamu akan belajar Psikologi Klinis secara komprehensif melalui kurikulum yang dirancang agar mahasiswa memahami teori sekaligus praktik nyata.

 

Berikut beberapa hal yang membuat kuliah di Universitas Cakrawala berbeda dari kampus lain:

 

  • Fasilitasi Penyaluran Kerja: Terhubung dengan 1000+ perusahaan, termasuk yang relevan untuk memperluas peluang karier di bidang psikologi dan kesehatan mental.
  • Kampus Siap Kerja: Kurikulum dan praktik langsung dirancang agar lulusan siap bersaing di dunia profesional.
  • Magang Sejak Semester Pertama: Mahasiswa langsung terlibat praktik, baik di perusahaan atau lembaga konseling, sehingga pengalaman kerja sudah terbentuk sejak awal.
  • Kurikulum Berbasis Industri: Materi disusun bersama praktisi psikologi agar sesuai kebutuhan dunia kerja terkini.
  • Dosen Praktisi: Belajar langsung dari psikolog berpengalaman yang membimbing praktik dan supervisi lapangan.

 

Tunggu apalagi? Yuk, langsung daftar atau tanya-tanya gratis di sini untuk tahu program dan fasilitas. Mulai langkahmu berkarier di bidang kesehatan mental bersama Jurusan Psikologi Universitas Cakrawala sekarang juga!

Banner Picture

Kategori:

School of Psychology and Education

Cakrawala

Share

Penulis

Rahmawati

Rahmawati adalah SEO Content Writer dengan satu tahun pengalaman dalam menulis konten. Dari pengalamannya, Ia senang menciptakan artikel yang informatif untuk audiens di berbagai industri, mulai dari edukasi, media, finansial, hingga otomotif.

Logo Cakrawala Black

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.