Apakah Jurusan Fisioterapi Banyak Peminatnya? Ini Faktanya!

Umum
Tayang 21 January 2026
Diperbarui 21 January 2026
Waktu Baca 8 minutes

Sudah Direview Oleh Expert

Ditulis oleh

Hasna Latifatunnisa

Buat kamu yang lagi mikir ambil jurusan kesehatan, fisioterapi mungkin terdengar agak asing dibanding keperawatan atau farmasi. Tapi jangan salah, jurusan ini pelan-pelan mulai dilirik karena kebutuhan tenaga kesehatannya makin terasa.

Nah, sebelum kamu langsung menilai dari “ramai atau tidaknya”, yuk, simak fakta, alasan, dan prospek jurusan fisioterapi secara lengkap di artikel ini!

 

Key Takeaways

 

  • Jurusan fisioterapi memang belum paling ramai peminat, tapi kebutuhannya terus meningkat. Sepinya peminat bukan karena tidak dibutuhkan, melainkan karena belum banyak yang mengenal profesinya.
  • Lulusan fisioterapi bisa berkarier di klinik rehabilitasi, industri olahraga, layanan home care, hingga membuka praktik mandiri, sehingga peluang kerjanya lebih fleksibel dan realistis.
  • Melalui kurikulum berbasis industri, magang sejak semester awal, dan dukungan mitra industri seperti yang diterapkan di Universitas Cakrawala, mahasiswa punya bekal yang lebih siap untuk langsung masuk dunia kerja setelah lulus.

 

Apakah Jurusan Fisioterapi Banyak Peminatnya?

Dibandingkan jurusan kesehatan lain seperti keperawatan atau farmasi, jurusan fisioterapi relatif belum banyak peminatnya. Di banyak kampus, jumlah pendaftarnya masih tergolong lebih sedikit dan persaingannya tidak seketat jurusan “favorit”.

Tapi penting dicatat, peminat jurusan fisioterapi terus meningkat setiap tahun. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan rehabilitasi, cedera olahraga, dan kesehatan jangka panjang, profesi fisioterapis makin dibutuhkan.

Artinya, walaupun belum ramai, minat terhadap jurusan ini menunjukkan tren naik dan semakin dilirik oleh calon mahasiswa yang berpikir realistis soal masa depan kerja.

 

Mengapa Jurusan Fisioterapi Cenderung Sepi Peminat?

 

Apakah Jurusan Fisioterapi Banyak Peminatnya

Sumber: Freepik

 

Meskipun prospeknya bagus, jurusan fisioterapi masih cenderung sepi peminat. Ini bukan tanpa alasan. Berikut beberapa faktor utamanya:

 

  • Kurang dikenal di kalangan siswa SMA: Banyak siswa belum benar-benar paham apa itu fisioterapi dan apa saja peran fisioterapis di dunia kerja.
  • Minim sosialisasi di sekolah: Informasi tentang jurusan fisioterapi jarang dibahas di bimbingan karier dibanding jurusan kesehatan lain.
  • Dianggap sulit dan terlalu medis: Ada anggapan bahwa fisioterapi penuh anatomi dan praktik berat, sehingga dianggap kurang cocok untuk semua orang.
  • Profesi fisioterapis kurang terekspos: Berbeda dengan dokter atau perawat, peran fisioterapis jarang disorot media, padahal kebutuhannya tinggi.
  • Banyak yang belum tahu peluang kerjanya luas: Masih banyak yang mengira lulusan fisioterapi hanya bisa kerja di rumah sakit, padahal opsinya jauh lebih beragam.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Alasan Jurusan Fisioterapi Peminatnya Terus Meningkat

Walaupun sempat dianggap sepi, kenyataannya minat ke jurusan fisioterapi pelan-pelan naik setiap tahun. Ini bukan tren sesaat, tapi didorong oleh kebutuhan nyata di lapangan. Beberapa alasannya antara lain:

 

  • Kesadaran masyarakat soal rehabilitasi makin tinggi: Cedera, nyeri otot, post-stroke, sampai pemulihan pasca-operasi sekarang makin sering ditangani fisioterapis, bukan cuma dokter.
  • Kebutuhan tenaga fisioterapi di fasilitas kesehatan terus bertambah: Rumah sakit, klinik rehabilitasi, dan pusat terapi mulai membuka lebih banyak layanan fisioterapi, sejalan dengan standar layanan kesehatan yang dianjurkan organisasi seperti World Health Organization.
  • Industri olahraga dan gaya hidup aktif berkembang: Atlet, gym, komunitas lari, sampai tim olahraga profesional mulai sadar pentingnya fisioterapi untuk pencegahan dan pemulihan cedera.
  • Populasi lansia terus meningkat: Bertambahnya jumlah lansia membuat kebutuhan terapi gerak, pemulihan fungsi tubuh, dan perawatan jangka panjang ikut naik.
  • Peluang kerja tidak dibatasi satu jalur saja: Lulusan fisioterapi bisa bekerja di berbagai sektor, mulai dari rumah sakit, klinik, home care, hingga membuka layanan sendiri.

 

Data dan Fakta Peminat Jurusan Fisioterapi

Kalau kamu butuh gambaran angka nyata soal peminat jurusan fisioterapi di Indonesia tahun 2025, berikut beberapa data terbaru yang bisa jadi acuan:

 

  • Di salah satu kampus swasta, program studi Fisioterapi mencatat sekitar 604 pendaftar pada periode pendaftaran hingga 1 April 2025. Ini menunjukkan ada persaingan untuk masuk jurusan ini.
  • Berdasarkan statistik pendaftaran jalur masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN/SBMPTN) untuk beberapa kampus, total peminat jurusan fisioterapi mencapai sekitar 9.647 siswa di sejumlah PTN. Sementara total daya tampungnya jauh lebih kecil (sekitar 318 mahasiswa). Artinya, persaingan cukup ketat meskipun jumlah pendaftarnya tidak sebanyak jurusan lain seperti ekonomi atau teknik.
  • Meski demikian, jurusan fisioterapi belum dibuka di sebanyak jurusan populer lain; di beberapa kampus negeri hanya tersedia di ±8 lokasi utama saja, yang menjadi salah satu alasan kenapa total pendaftar terlihat lebih rendah.

 

Apakah Sepi Peminat Berarti Sedikit Prospek Kerjanya?

Jawabannya tidak. Sepi peminat tidak otomatis berarti prospek kerja kecil. Di jurusan fisioterapi, justru berlaku logika sebaliknya.

Beberapa alasan kenapa sepi peminat tidak berbanding lurus dengan peluang kerja:

 

  • Kebutuhan tenaga ditentukan industri, bukan tren jurusan: Rumah sakit dan klinik butuh fisioterapis karena layanan rehabilitasi memang diperlukan, bukan karena jurusannya sedang populer.
  • Jumlah lulusan masih lebih sedikit dibanding kebutuhan: Jurusan fisioterapi belum dibuka di banyak kampus, sehingga suplai lulusannya tidak sebanyak jurusan kesehatan lain.
  • Peran fisioterapis semakin penting di sistem kesehatan: Rehabilitasi diakui sebagai bagian penting layanan medis, sesuai standar yang dianjurkan organisasi kesehatan global seperti World Health Organization.
  • Peluang kerja tidak hanya satu jalur: Lulusan fisioterapi bisa bekerja di rumah sakit, klinik, home care, pusat rehabilitasi, hingga membuka layanan sendiri.
  • Persaingan kerja cenderung lebih realistis: Karena tidak semua orang mengambil jurusan ini, persaingan antar-lulusan biasanya tidak sepadat jurusan yang peminatnya sangat besar.

 

Prospek Kerja Lulusan Fisioterapi

 

Apakah Jurusan Fisioterapi Banyak Peminatnya

Sumber: Freepik

 

Lulusan jurusan fisioterapi punya jalur karier yang cukup luas di bidang kesehatan dan rehabilitasi. Profesi ini tidak hanya terbatas di rumah sakit, tapi juga masuk ke olahraga, layanan mandiri, hingga industri kesehatan.

Biar lebih kebayang, berikut penjelasannya:

 

  • Rumah Sakit & Fasilitas Kesehatan: Berkarier sebagai fisioterapis yang menangani pasien pasca-operasi, stroke, cedera, dan gangguan gerak. Posisi ini banyak tersedia di rumah sakit pemerintah dan swasta seperti RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo, Siloam Hospitals, Mayapada Healthcare, serta rumah sakit daerah.
  • Klinik Rehabilitasi & Terapi: Fokus menangani terapi pemulihan otot, sendi, dan fungsi gerak secara rutin. Profesi ini banyak ditemukan di klinik rehabilitasi dan sport injury clinic seperti Physio Active Indonesia, Indonesian Sports Clinic, dan klinik fisioterapi swasta lainnya.
  • Industri Olahraga & Atlet Profesional: Menangani pencegahan dan pemulihan cedera atlet, baik profesional maupun amatir. Lulusan fisioterapi dibutuhkan oleh klub olahraga dan organisasi seperti KONI, klub sepak bola profesional Indonesia, akademi olahraga, serta pusat pelatihan atlet nasional.
  • Home Care & Layanan Fisioterapi Mandiri: Memberikan layanan terapi langsung ke rumah pasien, terutama lansia atau pasien pascarehabilitasi. Jalur ini banyak dijalankan melalui platform layanan kesehatan seperti Halodoc, Alodokter, atau praktik mandiri berbasis personal branding.
  • Industri Alat Kesehatan & Rehabilitasi: Bekerja sebagai terapis pendamping, trainer produk, atau clinical support untuk alat medis. Posisi ini tersedia di perusahaan alat kesehatan seperti Kalbe Farma dan distributor alat medis rehabilitasi.
  • Peluang Kerja di Luar Negeri: Dengan sertifikasi dan pengalaman, fisioterapis bisa bekerja di luar negeri, terutama di negara dengan fokus rehabilitasi dan lansia seperti Jepang, Australia, dan Timur Tengah, melalui rumah sakit, klinik, atau agency kesehatan internasional.

 


 

Cek juga:

 

 


 

Frequently Ask Questions (FAQ)

1. Jurusan fisioterapi itu IPA atau IPS?

Jurusan fisioterapi mayoritas mensyaratkan lulusan IPA, karena dasar ilmunya sangat berkaitan dengan:

 

  • biologi,
  • anatomi dan fisiologi tubuh manusia,
  • serta dasar ilmu kesehatan.

 

Di semester awal, mahasiswa akan langsung bertemu mata kuliah seperti anatomi, biomekanika, dan fisiologi. Kalau latar belakangnya IPS, biasanya akan cukup kaget karena ritme belajarnya lebih dekat ke sains dan medis.

 

2. Kuliah fisioterapi itu susah atau tidak?

Fisioterapi termasuk jurusan yang menantang, tapi bukan tidak mungkin dijalani. Tantangannya ada pada kombinasi antara:

 

  • teori medis yang cukup padat,
  • praktik laboratorium,
  • dan praktik klinik langsung dengan pasien.

 

Mahasiswa tidak hanya menghafal, tapi juga harus paham fungsi tubuh dan cara menangani gangguan gerak. Tapi sisi positifnya, ilmunya sangat aplikatif dan langsung dipraktikkan, jadi tidak terasa “teoritis kosong”.

 

3. Apakah jurusan fisioterapi harus kuat fisik?

Tidak harus atlet atau super kuat, tapi kondisi fisik yang sehat dan aktif itu penting. Kalau kamu punya riwayat cedera ringan atau stamina biasa saja, itu masih aman. Yang penting, tidak punya gangguan fisik berat dan siap beradaptasi dengan aktivitas praktik.

Dalam praktiknya, mahasiswa fisioterapi akan sering:

 

  • melakukan demonstrasi gerakan,
  • membantu pasien berdiri atau berjalan,
  • berdiri cukup lama saat praktik klinik.

 

4. Apakah lulusan fisioterapi bisa kerja selain di rumah sakit?

Bisa, dan ini salah satu keunggulan jurusan fisioterapi. Lulusannya tidak terikat satu tempat kerja saja.
Selain rumah sakit, fisioterapis juga dibutuhkan di:

 

  • klinik rehabilitasi dan terapi,
  • pusat kebugaran dan olahraga,
  • layanan home care untuk lansia atau pasien pasca-operasi,
  • sekolah inklusi dan pusat tumbuh kembang anak,
  • hingga membuka praktik mandiri.

 

Karena kebutuhan rehabilitasi tidak terbatas di rumah sakit, peluang kerjanya pun lebih fleksibel.

 

5. Berapa lama kuliah jurusan fisioterapi?

Secara umum, pendidikan fisioterapi terdiri dari:

 

  • Program Sarjana (S1) selama 4 tahun,
  • dilanjutkan dengan pendidikan profesi fisioterapis sesuai regulasi.

 

Di tahap profesi, mahasiswa akan lebih banyak praktik langsung di fasilitas kesehatan. Setelah lulus dan memiliki izin praktik, barulah bisa bekerja sebagai fisioterapis secara legal.

 

Mulai Langkahmu Sekarang dengan Jurusan yang Tepat!

Jurusan fisioterapi memang belum termasuk jurusan dengan peminat paling ramai. Tapi pada akhirnya, yang paling penting bukan soal seberapa banyak pesaing saat masuk kuliah, melainkan seberapa besar peluang dan kesiapanmu saat lulus nanti.

Di Universitas Cakrawala, proses pembelajaran dirancang agar mahasiswa tidak hanya paham teori, tapi juga siap menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya. Fokusnya bukan sekadar lulus, tapi benar-benar punya skill yang dibutuhkan industri.

Kenapa pilih Universitas Cakrawala?

 

  • Program penyaluran kerja dengan dukungan lebih dari 1.000 mitra industri dari berbagai sektor
  • Magang sejak semester pertama, sehingga pengalaman dan portofolio bisa dibangun lebih awal
  • Kurikulum berbasis industri yang disusun sesuai kebutuhan dunia kerja
  • Dosen praktisi berpengalaman, sehingga pembelajaran lebih aplikatif dan relevan

 

Kalau kamu ingin kuliah dengan arah yang jelas dan peluang kerja yang nyata, sekarang saatnya mulai melangkah. Kamu bisa tanya-tanya secara gratis atau langsung ambil kesempatan daftar, siapkan masa depanmu dari sekarang!

Banner Picture

Kategori:

Umum

Cakrawala

Share

Penulis

Hasna Latifatunnisa

Hasna adalah Content Writer dengan lebih dari 4 tahun menulis konten SEO di bidang bisnis, keuangan, teknologi, dan karier. Terampil dalam merancang strategi SEO yang meningkatkan peringkat pencarian dan keterlibatan audiens, penulis ini juga ahli dalam riset kata kunci dan audit konten, memastikan informasi yang disajikan akurat dan relevan untuk pembaca.

Logo Cakrawala Black

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.