Perkembangan Artificial Intelligence (AI) bikin banyak hal jadi serba otomatis, termasuk urusan keuangan. Dari laporan keuangan sampai pencatatan transaksi, sekarang semua bisa dikerjakan sistem. Nggak heran kalau jurusan akuntansi mulai dipertanyakan relevansinya di masa depan.
Tapi, benarkah akuntansi akan benar-benar tergeser oleh teknologi, atau justru perannya makin penting di era digital? Yuk, kita bahas tuntas di sini!
Key Takeaways
- AI tidak menghilangkan jurusan akuntansi, tapi mengubah cara kerjanya. Pekerjaan teknis memang banyak dibantu AI, tapi peran akuntan dalam analisis, pengambilan keputusan, dan tanggung jawab profesional tetap dibutuhkan.
- Akuntan masa depan adalah yang paham bisnis dan teknologi. Lulusan akuntansi perlu menguasai analisis keuangan, berpikir kritis, serta mampu bekerja dengan sistem dan tools digital agar tetap relevan di era AI.
- Dengan kurikulum berbasis industri, pembelajaran berbasis teknologi, magang sejak kuliah, dan jaringan mitra industri yang luas, Cakrawala membekali mahasiswa untuk langsung terjun ke dunia kerja.
Apakah Jurusan Akuntansi Bisa Digantikan AI?
Jawaban singkatnya: tidak sepenuhnya.
Hal yang berubah itu cara kerjanya, bukan ilmunya. Artificial Intelligence (AI) memang sudah banyak dipakai untuk membantu pekerjaan akuntansi, terutama yang sifatnya teknis dan berulang.
Contohnya pencatatan transaksi, pengolahan data keuangan, sampai pembuatan laporan dasar yang dulu dikerjakan manual.
Saat ini, banyak perusahaan mengandalkan software seperti SAP atau bahkan tools sederhana seperti Microsoft Excel yang sudah dilengkapi fitur otomatisasi. AI bikin pekerjaan jadi lebih cepat, rapi, dan minim kesalahan. Tapi penting dicatat, AI hanya menjalankan perintah, bukan mengambil keputusan.
Di sinilah posisi lulusan akuntansi masih sangat dibutuhkan. Akuntan bukan cuma “tukang hitung”, tapi orang yang menganalisis data keuangan, membaca kondisi bisnis, dan memberi rekomendasi ke manajemen.
Hal-hal seperti penilaian risiko, strategi keuangan, sampai keputusan pajak tetap butuh logika, pengalaman, dan tanggung jawab manusia.
Kenapa Isu AI Mengancam Jurusan Akuntansi?

Sumber: Freepik
Isu ini muncul bukan tanpa alasan. Perkembangan teknologi memang mengubah cara kerja akuntansi secara signifikan. Berikut beberapa faktor utama yang bikin jurusan akuntansi sering dianggap “terancam” oleh AI:
- Otomatisasi pekerjaan akuntansi dasar: Banyak tugas yang dulu dikerjakan manual sekarang bisa diselesaikan sistem berbasis Artificial Intelligence (AI), mulai dari input data sampai rekonsiliasi transaksi.
- Munculnya software akuntansi canggih: Aplikasi seperti SAP dan Oracle sudah mampu mengolah data keuangan dalam jumlah besar secara real-time, tanpa perlu banyak campur tangan manusia.
- Pekerjaan repetitif makin berkurang: Posisi seperti data entry keuangan, pembukuan manual, dan laporan keuangan sederhana adalah jenis pekerjaan yang paling mudah diambil alih teknologi.
- Perusahaan menuntut efisiensi lebih tinggi: Dengan AI, perusahaan bisa memangkas waktu, biaya, dan risiko human error. Akibatnya, kebutuhan tenaga kerja untuk tugas-tugas teknis dasar ikut menurun.
- Kurangnya pemahaman tentang peran akuntan modern: Banyak yang masih menganggap akuntansi hanya soal menghitung angka, padahal peran akuntan sekarang sudah bergeser ke analisis, strategi, dan pengambilan keputusan bisnis.
Pekerjaan Akuntansi yang Bisa Dibantu AI
Dalam praktiknya, pekerjaan akuntansi sangat erat dengan data keuangan, pencatatan transaksi, dan proses yang berulang. AI membantu mempercepat proses kerja, mengurangi kesalahan teknis, dan membuat pengolahan data keuangan jadi lebih efisien.
Dengan bantuan AI, akuntan tidak lagi menghabiskan waktu untuk pekerjaan administratif. Fokus kerja bisa dialihkan ke analisis, evaluasi, dan pengambilan keputusan bisnis.
Berikut beberapa pekerjaan akuntansi yang paling sering dibantu AI di dunia industri:
1. Pencatatan Transaksi Keuangan
Setiap hari perusahaan melakukan ratusan hingga ribuan transaksi, mulai dari penjualan, pembelian, sampai pembayaran operasional. Jika dicatat manual, proses ini rawan salah dan memakan waktu.
AI membantu pencatatan transaksi dengan:
- Mencatat transaksi secara otomatis dari sistem pembayaran digital
- Mengelompokkan transaksi sesuai akun yang tepat
- Mengurangi kesalahan input data
2. Pembukuan dan Rekonsiliasi Keuangan
Rekonsiliasi data keuangan sering jadi pekerjaan yang melelahkan karena harus mencocokkan data dari berbagai sumber. AI membantu mempercepat proses ini melalui sistem yang terintegrasi dengan software akuntansi dan ERP seperti SAP.
AI membantu pembukuan dengan:
- Mencocokkan data transaksi secara otomatis
- Mendeteksi perbedaan atau selisih data
- Menyusun jurnal dan buku besar lebih cepat
3. Penyusunan Laporan Keuangan Dasar
Laporan keuangan seperti laporan laba rugi, neraca, dan arus kas bisa disusun otomatis berdasarkan data yang sudah masuk ke sistem. Proses ini membuat pelaporan jadi lebih cepat dan konsisten.
AI membantu pelaporan dengan:
- Menyusun laporan keuangan standar secara otomatis
- Mengurangi kesalahan perhitungan
- Mempercepat proses tutup buku
4. Pengolahan Data Keuangan dalam Jumlah Besar
Perusahaan besar menghasilkan data keuangan dalam jumlah sangat besar setiap harinya. Mengolah data ini secara manual jelas tidak efisien.
AI membantu pengolahan data dengan:
- Mengolah big data keuangan secara real-time
- Menyaring data penting dari data mentah
- Menyajikan data dalam bentuk yang siap dianalisis
5. Deteksi Kesalahan dan Transaksi Tidak Wajar
AI juga digunakan untuk membantu mendeteksi kesalahan pencatatan atau pola transaksi yang mencurigakan. Sistem akan memberi peringatan jika ada data yang tidak sesuai pola normal.
AI membantu dengan:
- Mendeteksi duplikasi transaksi
- Mengidentifikasi pola transaksi tidak wajar
- Memberi sinyal awal potensi kesalahan atau fraud
Cek juga:
- Jurusan Akuntansi: Mata Kuliah, Kampus & Prospek Kerja
- Apakah Jurusan Akuntansi Susah? Simak Penjelasan Lengkapnya!
- Jurusan Akuntansi Belajar Apa? Ini Mata Kuliah yang Dipelajari!
Pekerjaan Akuntansi yang Tidak Bisa Digantikan AI
Meski banyak pekerjaan akuntansi yang bisa dibantu AI, ada peran-peran tertentu yang tetap membutuhkan akuntan manusia. Pekerjaan ini tidak hanya berhubungan dengan angka, tapi juga pertimbangan, tanggung jawab, dan pemahaman konteks bisnis.
AI bisa memberi data dan rekomendasi, tapi keputusan akhir tetap ada di tangan manusia. Inilah beberapa pekerjaan akuntansi yang tidak bisa digantikan AI:
1. Analisis Keuangan dan Pengambilan Keputusan
AI mampu menyajikan laporan dan pola data, tapi tidak bisa menentukan keputusan terbaik untuk perusahaan. Akuntan berperan menganalisis kondisi keuangan, menilai risiko, dan memberi rekomendasi strategis kepada manajemen.
Akuntan bertanggung jawab untuk:
- Menilai kesehatan keuangan perusahaan
- Menentukan strategi efisiensi dan investasi
- Mengambil keputusan berdasarkan kondisi bisnis nyata
2. Audit dan Penilaian Profesional
Proses audit tidak hanya soal mencocokkan angka, tapi juga menilai kewajaran dan kepatuhan terhadap standar akuntansi. Penilaian ini harus mengikuti aturan dan etika profesi yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.
Dalam audit, akuntan berperan untuk:
- Menilai kepatuhan laporan keuangan
- Memberi opini profesional
- Menanggung tanggung jawab hukum dan etika
3. Perencanaan dan Strategi Pajak
Aturan pajak sering berubah dan setiap perusahaan memiliki kondisi yang berbeda. AI bisa membantu perhitungan, tapi strategi pajak tetap butuh analisis manusia.
Akuntan dibutuhkan untuk:
- Menafsirkan regulasi pajak
- Menyusun strategi pajak yang legal dan efisien
- Menyesuaikan kebijakan pajak dengan kondisi perusahaan
4. Manajemen Risiko dan Kepatuhan
Setiap keputusan keuangan memiliki risiko. Menilai dan mengelola risiko ini tidak bisa diserahkan sepenuhnya ke mesin.
Akuntan berperan dalam:
- Mengidentifikasi risiko keuangan dan operasional
- Menyusun sistem pengendalian internal
- Memastikan kepatuhan terhadap regulasi
5. Komunikasi dan Konsultasi Bisnis
Akuntan sering menjadi penghubung antara data keuangan dan pihak manajemen. Menjelaskan kondisi keuangan dengan bahasa yang mudah dipahami membutuhkan kemampuan komunikasi dan empati.
Peran ini mencakup:
- Menyampaikan laporan ke manajemen
- Memberi konsultasi keuangan
- Mendiskusikan solusi dan strategi bisnis
Perbedaan Akuntan Manusia vs AI
Biar makin jelas, penting untuk melihat perbedaan peran akuntan manusia dan AI secara langsung. Keduanya bukan saling menggantikan, tapi saling melengkapi.
Akuntan Manusia
- Menganalisis kondisi keuangan dan bisnis secara menyeluruh
- Mengambil keputusan berdasarkan data, pengalaman, dan etika profesi
- Memberi rekomendasi strategis ke manajemen
- Memahami konteks industri dan kondisi perusahaan
- Bertanggung jawab secara hukum dan profesional sesuai standar Ikatan Akuntan Indonesia
Akuntan AI (Artificial Intelligence)
- Mengolah data keuangan dalam jumlah besar dengan cepat
- Mengerjakan tugas repetitif secara otomatis
- Meminimalkan kesalahan teknis (human error)
- Menghasilkan laporan dan insight berbasis pola data
- Bekerja berdasarkan algoritma dan perintah yang sudah ditentukan
Kalau disimpulkan, AI unggul di kecepatan dan efisiensi, sementara akuntan manusia unggul di analisis, strategi, dan tanggung jawab. Justru akuntan yang mampu memanfaatkan AI akan punya posisi lebih kuat di dunia kerja.
Skill Akuntansi yang Harus Dimiliki agar Tidak Tergantikan AI
Di era AI, lulusan akuntansi tidak cukup hanya jago menghitung. Supaya tetap relevan dan dibutuhkan industri, ada beberapa skill penting yang wajib dimiliki akuntan masa kini:
- Analisis dan pemikiran kritis: Akuntan harus mampu membaca data keuangan, menemukan pola, dan menarik kesimpulan yang berdampak ke keputusan bisnis. AI menyajikan data, tapi manusia yang menilai maknanya.
- Pemahaman bisnis dan industri: Laporan keuangan tidak berdiri sendiri. Akuntan perlu memahami model bisnis, kondisi pasar, dan strategi perusahaan agar analisisnya relevan.
- Penguasaan teknologi dan software akuntansi: Akuntan yang paham tools seperti SAP, sistem ERP, dan analitik data justru lebih dibutuhkan di era digital.
- Etika dan tanggung jawab profesional: Keputusan keuangan berkaitan dengan hukum dan kepercayaan. Standar profesi yang diatur oleh Ikatan Akuntan Indonesia tidak bisa digantikan algoritma.
- Kemampuan komunikasi: Menjelaskan laporan keuangan ke manajemen atau klien butuh bahasa yang jelas dan mudah dipahami. Skill ini tidak bisa dikerjakan AI.
- Adaptif dan mau belajar hal baru: Teknologi terus berubah. Akuntan yang cepat beradaptasi dan mau belajar akan selalu punya nilai di dunia kerja.
Alasan Akuntansi Justru Dibutuhkan di Era AI
Semakin canggih Artificial Intelligence (AI), justru makin kelihatan kalau peran akuntan itu nggak bisa asal diganti mesin. Soalnya, AI cuma mengolah data. Soal makna dan dampaknya ke bisnis, tetap butuh manusia.
- AI bisa mengolah angka, tapi nggak ngerti situasi: AI bisa kasih laporan dan pola keuangan, tapi belum tentu paham kondisi perusahaan, pasar, atau risiko di balik angka-angka itu. Di sinilah akuntan berperan.
- Akuntan sekarang nggak cuma ngitung, tapi mikir: Peran akuntan sudah bergeser ke arah analisis dan strategi. Banyak keputusan penting perusahaan yang tetap butuh pertimbangan akuntan, bukan hasil otomatis sistem.
- Urusan keuangan nggak bisa lepas dari tanggung jawab: Laporan keuangan harus bisa dipertanggungjawabkan sesuai standar profesi dari Ikatan Akuntan Indonesia. AI nggak bisa disalahkan kalau ada masalah, manusia yang pegang peran itu.
- Bisnis makin kompleks, bukan makin sederhana: Transaksi digital, pajak, regulasi, sampai risiko keuangan terus berkembang. Semua itu butuh akuntan yang paham konteks, bukan sekadar sistem otomatis.
- Akuntan yang paham teknologi justru makin dicari: Akuntan yang bisa kerja bareng AI dan software keuangan punya nilai lebih di mata perusahaan dibanding yang masih pakai cara lama.
Profesi Akuntansi yang Tetap Aman dari AI

Sumber: Freepik
Lulusan akuntansi sebenarnya punya ruang kerja yang luas, apalagi kalau skill-nya terus dikembangkan sesuai kebutuhan industri. Akuntansi tidak cuma soal pembukuan, tapi juga analisis, strategi, dan pengambilan keputusan. Peran-peran inilah yang masih sangat dibutuhkan meski AI makin canggih.
Berikut beberapa profesi akuntansi yang relatif aman dari AI dan prospeknya masih kuat ke depan:
- Financial Analyst: Berperan menganalisis kondisi keuangan perusahaan untuk membantu pengambilan keputusan bisnis dan investasi. Posisi ini banyak dibutuhkan di perusahaan besar dan sektor keuangan seperti Bank Mandiri dan BCA.
- Auditor: Bertugas memeriksa kewajaran laporan keuangan dan kepatuhan perusahaan terhadap aturan. Profesi ini menuntut judgment profesional yang tidak bisa digantikan AI, dan banyak ditemukan di kantor akuntan publik seperti PwC dan Deloitte.
- Tax Consultant (Konsultan Pajak): Fokus membantu perusahaan atau individu dalam perencanaan dan kepatuhan pajak. Karena regulasi pajak sering berubah dan tiap kasus berbeda, peran ini tetap butuh akuntan manusia, termasuk di perusahaan konsultan dan firma pajak.
- Management Accountant: Membantu manajemen dalam perencanaan anggaran, pengendalian biaya, dan evaluasi kinerja bisnis. Posisi ini umum di perusahaan manufaktur, ritel, dan FMCG seperti Unilever Indonesia.
- Risk & Compliance Officer: Bertugas mengelola risiko keuangan dan memastikan perusahaan patuh pada regulasi. Profesi ini makin dibutuhkan seiring kompleksnya bisnis dan aturan, terutama di sektor perbankan dan fintech.
- Internal Control & Internal Audit: Fokus menjaga sistem dan proses keuangan perusahaan tetap aman dan efisien. Peran ini tidak bisa dilepas ke AI karena berkaitan dengan pengawasan dan tanggung jawab internal.
Kuliah Akuntansi yang Siap Kerja di Era AI
Kalau kamu tertarik masuk jurusan akuntansi di tengah perkembangan AI, yang paling penting bukan cuma jurusannya, tapi kampusnya. Soalnya, akuntansi sekarang bukan lagi soal hitung manual, tapi soal strategi, teknologi, dan kesiapan masuk dunia kerja.
Jurusan Akuntansi di Universitas Cakrawala dirancang untuk menjawab kebutuhan industri hari ini dan ke depan. Mahasiswanya nggak cuma belajar teori, tapi juga disiapkan buat langsung terjun ke dunia kerja.
Secara garis besar, Jurusan Akuntansi mempelajari:
- Pengelolaan dan pelaporan keuangan
- Audit dan pengendalian manajerial
- Sistem informasi akuntansi berbasis teknologi
- Analisis data bisnis untuk pengambilan keputusan
- Akuntansi yang relevan dengan transformasi digital
Menariknya, masa studi di Universitas Cakrawala adalah 3 tahun kuliah + 1 tahun kerja praktik. Jadi, mahasiswa nggak cuma lulus dengan gelar Sarjana Akuntansi (S.Ak), tapi juga dengan pengalaman kerja nyata.
Jurusan Akuntansi di Universitas Cakrawala disiapkan untuk menghadapi dunia kerja yang sudah banyak dipengaruhi AI. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi juga terbiasa mengerjakan studi kasus industri dengan kurikulum yang fokus pada analisis keuangan, audit berbasis teknologi, manajemen risiko, dan data analytics.
Proses belajarnya juga sudah terintegrasi dengan teknologi dan didukung program penyaluran kerja ke 1.000+ perusahaan mitra industri. Jadi, lulusan Akuntansi Universitas Cakrawala tidak cuma paham akuntansi, tapi juga siap langsung terjun ke dunia kerja yang serba digital.
Cek juga:
Frequently Ask Questions (FAQ)
1. Skill apa yang harus dikuasai mahasiswa akuntansi agar tidak kalah dari AI?
Mahasiswa akuntansi perlu fokus pada skill yang tidak bisa digantikan mesin, seperti analisis keuangan, pemikiran kritis, pemahaman bisnis, dan komunikasi.
Selain itu, penguasaan software dan sistem informasi akuntansi juga penting agar bisa bekerja berdampingan dengan AI.
2. Apakah akuntan harus jago coding untuk bersaing dengan AI?
Tidak harus. Akuntan tidak dituntut jadi programmer. Yang penting adalah paham teknologi dan bisa menggunakan tools akuntansi berbasis digital. Coding bisa jadi nilai tambah, tapi bukan keharusan.
3. Apakah AI bisa menggantikan peran auditor dan konsultan pajak?
Tidak sepenuhnya. AI bisa membantu analisis data dan perhitungan, tapi penilaian, keputusan, dan tanggung jawab profesional tetap ada di tangan akuntan, termasuk yang mengikuti standar Ikatan Akuntan Indonesia.
Pilih Jurusan Akuntansi yang Siap Hadapi Era AI!
Perusahaan tetap membutuhkan akuntan yang mampu memahami data keuangan, menilai risiko, dan mengambil keputusan strategis di tengah transformasi digital yang semakin cepat. Karena itu, memilih jurusan saja tidak cukup. Kamu juga perlu memilih kampus yang benar-benar menyiapkan lulusannya untuk dunia kerja nyata.
Jurusan Akuntansi Universitas Cakrawala menghadirkan pendidikan yang dirancang selaras dengan kebutuhan industri saat ini, termasuk pemanfaatan teknologi, analisis data, dan pengalaman kerja sejak kuliah. Tujuannya jelas: agar lulusan tidak hanya paham teori, tapi juga siap bersaing di dunia kerja yang sudah berdampingan dengan AI.

Beberapa keunggulan yang bisa kamu dapatkan antara lain:
- Program penyaluran kerja dengan dukungan lebih dari 1.000 mitra industri dari berbagai sektor
- Magang sejak semester pertama, sehingga pengalaman dan portofolio bisa dibangun lebih awal
- Kurikulum berbasis industri yang disusun sesuai kebutuhan dunia kerja
- Dosen praktisi berpengalaman, sehingga pembelajaran lebih aplikatif dan relevan
Kalau kamu ingin punya karier akuntansi yang siap kerja dan tahan perubahan zaman, yuk mulai langkahmu sekarang. Kamu bisa tanya-tanya gratis atau langsung daftar dan jadi bagian dari Universitas Cakrawala!