Akreditasi Kampus Berpengaruh pada Pekerjaan? Cek di Sini!

Umum
Tayang 19 November 2025
Diperbarui 19 November 2025
Waktu Baca 7 Minutes

Sudah Direview Oleh Expert

Ditulis oleh

Rahmawati

Buat banyak calon mahasiswa, akreditasi kampus sering banget jadi bahan pertimbangan sebelum daftar kuliah. Apalagi, banyak yang bilang kalau akreditasi bisa ngaruh ke peluang kerja setelah lulus nanti. Tapi, benarkah akreditasi kampus berpengaruh pada pekerjaan?

 

Nggak sedikit juga yang masih bingung, sebenarnya seberapa penting sih nilai akreditasi buat dunia kerja? Nah, biar kamu nggak salah paham soal pengaruh akreditasi universitas terhadap peluang karir fresh graduate, yuk baca artikel ini sampai selesai!

 

Key Takeaways

 

  • Secara umum, akreditasi kampus kini tidak terlalu berpengaruh langsung pada peluang kerja, terutama di industri kreatif, digital marketing, teknologi, dan sektor modern lainnya yang lebih menilai kemampuan, pengalaman, serta kesiapan kerja.
  • Meski begitu, akreditasi tetap dibutuhkan di beberapa situasi, seperti saat melamar ke instansi pemerintah, mengikuti CPNS, atau mendaftar beasiswa tertentu.
  • Selain akreditasi, sebaiknya pilih kampus yang menyiapkan mahasiswanya dengan kurikulum berbasis industri dan jaringan kerja luas seperti Universitas Cakrawala, supaya lebih siap menghadapi dunia kerja.

 

Apakah Akreditasi Kampus Berpengaruh Pada Pekerjaan?

 

Sebenarnya, sekarang akreditasi kampus nggak terlalu berpengaruh lagi pada pekerjaan, terutama di bidang-bidang yang banyak dibutuhkan saat ini dan berkembang di masa depan, seperti industri kreatif, digital marketing, hingga teknologi informasi.

 

Dalam proses rekrutmen, recruiter juga biasanya mempertimbangkan potensi dan kesiapan seseorang untuk bekerja. Jadi, walaupun akreditasi tetap penting sebagai bukti kualitas pendidikan, faktor yang lebih menentukan justru datang dari hal-hal berikut:

 

1. Kualifikasi dan Pengalaman Teknis

 

Hal pertama yang dilihat perusahaan biasanya bukan akreditasi, tapi track record-mu. Mereka ingin tahu, apakah kamu punya pengalaman atau kualifikasi yang sesuai sama posisi yang dilamar.

 

Melansir dari Menaitech, 80% perusahaan lebih memilih kandidat yang punya pengalaman kerja, bahkan kalau masih di tahap awal karier sekalipun.

 

Makanya, Universitas Cakrawala merancang kurikulum berbasis industri dengan program magang sejak semester pertama. Tujuannya jelas, agar mahasiswa bisa punya pengalaman nyata dan paham dunia kerja bahkan sebelum lulus kuliah.

 

2. Keterampilan Teknis (Hard Skill) dan Non-Teknis (Soft Skill)

 

Selain pengalaman, recruiter juga cari tahu apa saja kemampuan yang bisa kamu bawa ke tempat kerja. Beberapa keterampilan baik hard skill maupun soft skill yang paling dicari antara lain:

 

  • Problem solving: kemampuan memecahkan masalah secara cepat dan efektif.
  • Self-management: bisa mengatur waktu dan tanggung jawab diri dengan baik.
  • Working with people: kemampuan bekerja sama dan berkolaborasi dalam tim.
  • Communication: komunikasi yang jelas, sopan, dan efektif, baik lisan maupun tulisan.
  • Critical thinking: kemampuan menganalisis situasi dan mengambil keputusan yang logis.
  • Leadership: kemampuan memimpin dan mengarahkan orang lain (kalau relevan dengan posisi).
  • Adaptability: mudah beradaptasi dengan perubahan dan tetap produktif di situasi baru.
  • Emotional intelligence & collaboration: bisa memahami orang lain, menjaga hubungan kerja yang baik, dan tetap tenang di situasi menekan.
  • Technology adoption: mahir menggunakan alat digital atau software yang mendukung pekerjaan.
  • Data analysis & digital literacy: mampu membaca data, menarik kesimpulan, dan memahami tren digital seperti pemasaran online atau AI dasar.

 


 

Cek juga: 

 

 


 

3. Potensi dan Adaptabilitas

 

Dunia kerja sekarang cepat banget berubah, jadi perusahaan butuh orang yang fleksibel dan nggak takut beradaptasi.

 

Alih-alih cuma menilai dari akreditasi kampus, recruiter kini lebih fokus ke growth mindset (gimana kandidat bisa tumbuh, berkembang, dan siap menghadapi tantangan baru). Mereka mencari individu yang punya semangat belajar tinggi dan terbuka terhadap perubahan.

 

4. Kesesuaian Budaya (Cultural Fit)

 

Pernah dengar istilah “orang yang tepat di tempat yang tepat”? Nah, itu juga berlaku di dunia kerja. Recruiter nggak cuma lihat kemampuan teknis, tapi juga apakah nilai dan gaya kerja kandidat sejalan dengan budaya perusahaan.

 

Cultural fit ini penting banget karena berpengaruh ke kenyamanan, kerja tim, dan produktivitas jangka panjang. Kalau nilai-nilai pribadi kamu selaras dengan visi dan lingkungan perusahaan, adaptasi jadi lebih mudah dan peluang untuk bertahan serta berkembang juga makin besar.

 

5. Reputasi dan Referensi

 

Banyak recruiter mempertimbangkan kandidat yang datang lewat referensi, karena biasanya sudah terbukti punya kemampuan dan karakter kerja yang cocok.

 

Nah, di sinilah peran jaringan kampus lebih penting. Di Universitas Cakrawala, mahasiswa punya akses ke lebih dari 1000+ perusahaan mitra, lengkap dengan program penyaluran kerja yang membantu lulusan menemukan tempat yang sesuai dengan kompetensinya. 

 

Jadi, selain bekal ilmu dan pengalaman, kamu juga punya jalur koneksi profesional yang luas untuk memulai karier.

 

Faktor yang Menyebabkan Akreditasi Berpengaruh ke Pekerjaan

 

Walaupun sekarang banyak perusahaan nggak terlalu fokus pada akreditasi kampus, tetap ada kondisi tertentu di mana nilai akreditasi bisa punya pengaruh terhadap peluang kerja. Ini dia faktor-faktor lebih jelasnya:

 

  • Syarat Menjadi Pegawai di Pemerintahan: Beberapa instansi pemerintah dan BUMN masih mensyaratkan pelamar berasal dari kampus atau jurusan dengan akreditasi tertentu.
  • Syarat Mengikuti CPNS: Dalam pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), akreditasi kampus atau jurusan juga sering diminta sebagai bagian dari verifikasi kelayakan pelamar.
  • Syarat Beasiswa Studi Lanjut: Beberapa program beasiswa S2 atau S3, seperti LPDP, menetapkan minimal akreditasi tertentu, tapi banyak juga beasiswa lain yang tidak mensyaratkannya sama sekali, asalkan prestasi dan kemampuan akademikmu memenuhi kriteria.
  • Pengakuan Internasional: Akreditasi tertentu memberikan pengakuan internasional bagi lulusan yang berencana bekerja di perusahaan multinasional atau di luar negeri.

 

Perbedaan Akreditasi yang Ada di Perguruan Tinggi Indonesia

 

Apakah Akreditasi Kampus Berpengaruh Pada Pekerjaan

Sumber: Freepik

 

Akreditasi sebenarnya adalah bentuk penilaian dari pemerintah untuk memastikan kualitas pendidikan dan mutu lulusan perguruan tinggi di Indonesia. Lewat akreditasi, masyarakat bisa tahu sejauh mana kampus menjalankan standar pendidikan yang baik dan konsisten.

 

Nah, dalam dunia pendidikan tinggi, akreditasi dibagi jadi dua jenis: akreditasi institusi (penilaian terhadap keseluruhan kampus) dan akreditasi jurusan atau program studi (penilaian khusus untuk masing-masing jurusan).

 

Biar lebih jelas, berikut perbedaan mendasar dari akreditasi kampus yang perlu kamu tahu:

 

Perbedaan Akreditasi Berdasarkan Tingkatannya

 

  • Akreditasi Nasional: Dilakukan oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) sebagai lembaga resmi pemerintah yang menilai mutu kampus dan program studi di Indonesia.
  • Akreditasi Internasional: Dilakukan oleh lembaga penilai global seperti ABET, AACSB, atau ASIC, untuk memastikan standar pendidikan kampus sesuai kualitas internasional.
  • Akreditasi Regional: Penilaian yang mencakup keseluruhan institusi, mulai dari fakultas, program akademik, tata kelola, sampai keuangan, berdasarkan standar regional tertentu, misalnya di kawasan Asia Tenggara (AUN-QA).

 

Perbedaan Akreditasi Berdasarkan Sistem Penilaian Lama (A, B, C)

 

  • Akreditasi A (Amat Baik): Nilai antara 86–100 atau 361–400 poin, menunjukkan kualitas pendidikan yang sangat baik dan memenuhi hampir semua standar nasional.
  • Akreditasi B (Baik): Nilai antara 71–85 atau 301–360 poin, menandakan performa kampus sudah baik dan memenuhi sebagian besar kriteria penilaian.
  • Akreditasi C (Cukup): Nilai antara 56–70 atau 200–300 poin, berarti institusi masih memenuhi standar minimum tapi perlu banyak peningkatan.

 

Perbedaan Akreditasi Berdasarkan Sistem Penilaian Baru (Unggul, Baik Sekali, Baik)

 

  • Unggul: Predikat tertinggi, biasanya diberikan pada kampus dengan akreditasi A yang juga terbukti unggul dalam inovasi, dampak sosial, dan kualitas akademik.
  • Baik Sekali: Diberikan pada kampus dengan mutu sangat baik dan hampir memenuhi kriteria “Unggul”, tapi masih ada beberapa aspek yang perlu disempurnakan.
  • Baik: Setara dengan akreditasi B pada sistem lama, menunjukkan kampus telah memenuhi standar dasar mutu pendidikan nasional.

 


 

Cek juga: 

 

 


 

Apa yang Harus Dilakukan Jika Akreditasi Kampus Rendah?

 

Akreditasi kampus memang bisa jadi pertimbangan perusahaan, tapi bukan satu-satunya penentu kualitas lulusan. Kamu tetap bisa menonjol lewat keunggulan lain yang relevan dengan dunia kerja, seperti pengalaman, skill, dan prestasi.

 

Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menonjolkan kelebihan lain selain akreditasi kampus:

 

  • Perkuat keterampilan praktis: Kuasai kemampuan yang relevan dengan industri pilihanmu, seperti digital marketing, analisis data, desain, atau kemampuan teknis lain yang sedang dibutuhkan pasar kerja.
  • Ikut pelatihan dan sertifikasi: Ambil kursus online atau sertifikasi profesional (misalnya Google, Coursera, atau LinkedIn Learning) untuk menunjukkan komitmen belajar dan meningkatkan kredibilitas.
  • Bangun pengalaman nyata: Ikuti proyek, magang, atau kerja paruh waktu yang relevan agar punya bukti nyata kemampuanmu di dunia profesional.
  • Kembangkan portofolio pribadi: Dokumentasikan hasil karya atau proyek yang sudah kamu kerjakan, baik secara individu maupun tim, untuk memperlihatkan kemampuan secara konkret.
  • Aktif di organisasi atau komunitas profesional: Bergabung dengan komunitas di bidangmu untuk membangun jejaring, memperluas wawasan, dan mendapatkan peluang baru.
  • Tingkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi: Dua kemampuan ini jadi nilai plus besar dalam hampir semua bidang kerja, terutama untuk posisi yang butuh kerja tim atau interaksi dengan klien.
  • Bangun personal branding yang positif: Kelola profil profesional di platform seperti LinkedIn, tunjukkan aktivitas yang relevan, dan bagikan insight atau karya agar kamu terlihat aktif dan kredibel.
  • Jaga reputasi profesional dan etos kerja: Tunjukkan integritas, disiplin, dan tanggung jawab dalam setiap pekerjaan—nilai-nilai ini sering kali lebih dihargai daripada sekadar nama kampus.

 

FAQ

1. Akreditasi Kampus vs Pengalaman Kerja, Mana Sebenarnya yang Lebih Penting?

 

Secara realistis, di banyak bidang pekerjaan saat ini, terutama di industri kreatif, teknologi, startup, dan digital marketing, pengalaman kerja dan keterampilan praktis lebih diutamakan dibanding akreditasi kampus.

 

Tapi, di beberapa sektor seperti pemerintahan, lembaga pendidikan, atau perusahaan yang punya standar administratif tertentu, akreditasi kampus masih bisa jadi pertimbangan tambahan.

 

2. Apakah Saya Harus Memilih Kampus Berdasarkan Akreditasinya Saja untuk Masa Depan Karir Saya?

 

Akreditasi bisa jadi salah satu indikator kualitas, tapi bukan satu-satunya faktor penentu karier. Saat memilih kampus, pertimbangkan juga kualitas pengajar, kurikulum yang relevan dengan tren industri, fasilitas, peluang magang, dan jaringan alumninya. Hal-hal itu sering kali punya pengaruh lebih besar terhadap kesiapanmu di dunia kerja.

 

3. Jurusan Saya Akreditasinya B tapi Kampusnya A, Bagaimana Dampaknya untuk Pekerjaan Saya Nanti?

 

Kalau kampusmu sudah terakreditasi A, itu menunjukkan lingkungan akademiknya kuat dan terjamin mutunya. Meskipun jurusanmu masih B, hal itu bukan berarti peluang kerjamu jadi kecil. Banyak perusahaan lebih fokus melihat kemampuan, pengalaman, dan hasil nyata yang bisa kamu tunjukkan — bukan hanya akreditasi formal dari jurusan.

 

4. Apakah Perusahaan Swasta Besar Mementingkan Akreditasi Kampus?

 

Beberapa perusahaan memang masih memperhatikan akreditasi sebagai syarat awal seleksi administrasi. Tapi banyak juga perusahaan besar, seperti Gojek (GoTo), Traveloka, Ruangguru, Shopee, dan startup lain, yang lebih menilai kemampuan, portofolio, dan pengalaman kerja nyata kandidatnya.

 

Artinya, selama kamu punya keterampilan dan performa bagus, akreditasi kampus bukan jadi penghalang utama untuk bersaing.

 

Mau Kuliah di Kampus yang Berkualitas dan Bikin Siap Kerja? Daftar di Cakrawala University Sekarang!

 

Jadi, dari semua penjelasan tadi bisa disimpulkan kalau akreditasi kampus memang penting, tapi bukan satu-satunya penentu masa depan kariermu. Dunia kerja sekarang lebih menilai kemampuan nyata, pengalaman, dan kesiapanmu menghadapi tantangan profesional.

 

Nah, kalau kamu ingin kuliah di kampus yang lebih fokus ke kualitas pendidikan dan kompetensi kerja, Universitas Cakrawala jawabannya!

 

Di sini, mahasiswa dibekali pengalaman belajar yang relevan dengan industri, sekaligus kesempatan luas untuk membangun karier sejak di bangku kuliah. Apalagi dengan berbagai keunggulan berikut:

 

  • Fasilitasi Penyaluran Kerja: Kampus terhubung dengan 1000+ perusahaan mitra dari berbagai sektor untuk memperluas peluang karier mahasiswa.
  • Kampus Siap Kerja: Kurikulum dirancang berbasis kebutuhan industri, memastikan lulusan mampu bersaing di dunia profesional yang dinamis.
  • Magang Sejak Semester Pertama: Mahasiswa bisa langsung merasakan pengalaman kerja nyata sesuai minat karier bahkan sejak semester awal.
  • Kurikulum Berbasis Industri: Materi kuliah disusun bersama praktisi profesional agar selalu relevan dengan perkembangan dunia kerja.
  • Dosen Praktisi: Belajar langsung dari para profesional berpengalaman di bidangnya, bukan hanya teori tapi juga praktik.

 

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, daftar sekarang di Universitas Cakrawala atau konsultasi gratis di sini untuk mulai langkah karier suksesmu!

 

Referensi

  1. Experience or Education: Which is More Important for Employees? [Buka]
Banner Picture

Kategori:

Umum

Cakrawala

Share

Penulis

Rahmawati

Rahmawati adalah SEO Content Writer dengan satu tahun pengalaman dalam menulis konten. Dari pengalamannya, Ia senang menciptakan artikel yang informatif untuk audiens di berbagai industri, mulai dari edukasi, media, finansial, hingga otomotif.

Logo Cakrawala Black

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.