Oleh Universitas Cakrawala
•
24 May 2024
Metode Agile adalah pendekatan manajemen proyek yang digunakan dalam pengembangan perangkat lunak yang berfokus pada iterasi, kolaborasi tim, dan juga fleksibilitas dalam merespon perubahan.
Agile menekankan pada pengiriman produk yang cepat dan berkelanjutan, dengan memecah proyek besar menjadi serangkaian iterasi atau "sprint" yang lebih kecil dan terukur. Setiap sprint biasanya berlangsung selama dua hingga empat minggu, di mana tim bekerja pada subset fitur yang dapat diselesaikan dalam jangka waktu tersebut.
Baca Juga: SCRUM: Metode Agile yang Wajib Dikuasai Mahasiswa Ilmu Komputer
Agile merupakan metode pengembangan perangkat lunak yang mengedepankan kualitas tinggi melalui proses yang sederhana. Pendekatan ini bekerja dengan cara mengembangkan perangkat lunak sedikit demi sedikit secara teratur dan berulang.
Agile juga memfasilitasi kolaborasi erat antar anggota tim dan pemangku kepentingan, memastikan bahwa perangkat lunak yang dihasilkan dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kebutuhan pengguna dan kondisi pasar. Prinsip-prinsip Agile mencakup fokus pada interaksi individu, perangkat lunak yang berfungsi, kolaborasi dengan pelanggan, dan kemampuan untuk merespon perubahan.
Salah satu implementasi Agile yang populer adalah Scrum, yang mengorganisasi pekerjaan dalam siklus yang disebut sprint, biasanya berlangsung antara dua hingga empat minggu. Setiap sprint dimulai dengan perencanaan, diikuti dengan pertemuan harian untuk memantau kemajuan, dan diakhiri dengan review serta retrospektif untuk evaluasi.
Prinsip Agile merupakan sebuah landasan yang membimbing tim pengembangan perangkat lunak untuk bekerja lebih efisien dan responsif. Agile Manifesto menguraikan 12 prinsip utama yang mencakup :
1. Mengutamakan kepuasan pelanggan dengan mengirimkan perangkat lunak bernilai secara dini dan berkelanjutan.
2. Menerima perubahan kebutuhan, bahkan di akhir pengembangan, untuk keuntungan kompetitif pelanggan.
3. Mengirimkan perangkat lunak yang berfungsi secara teratur dengan preferensi pada waktu yang lebih pendek.
4. Kolaborasi berkelanjutan antara pengembang dan juga pemangku kepentingan sepanjang proyek.
5. Membentuk proyek di sekitar individu yang termotivasi, memberikan dukungan dan kepercayaan kepada mereka.
6. Melakukan komunikasi tatap muka untuk efektivitas dan efisiensi.
7. Perangkat lunak yang berfungsi adalah ukuran utama kemajuan.
8. Mempertahankan kecepatan kerja yang stabil dan berkelanjutan.
9. Menjaga keunggulan teknis dan desain yang baik untuk meningkatkan kelincahan.
10. Kesederhanaan dengan meminimalkan pekerjaan yang tidak perlu.
11. Hasil terbaik muncul dari tim yang mampu mengorganisir diri sendiri.
12. Tim harus terus merenungkan cara untuk menjadi lebih efektif dan menyesuaikan perilaku mereka sesuai kebutuhan.
Sebuah tim di perusahaan X akan mengembangkan perangkat lunak menggunakan metode Waterfall.
Maka total waktu yang dihabiskan untuk pembuatan perangkat lunak ini adalah 31 minggu atau sekitar 8 bulan.
Jadi metode Agile ini adalah pendekatan manajemen proyek dalam pengembangan perangkat lunak yang menekankan iterasi, kolaborasi tim, dan fleksibilitas terhadap perubahan. Agile juga memecah proyek menjadi sprint-sprint kecil yang berlangsung dua hingga empat minggu. Prinsip Agile mencakup pengiriman perangkat lunak yang berfungsi secara berkelanjutan, kolaborasi erat dengan pemangku kepentingan, dan juga kemampuan merespon perubahan dengan cepat, meningkatkan efisiensi dan kualitas pengembangan.
Dan jika Anda tertarik dengan dunia pengembangan perangkat lunak dan juga ingin mempelajari lebih lanjut tentang metode-metode seperti Waterfall dan Agile, Anda bisa mempertimbangkan untuk berkuliah di Cakrawala University, jurusan Sistem dan Teknologi Informasi (IT). Di sini, Anda akan mendapatkan pengetahuan mendalam dan keterampilan praktis yang dibutuhkan untuk sukses di bidang teknologi informasi. Bergabunglah dengan kami dan jadilah bagian dari inovasi teknologi masa depan!
Baca Juga :
Berita Terkait