Oleh Universitas Cakrawala
•
16 December 2024
Kehidupan seringkali tidak berjalan sesuai dengan rencana. Tiba-tiba saja kita bisa menghadapi masalah keuangan yang mendesak, seperti sakit mendadak, kerusakan rumah, atau kehilangan pekerjaan. Dana darurat menjadi sebuah tabungan khusus yang kita sisihkan untuk menghadapi situasi-situasi darurat seperti ini.
Dana darurat berfungsi sebagai pengamanan finansial yang melindungi kita dari risiko keuangan yang tidak terduga. Dengan memiliki dana darurat, kita bisa lebih tenang dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Bagaimana cara menghitung kebutuhan dana darurat dengan tepat? Artikel ini akan membahasnya secara lengkap agar dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik.
Dana darurat adalah dana yang disisihkan untuk digunakan dalam kondisi tidak terduga atau pada saat kondisi darurat keuangan. Sebagai contoh, kehilangan pekerjaan mendadak, memerlukan biaya kesehatan, atau membutuhkan biaya perbaikan rumah darurat.
Dana ini berfungsi sebagai perlindungan pertama keuangan agar kamu tidak perlu berhutang atau mengambil pinjaman online saat menghadapi situasi sulit.
Salah satu hal yang membedakan dana darurat dengan tabungan biasa yaitu dalam tujuan penggunaannya. Jika tabungan biasa seringkali digunakan untuk mencapai tujuan jangka pendek atau jangka panjang seperti membeli rumah atau liburan, dana darurat dikhususkan untuk kebutuhan mendadak yang sifatnya darurat atau mendesak.
Memiliki dana darurat merupakan sebuah langkah penting dalam menjaga kestabilan keuangan. Berikut beberapa alasan mengapa dana darurat sangat diperlukan.
Tanpa dana darurat, mungkin kamu bisa terpaksa meminjam uang dari keluarga, teman, atau bahkan lembaga pinjaman dengan suku bunga yang tinggi. Dana darurat mencegah dari terjebak peminjaman uang.
Dengan dana darurat, kamu tidak perlu mengorbankan investasi atau aset lainnya untuk menutupi kebutuhan mendesak. Hal ini membantu menjaga rencana keuangan jangka panjang agar tetap sesuai jalur.
Kehilangan pekerjaan atau pengeluaran tak terduga dapat membuat keuangan terguncang. Dana darurat membantu kamu tetap tenang dan fokus dalam menghadapi situasi tanpa tambahan beban finansial.
Menghitung kebutuhan dana darurat sebenarnya cukup sederhana. Berikut langkah-langkah yang dapat kamu lakukan, diantaranya:
Mencatat semua pengeluaran bulanan, termasuk biaya kebutuhan pokok seperti makanan, transportasi, sewa rumah, listrik, air, dan cicilan. Pastikan mencatat secara rinci untuk mendapatkan gambaran yang akurat.
Idealnya, dana darurat harus mencakup pengeluaran selama 3 sampai 6 bulan. Jika bekerja di sektor yang tidak stabil atau memiliki tanggungan, seperti anak atau orang tua, mungkin kamu memerlukan dana darurat untuk 9 hingga 12 bulan.
Setelah mengetahui pengeluaran bulanan, gunakan rumus berikut untuk menghitung kebutuhan dana darurat:
Dana Darurat = Pengeluaran Bulanan x Jumlah Bulan
Sebagai contoh, jika pengeluaran bulanan sekitar Rp 5.000.000 dan ingin menyiapkan dana darurat untuk 6 bulan, maka:
Dana Darurat = Rp5.000.000 x 6 bulan = Rp30.000.000
Artinya, kamu perlu menyisihkan Rp30.000.000 untuk dana darurat.
Jika merasa sulit untuk langsung menyiapkan dana darurat dalam jumlah besar, jangan khawatir. Berikut beberapa tips untuk membantu memulainya:
Tetapkan anggaran bulanan untuk menyisihkan sebagian penghasilan ke dalam dana darurat. Mulailah dengan jumlah kecil, seperti 10% dari penghasilan, dan tingkatkan secara bertahap.
Agar tidak tergoda menggunakan dana darurat, simpan dana ini di rekening terpisah. Pilih rekening yang mudah diakses tetapi tidak memberikan kartu debit untuk menghindari pengeluaran impulsif.
Sebelum memulai berinvestasi, pastikan dana darurat sudah terpenuhi. Hal ini penting agar investasi tidak terganggu jika terjadi keadaan darurat.
Manfaatkan bonus tahunan, THR, atau pendapatan tambahan lainnya untuk mempercepat pengumpulan dana darurat.
Memiliki dana darurat merupakan salah satu bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan keluarga. Dengan dana darurat, kita bisa menjaga stabilitas finansial keluarga dan menghindari stres yang berlebihan saat menghadapi masalah keuangan.
Akan tetapi, dana darurat ini bukanlah tujuan akhir. Dana darurat merupakan alat untuk mencapai tujuan finansial yang lebih besar. Setelah dana darurat tercukupi, kita bisa mulai mengalokasikan sebagian penghasilan untuk investasi jangka panjang atau tujuan finansial lainnya.
Jika kamu ingin menjadi seorang financial expert dan berkontribusi dalam dunia bisnis, jurusan Keuangan di Cakrawala University adalah pilihan yang tepat. Cakrawala University menggunakan kurikulum terkini dengan dosen-dosen berpengalaman di bidangnya yang membekalimu dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan finansial.
Jangan lewatkan kesempatan untuk membangun masa depan yang cerah di bidang keuangan bersama Cakrawala University!
Baca Juga:
Berita Terkait