Oleh Universitas Cakrawala
•
25 February 2025
Dalam dunia keuangan, collateral atau agunan adalah salah satu konsep yang sering digunakan dalam berbagai transaksi kredit dan pinjaman.
Collateral berfungsi sebagai jaminan yang diberikan oleh peminjam kepada pemberi pinjaman untuk mengurangi risiko gagal bayar.
Jika peminjam tidak mampu memenuhi kewajibannya, pemberi pinjaman berhak mengambil atau menjual collateral tersebut sebagai bentuk kompensasi.
Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai pengertian collateral, jenis-jenisnya, bagaimana cara kerjanya, serta manfaatnya dalam dunia keuangan.
Collateral adalah aset yang digunakan sebagai jaminan dalam suatu pinjaman atau transaksi keuangan lainnya. Aset ini bisa berupa properti, kendaraan, surat berharga, atau aset berharga lainnya yang dapat diuangkan jika peminjam gagal membayar kewajibannya.
Dengan adanya collateral, risiko kredit bagi pemberi pinjaman menjadi lebih rendah. Oleh karena itu, lembaga keuangan seperti bank dan perusahaan pembiayaan sering kali menawarkan suku bunga lebih rendah untuk pinjaman yang memiliki collateral dibandingkan dengan pinjaman tanpa jaminan (unsecured loan).
Contoh sederhananya, ketika seseorang mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), rumah yang dibeli dengan kredit tersebut biasanya menjadi collateral bagi bank.
Jika peminjam gagal membayar cicilan, bank berhak menyita dan melelang rumah tersebut untuk menutupi kerugian.
Cek juga:
Collateral dapat dibedakan berdasarkan jenis aset yang digunakan sebagai jaminan. Berikut adalah beberapa jenis collateral yang umum dalam dunia keuangan:
Collateral jenis ini berupa aset berwujud yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dijual jika peminjam gagal memenuhi kewajibannya.
Beberapa pinjaman menggunakan aset keuangan sebagai collateral, seperti:
Selain aset fisik dan surat berharga, ada juga collateral yang berupa aset tidak berwujud, seperti:
Proses penggunaan collateral dalam pinjaman biasanya melibatkan beberapa tahap berikut:
Sebelum pinjaman disetujui, pemberi pinjaman akan menilai nilai collateral yang diajukan oleh peminjam. Penilaian ini dilakukan untuk memastikan bahwa aset tersebut memiliki nilai yang cukup untuk menutupi jumlah pinjaman jika terjadi gagal bayar.
LTV adalah rasio antara jumlah pinjaman dengan nilai collateral. Misalnya, jika bank menawarkan LTV sebesar 80% untuk pinjaman rumah, itu berarti peminjam bisa mendapatkan pinjaman sebesar 80% dari nilai rumah, sementara 20% sisanya harus dibayar sebagai uang muka.
Setelah collateral disetujui, peminjam dan pemberi pinjaman menandatangani perjanjian yang mengatur hak dan kewajiban kedua belah pihak. Setelah itu, dana pinjaman akan dicairkan ke peminjam.
Peminjam harus membayar cicilan sesuai dengan ketentuan yang disepakati. Jika peminjam gagal membayar dalam periode tertentu, pemberi pinjaman berhak mengambil dan menjual collateral untuk menutup kerugian.
Collateral memiliki beberapa manfaat, baik bagi peminjam maupun pemberi pinjaman:
Dengan collateral, peminjam bisa mendapatkan pinjaman dengan lebih mudah karena risiko bagi pemberi pinjaman menjadi lebih rendah.
Pinjaman dengan collateral biasanya memiliki suku bunga lebih rendah dibandingkan pinjaman tanpa jaminan.
Dengan collateral yang bernilai tinggi, peminjam bisa mengakses pinjaman dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan pinjaman tanpa jaminan.
Bagi lembaga keuangan, collateral memberikan perlindungan terhadap risiko gagal bayar, sehingga mereka lebih nyaman dalam menyalurkan kredit.
Collateral adalah aset yang digunakan sebagai jaminan dalam transaksi keuangan, terutama dalam pinjaman dan kredit. Dengan adanya collateral, peminjam dapat memperoleh akses ke dana dengan lebih mudah dan sering kali dengan suku bunga yang lebih rendah.
Di sisi lain, pemberi pinjaman mendapatkan perlindungan dari risiko gagal bayar. Namun, penggunaan collateral juga memiliki tantangan, seperti risiko kehilangan aset dan fluktuasi nilai jaminan.
Oleh karena itu, sebelum menggunakan aset sebagai collateral, penting untuk memahami syarat dan ketentuan yang berlaku serta mempertimbangkan risiko yang ada.
Jika kamu tertarik untuk mempelajari lebih dalam mengenai keuangan, investasi, dan strategi manajemen risiko seperti collateral, pertimbangkan untuk melanjutkan studi di Cakrawala University, Jurusan Keuangan dan Investasi.
Di jurusan ini, kamu akan mendapatkan wawasan luas tentang dunia keuangan, termasuk perencanaan keuangan, analisis investasi, serta strategi perlindungan aset.
Dengan bimbingan dari dosen profesional dan kurikulum berbasis industri, kamu akan siap menghadapi tantangan di dunia kerja.
Jangan ragu untuk bergabung dan wujudkan masa depan keuangan yang lebih cerah bersama Cakrawala University!
Baca Juga:
Berita Terkait