Oleh Cakrawala University
•
22 December 2023
Perusahaan startup berkembang pesat di Indonesia. Bahkan, Indonesia termasuk salah satu dari 10 negara dengan perusahaan startup terbanyak di tahun 2022, lho! Menurut data dari KOMINFO, ada 2.346 perusahaan startup di Indonesia pada tahun 2022.
Dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, tidak heran perusahaan startup menjamur di Indonesia. Sayangnya, banyak perusahaan startup yang justru tidak mampu bertahan atau gagal. Tentunya ada banyak faktor di balik startup yang tidak mampu bertahan. Melalui artikel ini, kamu bisa mengenal beberapa alasan perusahaan startup tidak mampu bertahan.
Baca Juga: 7 Contoh Bisnis Startup di Indonesia Beserta Pendirinya
Sebelum membahas alasan startup tidak mampu bertahan, kita perlu mengenal apa itu perusahaan startup. Menurut detikfinance, Startup merupakan perusahaan rintisan, atau perusahaan yang baru berdiri sehingga belum lama beroperasi.
Karena belum lama beroperasi, tentu saja banyak ketidakpastian dalam menjalankan sebuah bisnis startup. Mulai dari pendanaan, target pasar, hingga model bisnis, masih banyak ketidakpastian di dalam perusahaan startup dalam proses perkembangannya. Karena itulah, banyak perusahaan startup yang tidak mampu bertahan.
Meskipun tidak ada satu alasan pasti di balik kegagalan sebuah perusahaan startup. Bahkan, dengan pendanaan yang besar pun, tidak ada jaminan sebuah startup akan berhasil. Namun, secara umum ada beberapa alasan mengapa sebuah perusahaan startup tidak mampu bertahan.
Kekurangan dana merupakan salah satu alasan utama startup tidak mampu bertahan. Menurut data dari databoks (2021), alasan terbesar dari kegagalan sebuah startup, yaitu sebesar 38%, adalah kekurangan dana. Kekurangan dana ini bisa karena tidak mendapatkan keuntungan atau karena tidak mampu mencari investor baru.
Pendanaan untuk perusahaan startup bisa berasal dari beberapa sumber. Untuk mendapatkan dana yang besar, perusahaan startup cenderung mengandalkan investor atau venture capital. Selain itu, perusahaan startup juga bisa mendapatkan pendanaan dari:
Beberapa ciri-ciri perusahaan startup adalah mengutamakan inovasi. Inovasi sangat penting dalam keberhasilan sebuah startup. Bahkan startup menjadi identik dengan produk atau jasa yang unik. Namun, memiliki ide baru yang inovatif sekalipun tidak akan menjamin keberhasilan sebuah startup.
Banyak perusahaan startup yang bertujuan untuk menciptakan pasar baru dengan produk atau layanan yang ditawarkan. Sayangnya, banyak perusahaan startup yang justru gagal karena terlalu inovatif, sehingga menciptakan produk atau jasa untuk masalah yang tidak dimiliki siapapun. Singkatnya, banyak perusahaan startup yang menciptakan produk atau jasa yang tidak dibutuhkan pasar.
Kurangnya peminat ini bisa juga menyebabkan kekurangan dana bagi perusahaan startup karena tidak ada pemasukan atau keuntungan yang didapat dari penjualan produk.
Untuk memulai bisnis yang sukses, tentunya penting untuk mengenal kebutuhan pasar. Pada akhirnya, sebuah bisnis akan menjual produk atau jasa kepada konsumen. Maka, jelas, kan, pentingnya mengenal konsumen?
Banyak perusahaan startup yang terlalu percaya diri dengan produk atau jasa yang ditawarkan. Mereka percaya bahwa produknya sangat bermanfaat dan akan laku di pasaran. Padahal bisa saja produk tersebut bukan yang diinginkan atau dibutuhkan oleh konsumen.
Riset pasar yang kurang juga bisa menimbulkan segudang masalah bagi perusahaan startup seperti produk yang tidak ramah pengguna, penetapan harga yang salah, kalah berkompetisi, dan lain-lain.
Memiliki produk yang sesuai kebutuhan pasar juga bisa berpotensi gagal jika kurang dipasarkan. Produk yang bagus membutuhkan marketing yang bagus pula. Jika dipasarkan dengan tidak tepat, bisa saja produk yang bagus jadi terlihat tidak menarik. Dengan begitu, tidak aneh jika konsumen menjadi tidak tertarik untuk membeli.
Kalau kamu gimana, nih? Tertarik untuk memulai bisnis startup juga di masa depan? Biar lebih paham dengan dunia bisnis digital, termasuk tentang startup, yuk kuliah di Cakrawala University jurusan bisnis digital!
Dengan mempelajari ilmu-ilmu bisnis digital, kamu bisa menghindari masalah-masalah yang menyebabkan startup tidak mampu bertahan dan mendirikan startup-mu sendiri.
Beberapa hal yang akan kamu pelajari di jurusan bisnis digital yaitu e-commerce, pemasaran dan pemasaran digital, startup, inovasi dan pengembangan produk, dan masih banyak lagi hal seru yang akan kamu pelajari!
Berita Terkait