PENEMPATAN
Semester 1 Sudah Magang di Mayora, Ini Cerita Andini!
Company
Mayora
Role
Finance Intern
Industri
Retail
Jurusan
Finance and Investment
Yang paling penting dari pengalaman Andini bukan cuma nama besar perusahaannya, tapi proses belajarnya. Dia mulai lebih awal, berani ambil kesempatan, dan pelan-pelan membangun kesiapan untuk dunia kerja.
Semester 1 Sudah Magang di Mayora, Ini Cerita Andini! · Finance Intern
Kenalin, aku Andini, mahasiswi semester 1 jurusan Finance & Investment di Universitas Cakrawala, angkatan 2025.
Sejak awal masuk kuliah, aku sudah punya satu tujuan yang cukup jelas.
“Aku pengin kuliah sambil benar-benar nyiapin diri buat dunia kerja, bukan cuma ngejar IPK.”
Bahkan kalau ditanya sejak kapan aku kepikiran magang dari awal, jawabanku jujur: sejak SMA. Karena itu, aku sudah membayangkan sejak awal bagaimana masa kuliahku ingin aku jalani.
Bukan buat gaya-gayaan, tapi supaya aku punya pengalaman yang beragam dan benar-benar memahami dunia kerja dari berbagai sisi.
Jadi ketika akhirnya aku memutuskan mulai magang di semester 1, keputusan itu bukan keputusan dadakan, melainkan bagian dari rencana yang sudah aku susun pelan-pelan sejak lama.
Proses Menuju Dunia Kerja yang Nggak Instan
Sebelum sampai di titik diterima magang, ada proses yang harus aku lewatin.
Aku ikut interview online dengan HR dan user. Jujur aja, pertanyaannya cukup bikin mikir untuk ukuran mahasiswa semester 1. Ada momen deg-degan, ada juga momen ragu setelah interview selesai.
“Tadi jawabanku bener nggak, ya?”
Beberapa hari setelahnya, aku nunggu kabar dengan perasaan campur aduk. Nggak bisa santai, tapi juga nggak mau terlalu berharap.
Momen yang Bikin Bengong: Aku Diterima di Mayora
Sampai akhirnya, kabar itu datang.
Aku diterima magang di PT Mayora Indah Tbk sebagai Finance Intern.
Iya, Mayora yang itu. Perusahaan yang produknya mungkin tanpa sadar sering banget kamu lihat (atau bahkan kamu konsumsi) hampir tiap hari. Dari Roma, Beng Beng, Kopiko, sampai Torabika. Brand-brand yang sebelumnya cuma aku kenal dari rak minimarket.
Jujur aja, waktu pertama kali dapat kabar diterima, reaksiku bukan langsung senang. Aku malah bengong beberapa detik.
“Ini serius?”
Aku masih semester 1. Dan di titik itu, rasa senang, bangga, dan nggak percaya campur jadi satu. Dunia kerja di perusahaan sebesar ini sebelumnya cuma jadi bayangan.
Sekarang, aku benar-benar ada di dalamnya, nggak cuma melihat dari luar, tapi ikut menjalani prosesnya, khususnya di bagian keuangan. Dari situ aku sadar, keputusan yang aku ambil sejak awal kuliah pelan-pelan mulai menemukan bentuk nyatanya.
Hari-Hariku sebagai Finance Intern
Masuk hari-hari awal magang, satu hal yang langsung aku rasain adalah: ini beda banget sama dunia sekolah. Nggak ada lagi cerita santai nunggu bel pulang, yang ada, kerjaan datang pelan-pelan tapi pasti.
Sebagai Finance Intern, aku nggak cuma duduk dan ngelihat orang lain kerja. Dari awal, aku sudah dikasih tanggung jawab. Mulai dari ngecek dan mencatat invoice, sampai bantu ngurus voucher dan dokumen pembayaran. Kelihatannya simpel, tapi ternyata butuh fokus dan ketelitian ekstra.
“Di finance, salah satu angka aja bisa bikin pusing satu tim.”
Aku juga sering koordinasi sama tim lain. Nanya data, klarifikasi dokumen, atau sekadar memastikan informasi yang aku pegang sudah benar. Dari sini aku mulai belajar satu hal penting: di dunia kerja, cara ngomong itu nggak kalah penting dari isi kerjaannya.
Hal yang bikin aku nyaman, aku nggak dilepas sendirian. Setiap tugas selalu ada arahan. Kalau ada yang kurang, langsung dibenerin. Kalau sudah oke, aku dikasih kepercayaan buat lanjut ke tugas berikutnya. Rasanya kayak belajar sambil praktik langsung.
Pelan-pelan, aku mulai terbiasa sama ritme kerja. Mulai ngerti mana yang harus diprioritaskan, mana yang nggak bisa ditunda, dan gimana caranya tetap rapi di tengah deadline.
Pelajaran yang Aku Dapet dari Semua Ini
Kalau ditanya apa hal paling kerasa dari pengalaman magang ini, jawabanku simpel: aku jadi lebih “kebentuk”. Bukan cuma soal kerjaan, tapi juga soal cara mikir dan bersikap.
“Masuk dunia kerja bikin aku sadar, skill itu bukan cuma soal pintar, tapi juga soal sikap.”
Aku jadi belajar komunikasi. Gimana caranya nanya dengan jelas tanpa terdengar asal. Gimana caranya nyampein sesuatu dengan sopan dan tepat. Hal-hal kecil yang kelihatannya sepele, tapi ternyata penting banget di dunia kerja.
Aku juga belajar ngatur waktu. Deadline itu nyata. Nggak bisa ditunda-tunda. Dari situ aku jadi lebih rapi bagi waktu antara kuliah dan magang, mana yang harus didahulukan, mana yang bisa nyusul.
Dan jujur aja, pengalaman ini bikin aku makin yakin satu hal: magang dari awal itu capek, iya. Tapi pelajarannya jauh lebih dapet.
Buat Kamu yang Lagi Galau Pilih Kampus
Kalau kamu lagi kelas 12 atau gap year dan bingung mau kuliah di mana, aku cuma mau bilang: galau itu wajar. Aku juga pernah di posisi itu. Takut salah pilih. Takut lulus tapi belum siap apa-apa.
“Yang bikin takut itu bukan kuliahnya, tapi masa depan setelahnya.”
Dari pengalamanku, penting banget milih kampus yang nggak cuma ngasih gelar, tapi juga pengalaman. Kampus yang beneran nyiapin mahasiswanya buat dunia kerja, bukan cuma teori di kelas.
Kadang, siap itu bukan ditunggu, tapi dibentuk sambil jalan.
Jadi kalau kamu lagi galau, pelan-pelan aja. Tapi pastiin kamu mulai di tempat yang mau bantu kamu berkembang sejak awal.
Aku Nggak Nunggu Nanti, Aku Mulai Sekarang
Magang sejak semester 1 itu jujur nggak selalu gampang. Capek, deg-degan, dan harus cepat belajar. Tapi justru dari situ aku dapet banyak pelajaran yang nggak bakal aku temuin kalau cuma duduk di kelas.
Pengalaman ini bikin aku sadar satu hal penting: masa depan itu nggak ditunggu, tapi disiapin pelan-pelan dari sekarang. Dan aku bersyukur bisa mulai proses itu lebih awal.
“Aku nggak nunggu nanti. Aku mulai dari sekarang.”
Aku masih mahasiswa semester 1. Perjalananku masih panjang. Tapi setidaknya sekarang aku sudah selangkah lebih siap. Dan kalau ceritaku bisa jadi pengingat kecil buat kamu yang lagi ragu buat mulai, berarti semuanya nggak sia-sia.
Karena pada akhirnya, kuliah itu bukan cuma soal lulus.
Tapi soal siap.
Kalau kamu lagi SMA, gap year, atau masih galau pilih kampus, cari tempat kuliah yang nggak cuma ngasih teori, tapi juga ngasih kesempatan buat berkembang sejak awal.
Di Universitas Cakrawala, aku ngerasain itu lewat:
- Magang sejak semester pertama, jadi pengalaman kerja bisa dibangun lebih awal
- Kurikulum berbasis industri, yang relevan sama kebutuhan dunia kerja
- Dosen praktisi, yang nggak cuma ngajar teori tapi juga sharing pengalaman nyata
- Jaringan mitra industri yang luas, buat buka lebih banyak peluang karier
Kalau masih ragu, nggak apa-apa. Tapi jangan berhenti di situ.
Yuk, mulai langkahmu dari sekarang, konsultasi gratis atau langsung daftar, dan siapin dirimu buat dunia kerja sejak awal!
Bangun Masa Depan Pendidikan & Kariermu Sekarang!
Pendaftaran untuk tahun ajaran 2026/2027 telah dibuka.
Hubungi tim konsultan akademik kami untuk informasi selengkapnya mengenai pendaftaran, beasiswa, dan seleksi.